Heryanto Bertarung Tanpa Lawan di Musda Golkar Bombana

Nasaruddin, Ketua SC Musda Golkar Bombana (kanan), menerima pengembalian berkas pencalonan Heryanto yang diantar LO-nya. FOTO :IST

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Bombana akhirnya hanya jadi gelanggang untuk melegitimasi kembalinya Heryanto menjadi pemimpin Golkar Bombana periode 2026-2031. Hingga ditutupnya pendaftaran calon ketua, Sabtu (17/1) sore, hanya Heryanto satu-satunya kandidat yang mengambil dan mengembalikan berkas pendaftaran, termasuk syarat administrasi. Dengan demikian, hampir dipastikan Heryanto bertarung tanpa lawan di arena Musda.

“Sudah kami tutup tadi (Sabtu) sore (pendaftaran). Hanya satu orang yang mendaftar yakni saudara Heryanto. Beliau juga sudah melengkapi berkas, salah satunya adalah rekomendasi dukungan dari pemilik suara,” terang Nasaruddin, Ketua Sterring Comitte (SC) kepada lenterasultra.com. Dengan demikian, Nasaruddin memastikan, Heryanto jadi kandidat tunggal Ketua Golkar Bombana.

Nasaruddin menyebutkan, dokumen dukungan yang diserahkan Heryanto melalui Laisson Officernya (LO) adalah dukungan dari 22 Pengurus Kecamatan (PK) Golkar se Kabupaten Bombana, ditambah dari AMPG/KPPG dan satu suara lain berasal dari organisasi didirikan/mendirikan. Pihaknya pun sudah melakukan verifikasi keabsahan semua dokumen pendaftar.

“Sudah rampung semua. Kami tinggal menyelenggarakan Musda. Apakah kemudian Pak Heryanto akan disepakati menjadi Ketua Golkar Bombana, semua tergantung peserta Musda,” kata Sekretaris Golkar Bombana itu. Ia menjelaskan, semua persiapan Musda yang akan digelar Minggu (18/1) pagi sudah rampung, dan siap digelar. Semua peserta dan pemilik suara juga sudah disampaikan undangannya.

 

DW di Bombana

Sementara itu, demi menghadiri Musda Golkar Bombana, Ketua DPD Golkar Sultra, La Ode Darwin telah berada di Rumbia sejak Sabtu petang. Ia hadir ditemani Ketua Harian DPD Golkar Sultra, Uking Djasa dan sejumlah pengurus lainnya. Bupati Muna Barat itu sempat menghadiri acara silaturahmi bersama masyarakat di pelataran sebuah hotel di Rumbia.

Di depan masyarakat dan kader Golkar yang hadir, pria yang akrab dipanggil DW ini sempat berkisah tentang perjalanan kariernya hingga jadi bupati dan Ketua Golkar Sultra. DW mengaku pernah menjadi bagian dari masyarakat Bombana saat menjadi salah satu karyawan di sebuah perusahan pertambangan emas di Wububangka, Rarowatu Utara. “Itu tahun 2010 sampai 2018 saya di Bombana ini. Jadi ini seperti pulang kampung,” katanya.(abi)