Kapal Tujuan Bombana Tenggelam di Perairan Poleang

 

Suasana kepanikan belasan orang penumpang KM Selebes saat kapal mereka tenggelam di perairaan Poleang. FOTO :IST

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Sebuah kapal kayu berbendera KM Selebes dengan tujuan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, tenggelam sebelum sampai tujuan. Belum dipastikan apa penyebeb kecelakaan tersebut, hanya dipastikan tidak ada korban jiwa dalam tragedi tersebut karena semua penumpangnya yang jumlah diperkirakan puluhan orang, berhasil selamat.

Informasi yang dihimpun lenterasultra.com, peristiwa itu terjadi Sabtu (14/2) pagi hari. KM Selebes karam diperairan Poleang, sekitar tiga jam dari Pulau Basa, Boepinang. Kapal ini, bertolak dari dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone di Sulawesi Selatan. Setelah tiga jam bertolak dari Bajoe, kapal dihantam gelombang tinggi dan karam. “Saya belum bisa memastikan total penumpangnya, masih didata,” kata Iptu Firdaus, Kapolsek Poleang, Bombana.

Kapolsek memastikan bahwa semua korban berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan warga sekitar dan kini sedang menjalani pemeriksaan dan perawatan di Puskesmas Poleang. Pihaknya masih sementara melakukan pendataan jumlah penumpang dan mengidentifikasi penyebab kecelakaan. “Belum banyak informasi yang bisa saya berikan, karena anggota masih di lapangan melakukan pengecekan,” katanya.

Para penumpang sesaat setelah dievakuasi kapal kapal nelayan. Semua berusaha mengabarkan keluarga masing-masing yang cemat. FOTO :IST

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Poleang, Muhammad Hatta mengakui bahwa pihaknya memang menerima belasan orang yang dilaporkan sebagai korban tragedi kapal tenggelam di Perairan Poleang. “Kalau tidak salah, semuanya masuk di Puksesmas tadi jam 12.00. Kalau kejadian tenggelamnya, saya tidak tahu juga,” kata Hatta saat dihubingi.

Berdasarkan data yang ada, tercatat ada 13 orang yang terdata sebagai penumpang dan kini sedang menjalani perawatan. Tapi relatif bisa ditangani. Kendati demikian, ada dua orang yang diberikan perawatan intensif hingga harus diinfus. “Muntah dan masih kedinginan,” jelas Hatta.(abi)