Enam Bulan Menjabat, Kapolres Bombana Sudah Dicopot

345
AKBP Eko Sutomo, saat menghadiri acara ramah tamah yang digelar Pemkab Bombana, menyambut kedatangannya sebagai Kapolres Bombana, Januari lalu. FOTO :IST

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Sutomo mencatatkan sejarah di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. 7 Januari 2026 lalu, perwira tinggi kepolisian ini datang ke wilayah yang kaya akan sumber daya alam tersebut dengan status sebagai Kapolres. Kini, hanya enam bulan bertugas, jabatannya sudah dicopot dan digantikan perwira tinggi lainnya. Eko Sutomo jadi Kapolres dengan masa jabatan tersingkat di Bombana. Ia kini diangkat jadi Wakil Dansat Brimob Polda Sultra.

Belum diketahui pasti penyebab utama hingga AKBP Sutomo buru-buru diganti sebagai Kapolres, meski usianya baru enam bulan, setelah sebelumnya bertugas sebagai Kapolres Bima. Ia bahkan boleh jadi belum mengenali semua wilayah di Bombana, apalagi mengunjunginya. Satu hal yang pasti, informasi terkait pergantiannya sebagai Kapolres Bombana sudah tersebar diberbagai grup media sosial termasuk tangkapan layer surat telegram pergantiannya.

Lenterasultra juga menerima tangkapan layer pencopotan Kapolres Bombana. Nama AKBP Eko Sutomo tercantum dalam surat telegram Kapolri Nomor ST/1341/VI/Kep/2026. Surat telegram ini dikeluarkan 25 Juni 2026. Dalam surat ini, AKBP Eko Sutomo, Kapolres Bombana diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sultra. Sementara penggantinya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kepercayaan kepada AKBP Irwandhy Idrus, Kasubdit 1 Ditressiber Polda Jawa Barat sebagai Kapolres Bombana. Surat pergantian Kapolres Bombana diteken Asisten Sumber Daya Manusia Polri, Irjen Polisi Anwar atas nama Kapolri.

Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Sultra Kompol Sarwo Agung Edi mengatakan sejumlah pejabat di Polda Sultra memang mengalami pergeseran. Selain beberapa direktur yang bergeser, sejumlah Kapolres di wilayah Polda Sultra juga mengalami pergantian. “Ada surat telegram mutasi yang masuk dari Mabes Polri. Sejumlah pejabat Polda Sultra berganti. Jabatan Kapolres Bombana, sepertinya masuk dalam mutasi terbaru Kapolri yang diterbitkan 25 Juni 2026 kemarin,” kata Sarwo Agung Edi kepada lenterasultra, Jumat pagi, 26 Juni 2026.

Untuk diketahui, selama enam bulan menjabat sebagai Kapolres di Bombana, kinerja AKBP Eko Sutomo memang kerap jadi sorotan publik. Ia bahkan telah dua kali jadi “santapan” media sosial gara-gara aksinya yang agak anti mainstream alias tidak lazim di ruang publik. Baru sebulan menjabat, tepatnya Februari 2026 lalu, ia ribut dengan sekelompok demonstran yang melintas depan kantornya.

Kala itu, ada sekelompok massa yang hendak menyampaikan aspirasi ke Kantor Bupati dan DPRD Bombana terkait sebuah perusahaan tambang. Saat melintas depan kantor Mapolres, mereka dihentikan. Massa protes dan lewat pengeras suara dengan lantang meneriakan agar kendaraan terus maju dan menabrak siapa saja yang menghalangi jalan. Rupanya, teriakan ini membuat amarah polisi tersulut.

Tangkapan layar telegram Kapolri yang menetapkan pergantian beberapa pejabat di Polri, termasuk Kapolres Bombana. FOTO :IST

 

Dalam video yang sempat beredar di publik, Kapolres Bombana terlihat naik ke mobil komando lalu menurunkan paksa sang orator hingga kemudian diamankan. Dugaan intimidasi pun mencuat. Sang orator dibawa ke markas termasuk sopir mobil dengan tuduhan membawa sajam saat berkendara. Polisi berdalih tidak menahan dua orang yang diamankan tersebut. Sayangnya, aksi itu viral kemana-mana apalagi terlihat jelas sang Kapolres dengan amarah meluap, sampai naik ke mobil massa.

Puncak “ketenaran” sang Kapolres terjadi 2 Juni 2026 lalu. Saat itu, ada sekelompok massa yang menggelar unjuk rasa di simpangan Tugu Brimob di Kasipute Bombana. Di atas mobil komando aksi, sang orator berorasi sembari menyarankan rekan-rekannya agar membakar ban bekas. Kapolres meminta agar tindakan itu tak dilakukan. Tapi massa tetap mempersiapkan ban, dan sang orator terus berteriak.

Eko Sutomo muntab. Ia langsung naik ke atas mobil komando. Dalihnya hendak mengambil pelantang suara yang digunakan sang orator, tapi dalam video yang viral terlihat jelas bahwa ada sedikit kontak fisik dengan peserta aksi, bahkan hingga terjatuh. Tindakan yang disebut arogansi itu memicu kritikan berbagai pihak, utamanya Lembaga-lembaga kemahasiswaan di Sultra. Mereka mendesak Kapolres Bombana dicopot segera.

Informasi yang diterima lenterasultra.com, pasca viralnya kasus tersebut, Kapolres Bombana akhirnya diperiksa dan dimintai keterangannya oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) termasuk dari Irwasum Mabes Polri. Entah karena dua kasus itu, atau ada pemicu lainnya, yang jelas, AKBP Eko Sutomo, alumni Akpol 2004 tersebut kini diharuskan mengakhiri jabatannya. Ia digantikan juniornya, alumni Akpol 2007.(adhi)

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.