Desa Santiri, Mubar Masuk 500 Desa Wisata Indonesia, Tawarkan Sensasi Berburu Udang Saat Air Surut

614
Tampak pesona Desa Santiri, Kabupaten Muna Barat yang dipotret dari udara. Desa ini masuk 500 Desa Wisata Indonesia. Foto : Jandesta. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

 

LAWORO, LENTERASULTRA.COM – Kabupaten Muna Barat dikenal dengan daerah yang memiliki beberapa pulau kecil yang terbentang di selat Tiworo. Masing-masing pulau tersebut memiliki potensi wisata tersendiri, salah satunya Desa Santiri yang ada dipulau Balu.

Desa yang terletak di Kecamatan Tiworo Kepulauan ini masuk masuk dalam daftar 500 desa wisata Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Mubar, Al Rahman menuturkan Desa Santiri masuk dalam 500 daftar desa wisata setelah melalui seleksi administrasi Kementerian Pariwisata RI. Desa tersebut memiliki potensi wisata yang berlimpah. Mulai dari keindahan alam, budaya, hingga kebiasaan masyarakat yang masih kental sampai saat ini.

“Ada banyak yang menarik dari desa ini mulai dari pantai, keindahan bawah lautnya, adanya batu keramat, pengobatan tradisional, tradisi penyambutan atau iko-iko, hingga kebudayaan suku Bajo yang terus dipertahankan hingga saat ini,” kata Al Rahman kepada Lenterasultra.com saat ditemui diruang kerjanya, Kamis, 21 April 2022.

Desa ini, lanjutnya, juga memiliki keunikan lain dari pulau ini yakni wisatawan bisa menikmati banyaknya bagang yang mengelilingi pulau itu. Pulau ini juga menawarkan sensasi berburu udang saat air surut.

“Kebiasaan masyarakat disana akan berlomba -lomba menangkap udang saat air sedang surut,” ujarnya.

Mantan Camat Tikep itu mengatakan pemerintah saat ini terus mengembangkan wisata Desa Santiri, salah satunya dengan melalui menggelar fokus group discusion (FGD). FGD itu merupakan forum diskusi yang bertujuan mengembangkan ekosistem desa wisata yang merujuk pada konsep pariwisata berbasis masyarakat.

“Upaya yang kita lakukan sekarang adalah membentuk FGD. Forum ini diharapkan dapat menguatkan kelembagaan desa dan semua hal yang berhubungan dengan kelembagaan pariwisata,” sambungnya.

Rahmad, sapaan akrabnya menambahkan pihaknya terus mengupayakan melakukan pembenahan dan peningkatan desa tersebut, mulai dari pembenahan betuk fisik dan kesiapan masyarakat. Pembenahan beberapa aspek ini dilakukan untuk memberi kenyamanan bagi wisatawan. Termasuk juga untuk meningkatkan status wisata masuk dalam daftar 50 besar Desa Wisata di Indonesia.

“Yang mulai kita lakukan sekarang yakni mulai dari kesiapan transportasi laut, pola hidup sehat, hingga merubah pola pikir masyarakat untuk menyambut wisatawan dengan baik,” jelasnya.

Reporter : Sry Wahyuni

Editor : Ode

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU