Berguru Soal Air dari Makassar sampai Bandung

215
Sahabuddin, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kendari. Foto : Ist

 

KENDARI,LENTERASULTRA.COM-Keluhan tentang layanan air bersih di Kota Kendari masih sering terdengar. Ada banyak masalah, mulai dari air keruh, mengalir tanpa jadwal pasti hingga tagihan yang membengkak tanpa kejelasan. Ragam problem ini juga bikin DPRD Kota Kendari ikut merasakan bagaimana derita para pelanggan. Harus ada solusi jangka panjang agar ini tak berlarut.

Alasan inilah yang membuat sejumlah anggota dewan dari Kota Kendari berpikir untuk melihat dari dekat tata kelola air bersih di kota lain yang dianggap lebih bagus. Mereka memilih Kota Makassar di Sulawesi Selatan dan Bandung di Jawa Barat sebagai tujuan guna melihat dan membandingkan bagaimana PDAM di kota itu bekerja. Selama dua pekan, di bulan Mei, berangkatlah para wakil rakyat itu.

“Bagaimanapun, kami juga ikut merasakan bagaimana tata kelola PDAM Tirta Anoa milik Pemkot Kendari ini, sering dikeluhkan layanannya oleh pelanggan. Makanya, kami ke Makassar dan Bandung itu demi memberi masukan kepada PDAM bagaimana caranya memperbaiki mutu pelayanan dan pengelolaan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan kepada masyarakat Kota Kendari,” terang Sahabuddin, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Kamis (1/6/2023)

Dengan studi banding yang mereka lakukan, kata kader Golkar ini, pihaknya bisa melihat bagaimana tata pelayanan dan manajemen PDAM di Kota Makassar dan Kota Bandung yang sudah berjalan baik. Ilmu dan pengalaman itu bisa ikut diterapkan di PDAM Tirta Anoa Kendari guna meningkatkan mutu pelayanan dan pengelolaan manajemen.

Sahabuddin mengakui, pengelolaan manajemen dan pelayanan kebutuhan air bersih untuk masyarakat di PDAM Kota Makassar dan PDAM Kota Bandung sudah sangat profesional tata kelolanya. Di Bandung misalnya, PDAM di kota kembang menggandeng pihak swasta untuk kemudian menjadi mitra kerja dalam mengelola dan menyuplai air bersih ke masyarakat.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kendari Sahabuddin (tiga dari kanan) bersama -rekan-rekannya dari Partai Golkar. Foto : Ist

 

Hal tersebut terlaksana berkat dari ide dan gagasan orang-orang yang berada di lingkup PDAM Kota Bandung, agar bagaimana pemenuhan kebutuhan air bersih terus berjalan dan tidak memberikan kesan buruk pada pelayanan ke masyarakat. “Jadi, yang saya lihat model perjanjiannya antara PDAM Kota Bandung dan pihak swasta itu betul-betul mengikat. Bukan hanya kuasa pemilik modal atau Wali Kota dan swasta yang bekerjasama tetapi juga ikut dilibatkan pemerintah provinsi,” tuturnya.

Bagi Ketua Fraksi Golkar ini, keterlibatan pemerintah provinsi memudahkan PDAM Kota Bandung dan swasta ketika meminta penyuplaian air baku dari daerah lain dengan bantuan intervensi dari pemerintah provinsi. “Hasil kunjungan ini, nanti kami akan sampaikan ke pihak PDAM Tirta Anoa Kendari dengan mengundang mereka untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan memberikan gambaran seperti terkait model pengelolaan manajemen dan pelayanan air bersih disana,” jelasnya.

Sahabuddin mengakui pelayanan air bersih PDAM Tirta Anoa Kendari sangat kurang dan belum maksimal memberikan pelayanan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Olehnya itu dilakukan studi banding. Tentu memperbaiki pelayanan di PDAM Tirta Anoa Kendari menurut Sahabuddin, perlu dimulai dari internal PDAM Tirta Anoa Kendari memperbaiki infrastruktur sumber daya manusia (SDM).

Yang mana, mereka bekerja di PDAM Tirta Anoa Kendari harus benar-benar yang berkompeten sesuai bidang pekerjaannya, termaksuk bagaimana melahirkan sebuah ide, gagasan dan paham wilayah teritorial yang mereka kelola. Karena percuma ada ide dan gagasan, kalau soal teritorial dalam melihat sumber-sumber air baku saja tidak dikuasai.

“SDM mumpuni dan manajemen berjalan baik, yakin dan percaya pelayanan pemenuhan kebutuhan air bersih tidak akan ada lagi masalah seperti saat ini, yang kadang hanya sekali seminggu mengaliri rumah-rumah warga,” katanya.

Sahabuddin juga menyayangkan tidak adanya tindak lanjut dari PDAM Tirta Anoa Kendari untuk memanfaatkan sumber air baku regional, yang ia anggap banyak titik potensial di Kota Kendari tanpa harus mengambil air baku dari daerah lain.

“Kemarin juga harapan kita pemanfaatan Kolam Retensi Boulvard, tapi juga tidak ada progres yang dilakukan. Oleh karena itu, kedepan kita berharap pelayanan PDAM membaik dan kami di DPRD akan terus mengawal dan mengawasi,” tandasnya. (Adv)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU