Terpapar Narkoba, Seorang Lady Escort Dikurung di RSJ

1,148
Tasya, seorang perempuan muda yang semalam masuk RSJ karena mengamuk dan bingung usai mengonsumsi obat yang diduga Flaka. Ia menambah panjang daftar korban terpapar Narkoba di Kota Kendari yang sejak Selasa lalu jadi perbincangan
FOTO : FANDI Tasya, seorang perempuan muda yang semalam masuk RSJ karena mengamuk dan bingung usai mengonsumsi obat yang diduga Flaka. Ia menambah panjang daftar korban terpapar Narkoba di Kota Kendari yang sejak Selasa lalu jadi perbincangan

–    Total Korban Sudah 44 Orang-
–    Sudah Stabil 21 Orang-

LENTERASULTRA.com-Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari termasuk beberapa rumah sakit lainnya di Kota Kendari benar-benar dibuat sibuk oleh banyaknya remaja yang jadi korban paparan zat adiktif yang diduga Narkoba. Perilaku para korban yang seperti zombie-agresif dan merasa sangat kuat-membuat pihak rumah sakit bertindak tegas.

Rabu (13/9) malam, seorang perempuan muda bernama Tasya juga dibawa ke RSJ di Tobuuha, Kendari. Kondisinya awut-awutan, sesekali kejang dan terlihat hendak menyerang orang. Wanita berusia 18 tahun itu mengaku baru saja mengonsumsi obat yang diduga campuran berbagai zat. “Terpaksa kami kurung di sel, karena mengamuk dan memberontak” kata seorang petugas di RSJ, tadi pagi.

Tasya juga terlihat linglung. Kata sang petugas, wanita yang sehari-hari bekerja sebagai lady escort alias pemandu lagu di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) ini dibawa seorang polisi. “Saya baru satu kali ji (minum obat),” ungkap Tasya, kepada jurnalis media ini di balik jeruji RSJ Kendari, Kamis 14 September 2017.

Tasya mengaku, dirinya tinggal di Jalan Gersamata Kelurahan Lepolepo Kecamatan Baruga Kota Kendari. “Saya tinggal bersama nenekku,” katanya.

Dari segi penampilan, Tasya lumayan menarik. Selain berambut pirang kuning, Tasya juga memiliki dua tato bintang di betisnya. “Saya tato sama temanku di kota,” ujarnya.

Di balik jeruji, Tasya memperlihatkan perilaku aneh. Makanan yang disiapkan petugas tak dilahapnya. Satu bungkus mi siram dibiarkan tergeletak begitu saja. Sama halnya makanan yang ditempatkan di sebuah tupperware, tak ia sentuh.

Sementara itu, Arianto Halim yang mengaku keluarga Tasya mengaku, kerabatnya itu ditangkap oleh polisi semalam karena diduga sementara menikmati mumbul dengan beberapa kawannya. “Tadi malam itu ditangkap karena pada saat mereka transaksi, ada Banpol (informan polisi). Pada saat itu, mereka mendapatkan mumbul gratis,” paparnya.

Tasya sempat digelandang di Polsek Baruga, Polres Kendari, lalu dirawat di Rumah Sakit Bahteramas dan terakhir dikurung di jeruji RSJ Kendari.

Dia juga menyebut bahwa Tasya memiliki orang tua namun telah berpisah. “Keluarga broken home. Mama dan bapaknya cerai. Sekarang dia tinggal sama bapak dan mama tirinya,” katanya.

Masih pengakuan Arianto, Tasya baru saja lulus sekolah menengah atas (SMA) dan kerja di salah satu tempat karaoke di Kota Kendari.

Kepala RSJ Kendari Abdul Razak mengaku, total pasien yang telah dirawat di RSJ Kendari sejak Selasa lalu hingga hari ini sebanyak 44 orang.

Sekarang yang diobservasi (rawat) tersisa 22 orang. Sementara 21 orang dinyatakan keluar karena sudah stabil sedangkan satunya lagi dirujuk ke Rumah Sakit Abunawas. Sekarang kita lakukan observasi di beberapa ruangan perawatan,” katanya. (fandi)

Editor : M Rioddha

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU