Demokrat Putuskan Usung Enam Cagub ke DPP

Suasana rapat pleno penentuan Cagub Sultra dari Partai Demokrat, Selasa (10/10) sore
LENTERASULTRA.com-Manuver Partai Demokrat di kontestasi Pilgub Sultra benar-benar sulit ditebak. Alih-alih mengajukan tiga kandidat saja seperti wacana awal, para pengurus “Bintang Mercy” ini malah mengusul enam nama ke DPP Partai Demokrat.
Keputusan ini terbilang agak mengejutkan karena diambil setelah sebelumnya mendengarkan hasil survey elektabilitas calon dari lembaga Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang sudah mempolarisasi tiga kandidat paling atas yakni Ali Mazi, Asrun dan Rusda Mahmud.
Enam nama yang akhirnya diajukan, setelah tiga nama dengan survey tertinggi itu adalah Rusman Emba, La Ode Ida dan Soepomo. Nama yang terakhir disebut ini malah hanya punya elektabilitas tak sampai 1 persen dari simulasi delapan kandidat.
Tapi Demokrat punya argumen yang tak bisa juga diabaikan soal alasannya mengusung enam nama. Pertama, hasil survey, koalisi partai dan hasil pleno pengurus yang digelar Selasa (10/10) sore tadi yang dihadiri 66 orang, minus Ketua PD, Endang SA.
Dari hasil voting pengurus, nama Asrun mendapat dukungan terbanyak yakni 34 suara, disusul Rusda Mahmud 15 orang, Alimazi 12, Rusman Emba 4 orang. Supomo yang surveynya kecil punya 1 suara, dan tak ada yang mengajukan nama La Ode Ida.
“Nama-nama ini segera kami ajukan ke DPP,” Ketua Tim Penjaringan Cagub Partai Demokrat Budhi Prasodjo, memberi penjelasan usai pleno, mewakili pengurus Partai Demokrat yang lain.
Pada prinsipnya lanjut dia, hasil pleno hampir mengikuti pola survey. Hasilnyapun cenderung sama dengan hasil survey sehingga score dan bobot masing-masing figur dibuat mengikuti hasil tersebut. “Hasil penjaringan hari ini, kami langsung bawa ke Jakarta hari ini juga, untuk dipresentasikan ke majelis tinggi partai,” tambah Budhi.
Untuk diketahui, ada delapan figur yang mendaftar ke Partai Demoktra Diantaranya, Asrun, Alimazi, Rusda Mahmud, Rusman Emba, Supomo, Lukman Abunawas, Tina Nur Alam dan La Ode Ida. “Bu Tina tidak bisa kami direkomendasikan sebab ada beberapa tahapan yang tidak diikuti. Sedangkan Lukman dianggap sudah berpasangan,” pungkas Budhi. (isma)
