Bukan Lagi Jarak, Kasih pun Kini Terpisah oleh Pandemi

62
Foto: Ilustrasi.

Pandemi Covid-19 memang sering jadi biang keladi. Selain mengubah cara dan gaya hidup kita, pandemi juga mengubah berbagai rencana hidup kita. Salah satu hal yang menyesakkan adalah gagalnya pertemuan dengan orang-orang yang dikasihi dan telah lama tak dijumpai, meski rencana telah disusun lama sedemikian rupa. Menjelang hari kasih sayang atau Valentine’s Day, Utami Hussin berbincang dengan beberapa diaspora Indonesia yang mengalami hal tersebut dan bagaimana mereka menyikapinya.

Menjelang hari Kasih Sayang, atau yang biasa disebut Valentine’s Day tahun ini, Henny Tella seharusnya mendapat kejutan: ditengok anak-anaknya yang sudah cukup lama tak dijumpainya! Perempuan warga negara bagian New Jersey ini baru belakangan saja tahu bahwa dua dari tiga anaknya, yang sudah lulus kuliah bahkan ada yang sudah mandiri memiliki usaha sendiri, kalau tak terhalang pandemi, sebetulnya sudah tiba di kotanya pekan ini.

“Saya baru tahu anak-anak membuat rencana tanpa mamanya diberitahu kalau mereka sudah pesan tiket untuk berangkat ke sini sebelum Valentine, rencana tanggal 10 sampai di Amerika,” ujarnya.

Pandemi membuyarkan kejutan yang telah lama direncanakan tersebut. Berbagai peraturan terkait pandemi yang menjadi terlalu pelik untuk dijalani, membuat rencana pertemuan pun batal. Meski sudah terbiasa bertemu secara virtual melalui video call dengan anak-anaknya, Henny merindukan pertemuan fisik dengan mereka.

Sementara itu, akhir Januari lalu Pinky Mara seharusnya sudah berada di tanah air, bertemu ibunda tercinta, anak, serta cucu yang belum pernah ditimangnya sedari lahir hampir setahun silam. Karena berencana pergi untuk waktu yang lama, perempuan warga Virginia ini pun bahkan beberapa kali menyempatkan bertemu dengan teman-teman akrabnya sebelum terbang ke Indonesia.

Namun ternyata kerumitan dan situasi yang tidak menentu karena krisis pandemi Covid-19 ini, membuat ia harus memendam kerinduan kepada keluarga tercintanya itu lebih lama lagi.

“Saya jadi nervous, jadi ingin tahu, ada anxiety, apa saja pengalaman yang membuat ngeri-ngeri takut. Saya banyak bertanya kepada teman-teman yang sempat pulang ke Indonesia dan bagaimana pengalaman mereka. Ternyata, pengalaman yang satu dengan yang lain tidak sama. Jadi kesan yang saya dapat, kok kayaknya kacau begitu loh,” tukas Pinky.

Saran dari teman-teman dan keluarganya akhirnya menguatkan Pinky untuk memutuskan menunda kepulangannya. Dengan berat hati, ia memohon maaf serta keikhlasan kepada keluarga yang telah begitu mengharapkan kepulangannya.

“Berat sekali ya, karena saya ingin melihat cucu saya. Waktu mereka (anak-anak) menikah saya nggak bisa datang, karena saya harus dioperasi. Kemudian, menjelang rencana kepulangan saya, ternyata ada Covid. Sampai di sana pun saya harus karantina. Belum tentu saya bisa berkunjung, ketemu ibu saya. Ya sedih, tapi gimana lagi, saya juga minta keikhlasan ibu saya,” tambahnya.

Namun demikian, seperti dikutip dari voaindonesia.com, Pinky yang terbiasa berpikir positif tak berlama-lama bersusah hati menghadapi pembatalan ini. Kalau terlalu khawatir, semangat bisa berkurang, jelasnya.

Pinky dan Henny sama-sama memanfaatkan teknologi untuk mengobati rasa rindu pada keluarga mereka. Mereka dapat saling bertatap muka meskipun tak bisa saling bersentuhan.

Pinky Mara, yang merindukan cucu yang sedang lucu-lucunya dan biasa ia temui melalui video call hampir setiap hari, mengatakan, “Buat Ibi, eyang masih belum bisa pulang. But we sent you a lot lot lot of love and kisses. Insyaa Allah kita ketemu ya Ibi…”

Sementara itu, sambil berharap kunjungan mereka dapat berlangsung tahun depan apabila krisis pandemi sudah mereda, ketiga buah hati Henny malah sudah menjanjikan kejutan lain dalam video call mereka pada hari Valentine mendatang.

Sambil menegaskan cintanya kepada ketiga anaknya yang ia panggil dengan sebutan Abang, Dika dan Caca, Henny mengatakan yang ia inginkan bukan kasih sayang yang sekadar ditunjukkan pada hari-hari tertentu, seperti Valentine’s Day.

“Tetapi kasih sayang yang tulus dari kalian, hari-hari kalian tetap menjalankan yang terbaik dalam hidup kalian, belajar yang baik, selalu sholat jangan tinggal, itu adalah kasih sayang yang kalian berikan kepada mama. I love you all,” pesannya. [uh/ab/VOA]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU

Buruh Tolak THR Dicicil

Para pekerja meneriakkan slogan-slogan saat protes menuntut kenaikan upah di Jakarta 1 November 2013. (Foto: Reuters/Beawiharta) JAKARTA,…