Pekan Ini, Ambulance Laut Kabaena Kembali Beroperasi

432
Darwin, Kepala Dinas Kesehatan Bombana. Ia menjelaskan bahwa keluhan masyarakat Kabaena soal ambulance laut akan segera teratasi pekan depan. FOTO :IST

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Keluhan masyarakat Pulau Kabaena di Kabupaten Bombana terkait tak adanya ambulance laut untuk mengangkut pasien rujukan atau memulangkan jenazah yang meninggal dunia di Kendari atau Kasipute, akhirnya terjawab. Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana memastikan bahwa ambulance laut bakal operasi kembali, paling lambat akhir hari Jumat, pekan depan. Kendaraan laut tersebut selama ini rusak dan saat ini sedang dalam proses perbaikan.

“Kami minta maaf atas situasi yang membuat saudara-saudara kami di Pulau Kabaena, selama sepekan terakhir tidak nyaman. Pemerintah bukan tak perduli, tapi ambulance laut yang selama ini dipakai sedang rusak. Alatnya tidak ada di Kendari, jadi harus pesan di Makassar. Insya Allah besok atau lusa tiba, kendaraan itu langsung diperbaiki. Hari Jumat, mudah-mudahan sudah bisa kembali beroperasi,” urai Kadis Darwin, Kesehatan Bombana kepada lenterasultra.com.

Ia menjelaskan, ambulance berkapasitas 7 orang itu sebenarnya adalah milik Poleang Tenggara yang diadakan tahun 2021 lalu. Saat Burhanuddin menjabat sebagai Pj Bupati, ia memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mengalihkan fungsinya untuk melayani masyarakat Pulau Kabaena. Itulah yang selama ini digunakan dengan gratis oleh masyarakat.

“Kami tanggung BBM-nya, nakhoda dan ABK-nya kami honor perbulan. Selalu stand by, hanya kan namanya peralatan bermesin, ada potensi kerusakannya. Itulah yang terjadi,” terang Darwin. Nantinya, jika ambulance laut itu kembali beroperasi, masyarakat yang membutuhkan tinggal menghubungi Dinas Keseharan Bombana, agar pihaknya bisa mempersiapkan diri.

 

Dianggarkan Kembali

Pemda Bombana bukan tak peduli soal kesulitan transportasi masyarakat Pulau Kabaena. Makanya, di tahun 2025, pemerintah menganggarkan pengadaan dua unit speed boat yang nantinya berfungsi sebagai ambulance laut, khusus untuk melayani masyarakat Pulau Kabaena. Anggaran sudah disiapkan dengan total Rp2,8 M. Sayangnya, proyek tersebut gagal diselesaikan oleh pemenang tendernya.

“Sampai November 2025, tidak ada progress pekerjaan. Kami akhirnya memutuskan kontraknya. Padahal, sudah kami beri teguran berkali-kali, tapi tetap saja pihak penyedia tidak bisa menyiapkan,” jelas Darwin, Kadis Kesehatan Bombana. Anggaran itu, kata Darwin, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan hanya dicairkan jika barang sudah tersedia.

Akibat gagal tender itu, Dinas Kesehatan tidak sepeserpun mencairkan dana itu kepada penyedia. Bupati Bombana, kata Darwin, yang mengetahui hal itu meminta agar tahun 2026 ini kembali dianggarkan dengan nilai dan jumlah yang sama. Darwin berharap, anggaran tersebut masuk dalam perubahan penjabaran APBD yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ambulance laut yang akan diadakan tersebut, menurut mantan Kepala Badan Pendapatan dan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bombana ini, secara fisik lebih besar dari yang ada saat ini. Kapasitasnya pun bisa lebih dari tujuh orang, dengan kecepatan tempuh juga lebih baik. Nantinya, dua unit kapal itu akan stand by di Kasipute dan Kabaena untuk melayani kebutuhan masyarakat baik yang hendak merujuk pasien maupun memberangkatkan jenazah.

“Saya tegaskan sekali lagi, anggarannya ada dan tak dialihkan ke program lain. Ini kan DAK, dengan sistem ada barang baru dibayar. Nantinya, kami akan benar-benar selektif memilih pemenang agar kejadian gagal penyedia tidak terulang kembali. Tiap pekan akan kita minta progressnya,” tukas Darwin. Ia memastikan jika Pemda Bombana sangat memperhatikan kesulitan yang dihadapi masyarakat Pulau Kabaena.(abi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU