Gawat, Perubahan Iklim Memperburuk Masa Depan Planet Bumi

26

-IKLAN-

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Para ilmuwan iklim memproyeksikan tentang masa depan planet bumi yang dihuni oleh miliran manusia saat ini. Permukaan laut naik, kebakaran hutan merajalela, dan badai menjadi lebih meyeramkan adalah hasil dari penelitian yang menjadi temuan secara sains oleh para ilmuwan.

Meski demikian, para ilmuwan kini juga bertugas untuk mengedukasi publik tentang cara kerja sains. Informasi salah yang berkembang dimasyarakat juga menantang ilmuwan untuk lebih meyakinkan publik untuk percaya pada sains dengan proyek yang tepat dan terukur tentang masa depan.

“Bisakah Anda benar-benar membuat proyeksi akurat tentang seperti apa planet ini dalam 50 tahun, satu abad dari sekarang?” Inilah pertanyaan yang harus mereka jawab.

Lima dekade terakhir, para ilmuwan khususnya ilmuwan iklim telah membuktikan penelitiannya dengan memberikan informasi yang akurat. Itu yang membuat para ilmuwan berpikir bahwa mereka bias memproyeksi masa depan planet bumi. 

Jamais Cascio, seorang ilmuwan terkemuka untuk Institute for the Future, sebuah kelompok nirlaba yang berbasis di Silicon Valley, mempelajari tren saat ini dan data yang tersedia untuk memaparkan hasil yang masuk akal untuk masa depan.

Para pekerja dan staf Cascio juga fokus pada perubahan iklim untuk membantu masyarakat mempersiapkan masa depan dan membuat keputusan yang tepat untuk dunia yang memanas.

Model iklim memprediksi bagaimana kondisi rata-rata akan berubah di suatu wilayah selama beberapa dekade mendatang. Para peneliti kemudian dapat memahami bagaimana kondisi yang berubah ini dapat berdampak pada planet ini, dan dapat dimanfaatkan untuk memahami perubahan iklim, kata Zeke Hausfather, seorang ilmuwan iklim dan direktur iklim dan energi di Breakthrough Institute, sebuah pusat penelitian lingkungan yang berbasis di Bay Area.

Model iklim pertama yang dikembangkan lebih dari 50 tahun yang lalu pada masa-masa awal ilmu iklim, membantu para ilmuwan mengukur bagaimana lautan dan atmosfer berinteraksi satu sama lain untuk mempengaruhi iklim. Model tersebut memprediksi perubahan iklim seperti perubahan suhu, pergeseran arus laut dan atmosfer.

Saat ini, model tersebut sangatlah rumit dan hanya dapat bekerja di beberapa super komputer paling kuat di dunia. Namun, dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang, model-model ini menjadi lebih berguna bagi para ilmuwan untuk memahami iklim dimasa lalu, sekarang dan masa depan. Mayoritas orang Amerika sudah memperhatikan dampak perubahan iklim di sekitar mereka, menurut survei Pew Research Center dari tahun 2020.

“Tetapi individu, bisnis, dan politik harus “beradaptasi dengan iklim yang berubah secara radikal dan berbahaya,” kata Cascio dikutip dari asiatoday.id.

Pada tingkat individu, orang harus mempertimbangkan iklim dalam semua keputusan mereka. Seperti, apakah akan memiliki anak, mobil mana yang akan dibeli, cara berinvestasi, kapan dan di mana mereka membeli rumah.

Pemerintah ditugaskan dengan keputusan iklim yang berdampak pada masa depan seluruh negara, seperti apakah akan berinvestasi dalam energi alternatif atau menulis kebijakan yang membatasi emisi.

Schmidt mengatakan model iklim harus dipertimbangkan apakah mereka memberikan perkiraan yang berguna. Hausfather saat ia memimpin sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters yang menganalisis keakuratan model iklim awal. Beberapa temuan dimasukkan dalam laporan terbaru dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterbitkan pada bulan Agustus lalu.

Bersama dengan rekan penulis Schmidt, Hausfather membandingkan 17 model proyeksi suhu rata-rata global yang dikembangkan antara tahun 1970 dan 2007 dengan perubahan aktual suhu global yang diamati hingga akhir 2017. Hausfather dan rekan-rekannya menemukan berita yang menjanjikan: Sebagian besar model cukup akurat. Setelah memperhitungkan perbedaan antara perubahan model dan faktor lain yang mendorong iklim, ternyata 14 dari 17 proyeksi model “secara efektif identik” dengan pemanasan yang diamati di dunia nyata.

“Itu adalah bukti kuat bahwa model ini secara efektif benar,” kata Hausfather.

“Idenya adalah untuk mengambil sains dan menanamkannya ke dalam pemahaman sejarawan tentang bagaimana dunia bekerja untuk mencoba memahami apa kemungkinan hasil yang kita lihat ke depan,” kata Cascio.

Sebagian besar pekerjaan Cascio dengan perubahan iklim memproyeksikan masa depan yang buruk. Dalam sudut pandangnya, rencana iklim yang “benar-benar mendasar” dan “transformatif” diperlukan untuk membuat perubahan yang diperlukan. Rencana yang “masuk akal dan dapat diterima hampir pasti tidak cukup”.

Jika emisi global dapat diturunkan ke nol, Hausfather mengatakan perkiraan model iklim terbaik menggambarkan bahwa dunia akan berhenti memanas dan Bumi masih memiliki harapan.

“Jika kita bisa melewati paruh kedua abad ini, ada kemungkinan besar bahwa kita akan berakhir dengan dunia yang benar-benar indah,” kata Cascio. (ATN)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU