KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Rabu tengah malam (25/3), suasana di batas kota tepatnya di daerah Puuwatu mendadak mencekam. Sekelompok massa yang diidentifikasi berasal dari Ormas tertentu menghentikan sejumlah truk yang sedang melaksanakan aktivitas hauling alias mengangkut ore nikel, yang hendak menuju Abeli. Massa ditengarai hendak melakukan pemerasan. Beberapa orang pemalang truk melengkapi diri dengan Sajam.
Untung saja polisi segera mendapatkan informasi terkait tindakan tersebut. Kebetulan sedang ada giat patrol gabungan bertajuk Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) skala besar di wilayah hukum Polresta Kendari. Tim pun segera menuju lokasi dan sukses menghentikan aksi pemalangan tersebut. Bukan hanya menggagalkan, aparat juga melakukan penyisiran. Hasilnya, petugas mengamankan dua orang yang diduga terlibat dan kedapatan membawa senjata tajam jenis badik. Kedua terduga pelaku beserta barang bukti berupa dua bilah senjata tajam dan tiga unit kendaraan roda dua turut diamankan ke Mapolresta Kendari sekitar pukul 01.30 Wita.
Petugas kemudian melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap sekitar 35 unit dump truck bermuatan ore nikel yang sebelumnya tertahan, hingga dapat melintas dengan aman menuju gerbang batas Kota Ranomeeto. Belum ada informasi resmi, tanah penuh material mineral tersebut milik perusahaan apa, dan alasan mereka menggunakan jalan umum untuk houling, bukan membuka sendiri jalur untuk aktivitas pemuatan ore tersebut.
Dalam rilis resmi yang disampaikan Bidhumas Polda Sultra disebutkan, kegiatan patroli ini melibatkan personel dari Subdit Dalmas dan Gasum Direktorat Samapta Polda Sultra, Sat Brimobda, serta jajaran Polresta Kendari. Subdit Dalmas dipimpin oleh IPTU Toyo Sumanto. sementara Subdit Gasum dipimpin oleh masing-masing dantim yakni AIPDA Baskar Basra dan BRIPKA Boy Sagita.
Selain menggagalkan aksi pemalangan truk nikel, patrol tim gabungan dari Reskrim dan Intelkam juga melakukan tangkap tangan terhadap enam orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana pemerasan terhadap seorang karyawan perusahaan tambang nikel di wilayah Kendari. Para pelaku beserta barang bukti langsung diamankan ke Mapolresta Kendari untuk proses hukum lebih lanjut.
Secara keseluruhan, kegiatan patroli KRYD berlangsung aman dan lancar. Seluruh personel selanjutnya kembali siaga di Mapolresta Kendari sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya.(red)