Baznas Bombana Berseteru, Empat Bulan ZIS Tak Tersalur

Lima orang komisioner Baznas Bombana saat dilantik Bupati Bombana, Juli 2025 lalu. Belum juga setahun bekerja, mereka sudah pecah kongsi. Perseteruan mereka berimbas pada tak tersalurnya ZIS selama empat bulan. FOTO :DISKOMINFOS BOMBANA

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Belum juga setahun berjalan usai dilantik Juli 2025 lalu, jajaran komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bombana dikabarkan sudah pecah kongsi. Kursi Ketua Baznas, Abdul Azis Baking digoyang dan didera mosi tidak percaya oleh empat koleganya. Puncaknya, sebelum Ramadan lalu, nyaris saja terjadi adu jotos antara para pengurus ini. Penyaluran Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) kini macet.

Baznas Bombana saat ini diketuai Abdul Asis Baking. Ia adalah mantan Kepala Kantor Kemenag Bombana. Sedangkan empat lainnya adalah Andi Muh. Jupri, Hasirun, Mohammad Subur dan Andi Abdullah. “Sudah lama para komisioner ini tidak menggelar pleno atau rapat internal. Empat anggota lainnya sudah tak mau jika Pak Azis Baking jadi Ketua Baznas. Alasannya, saya tidak bisa memastikan,” kata seorang sumber di internal Baznas Bombana kepada lenterasultra.com, Jumat (27/3).

Perseteruan antara ketua dan anggota ini, menurut sumber tersebut, sudah berusaha dimedisi Pemda dengan menggelar pertemuan bersama Bupati Bombana. Konteksnya, islah. Tapi usai pertemuan tersebut, masalah ternyata belum selesai. Bahkan, mereka tidak saja berkonflik secara hati, tapi nyaris adu fisik. “Kejadiannya itu sebelum puasa. Sudah sempat baku sentuh. Kita ini yang di dalam akhirnya kena imbas. Pekerjaan tidak ada yang bisa jalan,” kata pria tersebut.

Akibat paling parah adalah semua zakat, infaq dan sedekah yang terkumpul sejak November 2025 sampai Februari 2026, belum ada satu rupiahpun yang disalurkan kepada mustahiq alias penerima. Padahal, infak dan sedeqah itu dikumpulkan tiap bulan dari setoran dan keikhlasan para pegawai negeri di Bombana. Total ada sekitar 1300 orang ASN menyihkan gajinya untuk disetorkan ke Baznas. Sayangnya, itu belum jadi pahala karena belum sampai ke penerima.

“Saya dengar, totalnya itu 300 jutaan. Sekarang macet di rekening Baznas. Tidak bisa disalurkan. Padahal sebelumnya bisa bantu modal kios-kios masyarakat, bedah rumah. Sekarang, karena tidak pernah rapat ini pengurus, jadi tidak ada keputusan yang jadi dasar penyaluran,” tambah sumber lenterasultra.com tersebut. Itu belum termasuk zakat fitrah yang masuk selama Ramadan, dari beberapa kecamatan dan sudah disetorkan. Semua itu belum disalurkan.

Staf di Baznas Bombana ini berharap agar masalah di internal ini bisa segera selesai. Pemda harusnya mengintervensi masalah tersebut dengan salah satu solusinya, memberhentikan semua komisioner Baznas Bombana. “Bekukan saja semuanya, jangan hanya satu atau dua orang. Nanti tunjuk pelaksana sampai periode selesai atau seleksi lagi. Nanti pilih benar-benar orang yang mau bekerja, yang sadar bahwa urus Baznas itu 75 persennya ibadah. Ini saya lihat, karena sebelum pensiun mereka punya kuasa, masuk di Baznas malah masih merasa “Bos”, seperti post power syndrome,” tukasnya.

Sayangnya, saat masalah ini dikonfirmasi ke Ketua Baznas Bombana, Azis Baking memilih tak memberi tanggapan, Pesan singkat yang dikirimkan kepadanya hanya tercentang biru alias terbaca. Padahal, di kesempatan berbeda, mantan calon Wakil Bupati Bombana ini selalu membalas pesan. Sedangkan komisioner lainnya bernama Hasirun, juga memilih tak berkomentar. “Maaf Pak, sebaiknya Bapak konfirmasi langsung saja dengan Pak Ketua,” jawabnya, singkat.(abi)