Profil Andi Firman, Anggota DPRD Bombana -Kejar Kursi PNS, Dapatnya Kursi DPRD-

3,751
Andi Firman bersama istrinya, dr Andi Arwini Puji Novita

Tujuh tahun sudah seorang Andi Firman menyandang status sebagai anggota DPRD di Kabupaten Bombana. Karir politiknya ia mulai kala menjadi wakil rakyat di periode 2014-2019 dan berlanjut hingga tahun 2024 nanti. Tak banyak yang tahu bahwa lakon yang ia perankan saat ini, bukanlah cita-cita hidupnya. Ketika menempuh pendidikan, ia hanya berharap bisa jadi seorang birokrat.

“Impian saya sebenarnya hanya mau jadi pegawai negeri. Makanya, saya kuliah bahkan sampai ke jenjang strata dua. Jadi politisi, apalagi sampai jadi anggota dewan, itu karena perjalanan takdir yang membawa saya kesana. Sekarang, karena sudah di fase ini, saya berusaha menikmati dan memainkan peran ini dengan baik. Ada amanah rakyat yang saya panggul,” kisah Andi Firman.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini bercerita sekelumit perjalanan hidupnya kepada Adhi, dari lenterasultra.com yang menemuinya di rumahnya di jalan Tina Orima, Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Rabu (8/12/2021). “Saya ini lahir di Wajo, Sulawesi Selatan. Hijrah ke Bombana tahun 2009 lalu. Rencana mau daftar jadi PNS karena di sini ada penerimaan. Kebetulan ada jurusan saya,” kenangnya, tentang takdir yang membawanya sampai ke Bombana.

Pria yang pandai berkawan ini menuntaskan pendidikan jenjang strata dua (S2) di Universitas Hasanuddin (Unhas). Berbekal ijasah dan gelar master itulah, anak muda kelahiran Wajo 1 Juli 1980 ini datang mengadu nasibnya ke Bombana. Berkas pendaftaran untuk jadi calon pamong praja sudah ia siapkan. “Belum sempat saya mendaftar, malah diajak masuk politik. Gamang juga saya saat itu,” tukasnya.

Ajakan berpolitik itu diterimanya dari H Tafdil, Ketua DPD PAN Bombana yang juga Bupati Bombana. Andi Firman memikirkan betul opsi ini karena begitu ia memutuskan menerima, maka impiannya jadi PNS bisa ikut tamat. Setelah melalui pergumulan batin yang panjang, sekaligus meminta saran dari keluarganya, ia pun memantapkan hati untuk pindah jalur. Impiannya jadi birokat dikuburnya.

Usai menerima tawaran jadi kader PAN, Andi Firman langsung didaftarkan jadi Calon anggota legislatif (Caleg) untuk Pemilu 2014. Ia diajukan untuk menjadi wakil rakyat dari Dapil 1 yang saat itu mencakup Kecamatan Rumbia, Rarowatu, Masaloka, Lantari Jaya, Mata Oleo, Matausu. Jumlah kursi dari Dapil ini ada 9. Begitu didapuk jadi Caleg, lelaki muda ini langsung bergerak menyosialisasikan diri ke publik dan calon pemilih.

Bergabung di PAN yang memang saat itu sedang berkuasa, rupanya memberi dampak elektoral besar pada Andi Firman. Ayah dari lima orang anak ini bahkan meraih dukungan melebihi angka Bilangan Pembagi Pemilih (BPP), hingga yakni 3847 suara. Raihan ini, tidak saja mengantarkannya melenggang mulus ke parlemen dan ditetapkan jadi anggota DPRD Bombana periode 2014-2019, tapi juga ikut mengerek raihan kursi bagi PAN di Dapil ini hingga bisa mendulang 3 kursi.

PAN menghargai kesuksesan Andi Firman. Berkat kepiawaiannya merebut hati pemilih, partainya mengganjar lelaki ini sebuah posisi mentereng di parlemen, yakni Ketua DPRD Bombana. Ia gemilang di debut perdananya sebagai politisi di Bombana. Terpilih dengan suara terbanyak di Dapilnya, dan menduduki kursi prestitisius di dewan, sebagai Ketua DPRD Bombana periode 2014-2019.

