BUMN China Dipercaya Penuh Garap Sejumlah Proyek Strategis di Indonesia

686

 

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Pemerintah Indonesia memberikan kepercayaan penuh kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China untuk menggarap sejumlah proyek strategis di Indonesia. Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Indonesia dan China telah menjalin sejumlah kesepakatan penting di sektor BUMN.

Adapun kesepakatan ini terkait proyek strategis yang kini sedang dikerjakan oleh BUMN, seperti kerjasama Indonesia sebagai hub regional untuk produksi vaksin, pembangunan pabrik bahan baku obat yang selama ini 90 persen import dan penelitian dan pengambangan obat herbal.

“Ini merupakan hal yang positif. Komitmen kerjasama untuk kita mandiri di dunia kesehatan sebagai ketahanan nasional,” ujar Erick, dalam keterangan tertulis, dikutip dari asiatoday.id.

Selain itu, Indonesia juga meningkatkan kerjasama pada sejumlah proyek infrastruktur vital dan kemaritiman dengan China. Erick turut hadir mendampingi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam pertemuan tingkat tinggi dengan pemerintah China pada Sabtu (5/6/2021) guna membahas sejumlah agenda. Selain Erick, juga hadir Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono.

Sejumlah agenda yang dibahas terkait proyek kerja sama prioritas, perdagangan, ekonomi dan investasi. Kerjasama ini terangkum dalam kerja sama High Level Dialogue on Cooperation Mechanism (HDCM). Erick mengatakan bahwa kerjasama ini menempatkan narasi keberpihakan terhadap perekonomian rakyat. Kerjasama juga dengan memperhatikan kepentingan nasional yang strategis. Proyek kerjasama ini akan melibatkan BUMN yang akan menjadi motor pembangunan di sejumlah wilayah di Nusantara.

“Selain di pulau Jawa, pembangunan strategis juga di wilayah Timur Indonesia. Sebagai misi untuk mempertegas kedaulatan maritim dan perikanan, Indonesia akan membangun pelabuhan perikanan di Ambon sebagai bagian untuk menyukseskan program lumbung ikan nasional,” ujar Erick.

Erick mengatakan, sesuai dengan yang disampaikan Menko Luhut, bahwa kerjasama ini dengan kesetaraan sebagai mitra yang memiliki semangat senasib dan sepenanggunan.

“Pada era pandemi yang mana seluruh negara terdampak, maka kerjasama menjadi jawaban untuk bisa bersama mengatasi krtisis. Apalagi kerjasama antara dua negara besar dunia, yakni Indonesia dan China. Ini menjadi komitmen dan usaha bersama untuk berkontribusi memberi perbaikan di segala sektor pasca-pandemi,” pungkasnya. (ATN)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU