KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Tanpa banyak keriuhan, tak butuh kibaran panji-panji organisasi, dan tak perlu banyak drama, Partai Amanat Nasional (PAN) Bombana rupanya sudah menyelesaikan Musyawarah Daerah (Musda), guna memilih pemimpin partai itu untuk periode berikut. Hasilnya, H Tafdil kembali terpilih menjadi pimpinan partai berlambang matahari terbit tersebut untuk lima tahun mendatang.
Musda PAN itu sendiri digelar medio Februari 2026 lalu dengan cara virtual. DPP PAN turun langsung membuka dan memandu jalannya Musda di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sultra. Di Bombana, partai pemenang Pemilu di tingkat lokal tahun 2014 itu, kembali memberi amanah kepada H Tafdil, Bupati Bombana periode 2011-2016 dan 2017-2022 tersebut. “Iya…teman-teman formatur kembali mempercayakan saya sebagai Ketua PAN Bombana,” aku H Tafdil saat dihubungi lenterasultra.com, Kamis (26/3).
Untuk diketahui, Tafdil sudah memimpin PAN Bombana sejak tahun 2014 silam, alias telah 12 tahun. Itu terjadi sejak ia menjabat sebagai Bupati Bombana dan kini setelah purnatugas. PAN sepertinya sulit mencari figur lain yang setara bahkan melebihi Tafdil untuk jadi nakhoda partai itu. Padahal saat ini ada tiga kader-kader mudanya duduk sebagai anggota DPRD Bombana. Usia tiga legislatornya itu bahkan belum sampai 40 tahun.
Terkait hal ini, Tafdil menepis jika PAN dianggap anti regenerasi. Bagi PAN Bombana, regenerasi itu bukan hanya soal pergantian figur tetapi soal proses menyiapkan kader agar benar-benar siap memimpin, apalagi tantangan politik elektoral di masa depan makin kompleks dan sulit ditebak. “PAN sama sekali tidak pernah menutup pintu untuk regenerasi, tapi kami tak boleh sekadar ikut-ikutan. Regenerasi itu harus tepat waktu,” kata Tafdil.
Menurutnya, selama ini PAN tidak menutup ruang bagi kader yang ingin tampil, bahkan didorong mengambil peran, dan terlibat dalam pengambilan keputusan di partai. Kendati demikian, jika saat ini ia kembali dipercaya kembali memimpin, itu harus dimaknai sebagai bentuk kepercayaan, bukan keinginan untuk menghambat regenerasi. Namun demikian, mantan Bupati berlatar belakang pengusaha itu tetap berkomitmen bahwa proses kaderisasi dan regenerasi di masa depan harus lebih terstruktur dan terukur.
“Amanah ini (Ketua PAN Bombana) saya posisikan sebagai masa transisi. Fokus saya adalah menyiapkan dan mematangkan kader-kader potensial agar estafet kepemimpinan ke depan berjalan lebih kuat dan siap. Intinya, saya tidak anti regenerasi. Justru saya ingin memastikan regenerasi itu berhasil, bukan sekadar pergantian, tapi melahirkan pemimpin yang benar-benar siap,” tukasnya. Tafdil berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan PAN di Bombana dengan merebut kursi di DPRD Bombana lebih banyak dari saat ini.
PAN di Bombana pernah mencatatkan diri sebagai pemenang Pemilu local di tahun 2014 dengan perolehan kursi yang fantastis. Dari 25 kursi yang tersedia di DPRD Bombana, sembilan jadi milik PAN. Saat itu, hanya ada tiga Daerah Pemilihan (Dapil) yakni Kabaena, Rumbia Raya dan Poleang Raya. Di tahun 2019, kendati masih berstatus penguasa, PAN gagal mempertahankan dominasinya.
Di edisi 2019 dengan sistem lima Dapil, PAN hanya memperoleh lima kursi. Jumlahnya sama dengan raihan Partai Nasdem, yang justru jadi Ketua DPRD karena unggul jumlah suara. Sedangkan PAN harus puas mendapatkan jatah Wakil Ketua DPRD. Prestasi PAN makin merosot di Pemilu 2024 dengan hanya meraih tiga kursi dan gagal mempertahankan statusnya sebagai unsur pimpinan DPRD. Akankan di Pemilu 2029 (atau 2031), partai ini kembali ke performa terbaiknya? (abi)