Pemkab Muna Resmikan PAUD Berbasis Masjid Karya Mahasiswa KKN IAIN Kendari

367
Mahasiswa KKN IAIN Kendari bersama dengan pihak Pemkab Muna usai meresmikan PAUD berbasis masjid di Muna.

MUNA,LENTERASULTRA.COM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna meresmikan Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis Masjid yang bertempat di Masjid Raya Kota Raha, Kamis (6/9). Pendirian taman PAUD tersebut diinisiasi oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tahun 2018.

Bupati Muna yang diwakili oleh Assisten I Pemkab Muna, Edhy Uga, mengungkapkan, pendirian PAUD berbasis masjid tersebut menjadi pionir pendidikan karakter di Kabupaten Muna melalui lembaga pendidikan usia dini. PAUD tersebut akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang berkesinambungan kepada masyarakat setempat.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Muna kami menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian mahasiswa peserta KKN yang telah menginisiasi berbagai kegiatan keagamaan maupun pengembangan ekonomi masyarakat. Program ini akan kami lanjutkan agar terus bermanfaat bagi masyarakat,” kata Edhy.

PAUD berbasis Masjid mengimplementasikan tujuan pembelajaran antara lain pengembangan kemampuan kognitif, psikomotorik, bahasa, seni, pendidikan agama dan pendididikan karakter. Ketua Panitia KKN, Dr. Herman menjelaskan, untuk memantapkan program PAUD berbasis masjid ini, pihak LPPM IAIN Kendari telah melaksanakan pelatihan bagi para tenaga pengajar sekaligus mengurus izin pendirian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemkab Muna, aparat lurah/desa serta masyarakat yang telah mendukung terlaksananya program kerja KKN IAIN Kendari. Semoga program yang diinisiasi oleh mahasiswa ini dapat dilanjutkan dan membawa manfaat bagi masyarakat Muna,” ucapnya.

Herman menambahkan, selain PAUD berbasis masjid, program kegiatan yang telah terealisasi antara lain Pendirian Perpustakaan Masjid, Pendirian Taman Tilawah dan Tahfidzhul Qur’an, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan tambak dan pengolahan hasil tambak udang.

Sementara itu, Rektor yang diwakili Wakil Rektor I, Dr. Husain Insawan juga mengungkapkan apresiasi atas perhatian dan kerjasama pemerintah Kabupaten Muna yang telah membantu kesuksesan program kerja KKN IAIN Kendari tahun 2018.

“Usia IAIN Kendari sudah 51 tahun dan sudah pernah melaksanakan KKN di seluruh kabupaten kecuali Kabupaten Muna. Ini adalah untuk pertama kalinya, momentum ini menjadi awal kerjasama IAIN Kendari dan Pemkab Muna dalam melakukan akselerasi bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat,” bebernya.

Kata Husain, IAIN Kendari melalui LPPM juga membuka ruang untuk bekerjasama melakukan penelitian yang berkaitan dengan pengembangan kajian keagamaan, sosial humaniora, hukum dan lain-lain.

“Kami memiliki SDM yang profesional dan siap memberikan sumbangsih untuk kemajuan Kabupaten Muna”, pungkasnya.

Untuk diketahui, peserta KKN IAIN Kendari tahun ini sebanyak 460 mahasiswa yang ditempatkan pada 18 kelurahan dan 54 desa. Kegiatan KKN dimulai sejak 25 Juli 2018 dan berakhir pada 6 September 2018. (Isma)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU