BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Setelah menunggu dengan sabar plus sesekali mengeluh, ribuan pegawai paruh waktu di Kabupaten Bombana akhirnya bisa tersenyum. Gaji yang mereka tunggu selama sembilan bulan terakhir sejak ditetapkan, akhirnya bisa dibayar. Selain gajinya cair, pemerintah setempat juga sekalian menyodorkan perjanjian kontrak kerja. Total ada 2.106 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3K PW) di Bombana, Sulawesi Tenggara yang ketiban rejeki awal Oktober ini.
Penyerahan dokumen kesepakatan tertulis antara pejabat pembina kepegawaian (PPK) dan P3K Paruh Waktu diserahkan langsung Bupati Bombana Burhanuddin dalam apel akbar di kantor Bupati, Senin, 5 Oktober 2026. Menariknya, momen penyerahan kontrak kerja ini mirip perlakuannya saat penyerahan SK PPPK PW di akhir tahun 2026 lalu. Pemberian kontrak dan SK sama-sama dikemas dalam acara apel akbar dimana hari pelaksanaanya juga sama, yakni hari Senin di awal pekan. Yang berbeda tanggal dan bulan pelaksanaannya serta tempat gelaran apel akbar hingga pakaian yang dipakai P3k PW.
Jika apel akbar pelimpahan kontrak kerja PPPK PW dilaksanakan di Kantor Bupati, maka kumpul akbar penyerahan SK digelar di stadion Bombana pada Senin, 27 Januari 2026. Sementara untuk pakaian PPPK PW saat menerima dua lembaran pengakuan itu juga berbeda. Saat menerima SK diakhir Januari 2026 lalu, 2.106 PPPK PW mengenakan pakaian Korpri maka saat menerima kontrak kerja di hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia ke-81 itu memakai stelan khaki.
Momen lain yang menarik dari penyerahan kontrak kerja sama PPPK PW itu, Bupati Bombana Burhanuddin rela menunggu kehadiran pasangannya Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani. Meski sudah berada di tempat upacara, Burhanuddin bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah atau OPD, Camat, Kepala Sekolah (Kasek) dan Kepala Puskesmas (Kapus) yang berada di daratan Bombana, mantan Pj Bupati Konawe Kepulauan ini belum mau memulai upacara.
“Kita tunggu Pak Wakil Bupati dulu baru kita mulai upacara. Beliau sementara dalam perjalanan menuju kantor Bupati,” kata Burhanuddin menyampaikan penundaan sementara upacara melalui pengeras suara. Sembari menunggu, Bupati Bombana juga meminta seluruh OPD, Camat, Kapus dan Kasek yang lagi duduk dibawah tenda upacara untuk turun dari zona nyaman. Bupati meminta mereka untuk ikut berjemur bersama-sama dengan 1.608 PPPK PW (minus 498 PPPK PW dari Kabaena yang ikut via zoom) dari daratan Bombana yang ikut apel akbar. “Saya minta selain undangan, seluruh ASN turun dan berbaris di hadapan PPPK Paruh Waktu,” kata Burhanuddin disambut aplaus dari seribuan PPPK PW.
Sekitar 7 menit kemudian, Wakil Bupati Bombana muncul di tempat upacara. Ahmad Yani langsung disambut Bupati Bombana dengan beruluk salam. Upacara penyerahan kontrak kerja pun dimulai dan dipimpin Bupati Bombana. Proses penyerahan kontrak kerja dilakukan secara simbolis terhadap empat perwakilan PPPK PW yang telah ditunjuk. Selain kontrak kerja, perwakilan PPPK PW ini juga menerima penyerahan gaji sebagai PPPK PW.
Bupati Bombana Burhanuddin mengatakan apel akbar PPPK PW di kantor Bupati hanya diikuti PPPK PW yang bertugas di daratan Bombana sementara yang bertugas di kepulauan Kabaena tidak diundang karena jarak yang sangat jauh serta membutuhkan waktu dan biaya yang banyak. Burhanuddin bilang, penyerahan kontrak kerja sama bagi PPPK PW merupakan salah satu momentum luar biasa.
Mantan Kepala Dinas Sosial Pemprov Sultra ini bahkan sengaja meminta kepada seluruh kepala OPD dan ASN nya untuk turun berjemur bersama dengan seribuan PPPK PW dalam acara apel akbar tersebut. “Ini memperlihatkan bahwa kita semua duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Kita sama-sama kena matahari. Saya ingin meyakinkan kepada kita semua bahwa kita sama sebagai ASN, semua harus berbakti untuk negara dan semua berbakti dan berjanji untuk melayani masyarakat Bombana,” ungkap Burhanuddin. (adi)