Andi Firman bersama istri dan anak-anaknya

“Itu kisah saya saat pertama masuk PAN dan terpilih jadi anggota DPRD,” tukas Andi Firman sembari menyeruput kopinya mengenang perjuangannya tujuh tahun silam. Menurutnya, ia bisa meraih banyak dukungan meski bertarung di Dapil “neraka” kala itu, karena ia doyan berkeliling di pelosok, merekam keinginan masyarakat, dan mengajukan diri sebagai wakil mereka di parlemen. Andi Firman tampil mewakili generasinya sebagai sosok pembaharu.

Satu periode tuntas dilalui. Di Pemilu 2019, Andi Firman menjadi salah satu anggota DPRD incumbent yang memutuskan kembali bertarung. Tentu saja tetap bersama PAN. Hanya saja, situasi menjadi berbeda buatnya. Daerah pemilihan yang sebelumnya adalah gabungan delapan kecamatan, di Pemilu 2019, konstalasi diubah. KPU memutuskan membagi daerah itu menjadi dua Dapil, dengan komposisi 5 dan 4 kursi.

“Dulu yang Dapil 1, empat kecamatan jadi lima kursi. Lalu empat kecamatan lainya yakni Rarowatu, Rarowatu Utara, Lantari Jaya dan Matausu itu jadi Dapil 4. Kursinya juga tinggal 4. Disini saya juga sempat rumit mengambil keputusan, akan bertarung di Dapil mana. Hingga akhirnya, saya memilih ikut kontestasi di Dapil 4 saja,” imbuhnya, sambil mengingat bagaimana suasana kebatinannya menjelang Pemilu 2019 lalu.

Salah satu alasan kuat yang mendorongnya memilih Dapil 4 sebagai gelanggang bertarung karena dia ingin memberikan ruang serta tidak ingin berbenturan dengan caleg lain dari PAN di Dapil 1. Dari sisi strategi, Andi Firman ingin ada kader PAN yang bisa merebut satu kursi juga di Dapil 4 itu, dan setelah dipertimbangkan, ia merasa bisa mewujudkan harapan partai tersebut, meski jumlah kursinya relatif lebih sedikit.

“Sebelum saya memutuskan bertarung di Dapil mana, saya sudah pikirkan matang-matang. Antara Rumbia dan Rarowatu seimbang perolehan suara. Tapi karena saya ingin memberikan peluang sesama kader di PAN, makanya saya putuskan maju di Dapil 4. Hasilnya, meski jatah kursi di Dapil ini sedikit, saya menjadi salah satu kader PAN yang terpilih menuju gedung DPRD Bombana periode 2019-2024,” katanya.

Andi Firman anggota DPRD Bombana

Kematangan Andi Firman berpolitik memang teruji. Kendati bertarung di Dapil yang menyediakan kursi sedikit, ia tetap bisa memperlihatkan kemampuannya. Dia mendulang suara terbanyak kedua dari empat kursi yang diperbutkan di Dapil ini. Pria yang menamatkan pendidikan di SMAN 1 Sengkang tahun 1999 ini meraih suara 1.054. Suara sebanyak itu diraih di Kecamatan Lantari Jaya selebihnya merata di tiga kecamatan lainnya.

Diakuinya, raihan suaranya di Pemilu 2019 memang tidak seperti di edisi 2014. Menurutnya itu karena edisi 7 tahun lalu masih gabung delapan kecamatan dalam satu dapil. Sekedar pengingat, di tahun 2014 lalu, Andi Firman meraih hampir 4 ribu suara. Suara terbanyak di dapat di Lantari Jaya, 1,029, Mataoleo 800 suara, Rarowatu Utara 795 suara dan Rumbia, Rumbia Tengah 750 suara.

Menariknya, kesuksesan Andi Firman di periode kedua diraihnya—mengutip istilah anak mileniel-dengan gaya. Ia dia menjadi satu-satunya caleg yang bertarung tanpa menyebarkan atribut sosialisasi dan kampanye. Ia tak memasang baliho, tidak menyebarkan stiker, tidak mencetak baju kaos, bahkan tanpa atribut apapun, serta tidak rutin melakukan sosialisasi di lapangan.

