BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Satu terobosan penting di bidang layanan publik baru saja diluncurkan Pemda Bombana. Digawangi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), daerah itu kini punya layanan hotline, yakni panggilan 112. Di sini, seperti iklan salah satu produk minuman kemasan, apapun masalah warga silakan disampaikan. Tinggal ambil Ponsel, tekan 112 dan tunggu sampai masalahmu didengarkan operator call center itu.
“Iya, layanan 112 ini sudah kami luncurkan tepat di puncak ulang tahun Bombana, 18 Desember lalu. Hanya memang belum massif sosialiasinya, tapi sudah bisa digunakan,” aku Abdul Muslikh, Kadis Komunikasi dan Informai Pemkab Bombana kepada lenterasultra.com. Saat ini, kata Muslikh, layanan itu dikelola instansinya dengan berbagai keterbatasan. Salah satunya, soal staf yang berjaga yang hanya dua orang.
Kendati demikian, pihaknya tidak berpatah arang untuk melayani panggilan warga Bombana. Saat ini, kata Kadis Kominfo itu, sejumlah masalah yang bisa diadukan ke 112 mulai dari kebakaran, bencana alam, kecelakan, hal-hal terkait kesehatan. “Tugas kami, menyambungkan dengan instansi terkait. Memang bisa langsung, misal ke Polri yang juga punya aduan 119. Tapi lewat kami juga tidak masalah,” urainya.
Pejabat yang selalu terlihat aktif mengambil peran meluruskan berbagai isu terkait pemerintahan tersebut mengakui bahwa call center 112 yang dikelolanya masih belum maksimal karena kerap ada kendala jaringan komunikasi, termasuk sempat ada trouble di perangkat. Ia mengaku, pihaknya terus berbenah dan menyiapkan diri lebih baik agar bisa melayani keluhan publik.
“Sejak kami buka, ada-ada saja keunikannya. Yang repot kalau ada yang menelepon pakai bahasa daerah, itu jadi sulit menterjemahkannya. Belum yang prank call, telepon berbunyi tapi tak ada yang ngomong,” cerita Muslikh tentang kesan pihaknya mengelola layanan 112 tersebut. Semua situasi tersebut membuatnya terus mengevaluasi diri untuk berbenah dan menyiapkan call taker yang menguasai banyak Bahasa yang dipakai masyarakat Bomnbana.
“Semua kondisi darurat, silakan laporkan ke 112. Biar kami yang urus dan teruskan ke instansi berwenang. Kebakaran, sila ke 112. Ada pasien rujukan, butuh kendaraan bisa kami teruskan ke pihak berwenang. Kecuali PLN, misal ada kendala listrik kami belum bisa bantu karena belum kerjasama dengan PLN. Tapi instansi yang di lingkup Pemda sudah tahu soal ini termasuk di bagian bencana,” detail Abdul Muslikh.
Ia berharap layanan 112 ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik dan benar-benar saat mememiliki masalah darurat, bukan untuk hal-hal yang kesannya hanya bercanda. Menurut Kadis Kominfo, panggilan 112 ini jadi salah satu program utama Kementerian Komdigi yang disarankan ke semua daerah di Indonesia. “Jadi, silakan tekan 112 kalau ada masalah darurat,” pesan Abdul Muslikh kepada masyarakat Bombana.(abi)