1 Oktober, Super Air Jet Kembali Terbang dari Baubau

27
Kepastian terbangnya SAJ mulai 1 Oktober nanti disampaikan Kepala Kantor UPBU Kelas III Betoambari, Anas La Bakara (tengah) saat bertemu dengan belasan jurnalis di Kota Baubau dalam acara Coffe Morning, Kamis (25/9/2026). Ia memaparkan renacan terbang maskapai Super Air Jet. FOTO :IST

 

BAUBAU, LENTERASULTRA.COM-Maskapai penerbangan Super Air Jet (SAJ) bakal kembali terbang dari Bandara Betoambari, Baubau mulai 1 Oktober nanti. Jadwal ini sedikit meleset dari rencana awal yang diklaim bakal mulai mengangkasa di September 2026. Kendati ada pergeseran waktu, armada burung besi ini menunjukan komitmennya untuk melayani kebutuhan transportasi udara masyarakat di wilayah Kepulauan Buton.

Kepastian terbangnya SAJ mulai 1 Oktober nanti disampaikan Kepala Kantor UPBU Kelas III Betoambari, Anas La Bakara saat bertemu dengan belasan jurnalis di Kota Baubau dalam acara Coffe Morning, Kamis (25/9/2026). “Armada ini nantinya melayani rute Makassar-Baubau dan Baubau-Makassar. Ini semua demi memperkuat konektivitas udara di wilayah Kepulauan Buton,” katanya.

Kehadiran penerbangan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah yang ada di wilayah Kepulauan Buton, sebagai bentuk sinergi dalam mendukung peningkatan konektivitas, mobilitas masyarakat, serta aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut. Pemerintah di wilayah Buton Raya memberi dukungan dalam bentuk program Subsidi Angkutan Udara Perintis atau subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat guna menekan tarif bagi masyarakat.

“Kami juga berharap agar kawan-kawan jurnalis bisa membantu, membangun sinergi yang menjadi bagian dari komitmen Bandara Betoambari untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik. Berbagai informasi mengenai pelayanan dan operasional bandara diharapkan dapat disampaikan secara proporsional sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang jelas mengenai layanan penerbangan serta berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan di Bandara Betoambari,” tukas Anas.

Menurutnya, bandara Betoambari terus bergerak, bukan hanya menghubungkan daerah melalui transportasi udara, tetapi juga menghubungkan informasi dengan masyarakat melalui sinergi dan keterbukaan. Membangun konektivitas tidak hanya berbicara tentang memperlancar pergerakan orang dan barang, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai layanan transportasi udara.(hta)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.