“Saya menyampaikan lewat kawan-kawan, rakyat yang selama ini tahu peran-peran saya selama di DPRD. Begitu mereka tahu saya masih maju dan memilih Dapil 4, mereka yang kerja. Itulah benefit elektoral yang saya dapat karena selama ini tulus dan total bekerja untuk kepentingan mereka,” tandasnya menyoal keterpilihannya untuk periode kedua, meski tanpa atribut.

Ditanya apa yang dilakukan sehingga bisa terpilih kembali meski minim baliho dan kurang bersosialisasi, mantan ketua DPRD Bombana periode 2014-2019 ini mengaku, dirinya hanya sering melakukan investasi sosial kepada masyarakat. Menurut Andi Firman, jika seseorang telah menyentuh di hati masyarakat, maka susah untuk di goyahkan.

Selama menjadi anggota dewan, Andi Firman mengaku sering berada ditengah-tengah masyarakat saat dibutuhkan. Setiap ada kegiatan resmi atau tidak, suka atau duka, diundang tertulis atau lisan, jika masyarakat membutuhkan dirinya, dia pasti meluangkan waktu untuk datang. “Saya tidak bisa hadir atau ketemu masyarakat, jika kegiatannya bertepatan dengan ada agenda saya yang tidak bisa diwakilkan,” katanya.

Meski telah sukses menjadi anggota dewan Bombana dua periode, Andi Firman mengaku tidak akan lupa dengan sosok politikus bernama Haji Tafdil. Sebab dimata Andi Firman, Bupati Bombana ini merupakan guru politiknya, sehingga dia bisa duduk di DPRD Bombana dan menjadi ketua DPRD periode 2014-2024.

“Awalnya saya ini tidak tertarik dengan politik. Karena ajakan beliau (Haji Tafdil), sehingga saya bergabung di PAN dan masuk Caleg di Pemilu 2014,” cerita Andi Firman. Setelah tujuh tahun berlembaga di DPRD Bombana, Andi Firman tidak bisa menghitung lagi apa yang sudah diberikan kepada masyarakat yang diwakilinya. Bukan hanya bantuan, berbagai pembangunan infrastruktur juga sudah ditunaikan kepada masyarakat yang diwakilinya.

Andi Firman tidak ingin menyebutkan hal itu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat dan konstituen di Dapilnya untuk menilai dan menikmati apa yang sudah dia perjuangkan. Yang jelas, Andi Firman akan tetap memperjuangkan dan menjadi jembatan bagi masyarakat yang diwakilinya hingga tiga tahun sisa masa jabatannya di DPRD Bombana. Sebab, setelah masa tugasnya purna bakti, suami dari dokter Andi Arwini Puji Novita memilih “pensiun” dari DPRD.

Andi Firman tidak lagi berminat Caleg di Pemilu 2024. Alasannya, dia akan memberikan peluang kepada kader PAN lain untuk berkompetisi menuju gedung DPRD. Sebab selama ber DPRD, Andi Firman sudah merasakan semua jabatan. Mulai dari anggota biasa hingga kursi ketua DPRD.

“Selama di legislatif semua level sudah saya rasakan. Sejauh mana kewenangan DPRD terhadap masyarakat dan daerah itu saya sudah tahu. Makanya saya putuskan tidak lagi berpolitik melalui jalur DPRD. Yang jelas, kedepannya, saya tetap ingin lebih berarti baik itu masyarakat maupun daerah . Persoalan apakah nanti masuk dalam level lebih tinggi, itu tengantung keinginan masyarakat dan restu dan ridho Allah SWT. (***)

Biodata Nama :

Andi Firman, S.E.,M.Si

Tempat Tanggal Lahir : Wajo 1 Juli 1980

Nama Istri : dr Andi Arwini Puji Novita

Anak :

  1. Adilhaq Legista Mapesangka (13)
  2. Muhammad Fikram Batarabana (11)
  3. Queenaya (8)
  4. Falillah Aina Malaika (6)
  5. Firza Ghassani Rafanda (3)

Pendidikan :

SDN 99 Palaguna, Sengkang

SMP 2 Tempe, Sengkang

SMA 1 Sengkang 1999

S1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar, 2005

S2 Unhas 2011

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU