Tingkatkan Kompetensi Guru, Dikbud dan Putera Sampoerna Foundation Hadirkan TLC di Sultra

70
Pj Sekda Sultra yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Asrun Lio turut menjadi narasumber bersama pihak Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Koordinator Kemitraan Teacher Learning Center (TLC) Sultra, dalam talkshow TLC Sultra di Kendari. Foto: Istimewa

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Kerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) sukses menghadirkan Teacher Learning Center (TLC) untuk peningkatan profesionalitas dan kompetensi guru di Bumi Anoa.

TLC Sultra hadir ditandai dengan kegiatan talkshow peran strategis TLC SuLtra mewujudkan pembelajaran 4.0 unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Pj Sekda Pemprov Sultra yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Asrun Lio mengatakan, kehadiran TLC merupakan wujud komitmen mendorong peningkatan profesionalitas dan kompetensi guru. TLC akan menjawab kebutuhan guru terkait pelatihan dan pendampingan yang berkualitas, dan langsung menyentuh tenaga pendidik.

“Kapasitas guru menjadi utama dalam peningkatan kualitas pendidikan kita. Tenaga pendidik harus mampu melakukan adaptasi terhadap perkembangan kondisi pembelajaran,” katanya.

Pj Sekda Sultra sekaligus Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Asrun Lio (dua dari kiri) membawakan materi dalam talkshow TLC Sultra di Kendari. Foto: Istimewa

 

Ia mencontohkan, kondisi saat ini mengharuskan pemanfaatan teknologi seperti handphone sebagai salah satu instruksi pembelajaran. Hal itu untuk merespon situasi pandemi Covid-19 yang menuntut pembelajaran daring.

“TLC Sultra merupakan lembaga dan program unggulan yang menghadirkan para pakar pembelajaran di bidangnya. Kami mengapresiasi peran Putera Sampoerna Foundation,” ungkapnya.

-IKLAN-

Pemprov Sultra dan PSF menagambil peran pemantauan penyempurnaan fasilitas TLC.
“Bukan karena saya alumni Putera Sampoerna Foundation sehingga kita menggandengnya. Melainkan kemampuan dan keterampilan lembaga ini sehingga Pemprov Sultra memilih bermitra,” ucapnya.

Ia menjelaskan, TLC Sultra diproyeksikan menjadi lembaga yang melayani pendidikan dasar, menengah, bahkan perguruan tinggi. Diharapkan kualitas pendidikan di Sultra terus meningkat seiring kompetensi guru yang terus dikuatkan.

Sementara itu, Jani Sinulingga mewakili otoritas PSF menjelaskan lembaganya memiliki fokus utama mengembangkan kualitas pendidikan yang ada di seluruh wilayah Indonesia. “Visi kami berada di garis terdepan dalam meningkatkan kualitas sekolah sehingga mampu menjadi rujukan dimana pun berada. Ini yang terus mejadi pegangan kami, “terangnya.

Pj Sekda Asrun Lio berfoto bersama Nara sumber TLC. Foto : Ist

 

Koordinator Kemiraan TLC Sultra, Idham menjelaskan, TLC Sultra terbentuk dari kekhawatiran Kadis Dikbud Sultra, Asrun Lio terhadap kurangnya pelatihan bagi guru. Pasalnya, pelatihan nasional maupun daerah masih kurang menyentuh tenaga pendidik secara langsung.

“Adanya PSF sebagai mitra maka dibetuklah TLC yang kemudian merekrut tenaga-tenaga yang memiliki ilmu pengetahuan mumpuni. TLC bisa memfasilitasi guru sekaligus menjadi siswa sehingga merasakan bagaimana dinamika pembelajaran yang asik dan menyenangkan untuk siswa. Jadi TLC ini dalam rangka menghadirkan guru-guru yang profesional,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pembina GTK Dikbud Sultra, Husrin Hamid mengatakan, talkshow tersebut merupakan puncak kegiatan TLC Tahun 2022, yang diikuti oleh seluruh Kepala Cabang Daerah (KCD) dinas, Ketua MKKS, hingga kepala sekolah SMA SMK se Sultra.

“Talkshow ini merupakan puncak acara educator sharing network yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan TLC Sultra. Jadi TLC merupakan lembaga yang dibentuk Pemprov Sultra, dengan misi menjadi lembaga peningkatan profesionalisme guru yang unggul, melalui pelayanan inovatif untuk mewujudkan pendidikan di Sultra berdaya saing global,” terangnya. (ADV)

 

Ode

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU