Bupati Tafdil, Pakai Masker dan Vaksinasi, Pasangan Serasi di Masa Pandemi Covid-19

266
Bupati Bombana Haji Tafdil (kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada mantan Pj Bupati Bombana Sitti Saleha (kiri) disaksikan mantan Pj Bupati Bombana, Muh Hakku Wahab (tengah) saat perayaan HUT Bombana ke 18, Sabtu 18 Desember 2021. Foto : Nuryadi

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM- Pandemi Covid-19 sudah hampir dua tahun dirasakan seluruh penduduk di dunia. Tidak terkecuali di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Selama pandemi melanda, tercatat 583 penduduk Wonua Bombana terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, 561 orang dinyatakan sembuh dan 22 orang meninggal dunia.

Warga Bombana yang terpapar covid-19 mulai melandai sejak digenjotnya vaksinasi covid-19 serta penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Kasus Covid-19 mulai berkurang hingga tidak ditemukan lagi. Meski begitu, Bupati Bombana, Haji Tafdil mengingatkan penduduknya untuk tidak lengah. Pasalnya, pandemi covid-19 belum memiliki tanda-tanda akan berakhir.

Namun untuk memutus rantai penyebarannya, suami Andi Nirwana, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024, daerah pemilihan Sulawesi Tenggara ini meminta warganya tetap menerapkan prokes saat keluar rumah. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas. Selain itu, jangan lupa ikut vaksinasi.

-IKLAN-

“Situasinya hingga sekarang masih pandemi. Kita tidak boleh lengah dalam menjalankan protokol kesehatan. Karena masih pandemi, maka memakai masker dan vaksinasi covid-19, menjadi pasangan serasi untuk menekan angka penyebaran virus corona,” kata Tafdil. Tafdil bilang, jika berpergian atau keluar rumah dengan menggunakan masker, maka resiko penularan covid-19 bisa berkurang hingga 80 persen. Sedangkan bagi mereka yang sudah menerima suntikan vaksinasi dosis satu dan dua, bisa menekan resiko kematian hingga 73 persen. Dia juga menambahkan bahwa penggunaan masker dan pelaksanaan vaksinasi merupakan suatu kesatuan yang dapat mencegah terjadinya pandemi Covid-19 gelombang ketiga.

Tafdil mengatakan, pandemi covid-19 telah menyebabkan banyak perubahan dalam sistem kehidupan. Aktivitas serba terbatas, perekonomian terhambat serta mempengaruhi berbagai faktor lainnya. Meski demikian, Tafdil meminta masyarakatnya tidak boleh menyerah dalam kondisi seperti saat ini. “Kita harus tetap memiliki optimisme bahwa hari esok akan jauh menjadi lebih baik. Kita memiliki keyakinan, karena sesungguhnya sesudah ada kesulitan selalu ada kemudahan,” ungkapnya.

Penulis : Nuryadi

Editor : Nuryadi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU