Profil Askhar, Anggota DPRD Bombana : Khatam di Jalur Konsultan, Gemilang di Ranah Politik

525
Ir Askhar, ST, anggota DPRD Bombana

Pelaut ulung tak lahir di laut yang tenang. Adagium lawas itu seolah menemukan pembenarannya bila melihat perjalanan hidup seorang pria bernama Askhar. Saat ini, ia menjadi salah satu dari 25 anggota DPRD Bombana untuk periode 2019-2024. Tapi untuk sampai ke posisi ini, ia tak meraihnya dengan mudah. Jalan hidupnya berliku. Terpaksa meninggalkan tanah kelahiran, lalu mengadu nasib di negeri orang. 

Tahun 2005 silam, Askhar bukanlah siapa-siapa. Ia hanyalah seorang lelaki biasa yang baru saja menyunting gadis bernama Herlina untuk dijadikan istri. Keduanya bermukim di Makassar, Sulawesi Selatan. Dari sinilah, penggalan episode sukses seorang Askhar dimulai. Ia diajak pulang ke kampung halaman sang istri, di Poleang, Bombana. Usia pernikahan mereka bahkan baru lima bulan kala itu.

“Ada tes CPNS di Bombana saat itu. Istri saya ingin ikut seleksi, sekalian mengadu peruntungan yang lebih baik di tanah Poleang, tepatnya di Kelurahan Kastarib,” ungkap pria kelahiran Bone tahun 1978 ini tentang perjalanannya hingga bisa menjadi warga Bombana bahkan jadi salah satu penghuni parlemen untuk periode 2019-2024 mendatang.

Pasangan muda itu kemudian memutuskan hijrah ke tanah Poleang. Berbekal titel Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), Herlina ikut seleksi CPNS. Ia dinyatakan lolos dan diterima sebagai pamong praja di era Bupati Atikurahman. Demi menemani dan mendampingi sang istri, Askhar memutuskan menetap meski belum ada kejelasan soal nasibnya, apa yang hendak ia kerjakan di kampung istri.

Kondisi tersebut memaksa pasangan ini memilih menumpang dan tinggal di rumah mertua. Askhar berusaha mencari segala rupa peluang kehidupan di daerah yang relatif baru buatnya itu. Berbekal gelar sarjana teknik yang dimilikinya, ia mencari lingkungan bergaul yang satu frekuensi dengan keilmuannya. Beberapa pengusaha jasa konstruksi ia dekati.

Askhar bersama keluarga

“Sebagai warga baru di Bombana saya perlu melakukan pendekatan untuk menambah teman dan kawan. Sementara kepada  pengusaha Poleang saya ajak untuk bergelut di dunia konstruksi dan saya ajarkan cara-caranya, karena latar belakang ilmu saya teknik dan memiliki pengalaman di bidang konstruksi sebelum ke Bombana,” kata Askhar, menukil pengalamannya saat berada di Bombana 16 tahun silam.

Askhar nampanya adalah pribadi yang baik. Ia bisa diterima di lingkungan baru. Pengetahuannya soal dunia konsultan sangat berguna dan disambut positif para pengusaha Poleang. Setahun kemudian, beberapa diantara penduduk setempat kemudian membuat perusahaan sendiri dan mulai “banting setir” menjadi pengusaha konstruksi.

Perlahan, kondisi kehidupannya kian membaik. Selama belasan tahun, pria yang menamatkan pendidikan strata satu di Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, juga ikut terlibat dalam usaha baru yang digeluti penduduk Poleang. Ia bukan saja dikenal di kampung istrinya, tapi sudah hingga ke wilayah lain. Ia juga sudah bergaul di level yang lebih tinggi. Askhar kin betah di Bombana.

Sebelas  tahun kemudian, tepatnya di tahun 2017, Askhar juga ikut membuat perusahaan konstruksi sendiri yang diberi nama CV. Perdana Tehnik Sultra. Namun ini hanya bertahan setahun. Juni 2018, Askhar memilih mundur dari dunia konstruksi dan memutuskan “hijrah” ke politik. Dia mempersiapkan diri tampil di Pemilu 2019, sebgaai salah seorang calon anggota legislatif. 

Keputusan ini dilakukan atas keinginan sendiri. Setelah berembuk dengan istri, mertua dan keluarga lainya, ia mengantongi restu dan dukungan penuh, Askhar resmi mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Bombana periode 2019-2024. Daerah pemilihan (Dapil) yang dibidiknya adalah kampung halaman istri sekaligus tempat tinggalnya, yakni Dapil 3 meliputi, Poleang, Poleang Barat, Tontonunu dan Poleang Tengah. 

Sebagai kendaraan politiknya, anak kedua dari lima bersaudara pasangan suami istri almarhum H. Muh Anwar dan Hj. Nursiah Bade, memilih Partai Amanat Nasional (PAN). Keputusannya berlabuh di Partai besutan Zulkifli Hasan ini, merupakan partai pememang pemilu di Bombana saat Pemilu 2014. Partai ini di Bombana dinakhodai Bupati Haji Tafdil serta program dan visi misi PAN pro terhadap rakyat. 

Askhar saat menerima aspirasi masyarakat

“Saya lalu “melamar” ke Ketua DPD PAN Bombana, Haji Tafdil. Alhamdulillah lamaran saya diterima, Ketua (Haji Tafdil) meresponnya dan memasukan nama saya sebagai salah satu nama Caleg PAN di Dapil 3, dan berada di nomor urut enam dari enam calon yang diajukan dari PAN,” kenang Askhar. 

Usahanya tidak sia-sia. Saat Pemilu 2019 lalu, nama Askhar menjadi salah satu dari enam nama yang diutus masyarakat di DPRD Bombana. Perolehan suaranya tidak mengecewakan. Askhar tercatat sebagai calon anggota DPRD Bombana yang meraih suara sah terbanyak di Dapilnya hingga mencapai 1.378 suara. Pemilihnya tersebar, tapi dominan di kampung halaman istrinya, yakni 970 suara. 

“Kalau di Poleang Barat, saya dapat 200-an suara, di Tontonunu ada 100 suara serta di Kecamatan Poleang Tengah juga ada meski tidak cukup 100,” katanya. Askhar menduduki kursi ketiga dari jatah enam kursi dari Dapil 3 menuju DPRD Bombana. Sejak 1 Oktober 2019 lalu, pria berkacamata ini, resmi menjadi anggota DPRD Bombana periode 2019-2024. 

“Perolehan suara sebanyak ini, berkat dukungan keluarga besar, kerabat, sahabat, teman serta kedekatan emosional dengan penduduk di Dapil 3,” katanya. Sejatinya, Askhar sudah sempat berikhtiar untuk jadi anggota DPRD di tahun 2009 lalu. Kala itu, ia jadi Caleg dari partai berbeda. Suaranya sama sekali tidak memadai untuk sampai ke gedung parlemen. Hanya 390 pemilih yang percaya padanya.

Askhar cukup pandai berhitung. Di edisi Pemilu 2014, ia memilih tidak mau konyol dua kali. Sebagai seorang konsultan, ia mengalkulasi peluangnya untuk menan g sangat tipis bila ia kembali memaksakan diri maju kembali sebagai Caleg. Ia pun memutuskan untuk tidak ikut kemeriahan kontestasi demokrasi tersebut. Barulah di tahun 2019, gairahnya untuk berpolitik tumbuh. Kali ini ia makin optimis karena bersama PAN.

“Selain soal peluang, di Pemilu 2014 itu saya ingin fokus ke pekerjaan. Dunia konstruksi yang saya geluti sedang banyak pekerjaan. Kawan-kawan pengusaha juga meminta saya untuk membimbing mereka. Makanya, saya libur dulu waktu 2014 itu,” tukasnya. Di 2019, peluangnya kemudian terbuka lebar, terutama saat KPU mengubah komposisi Dapil dimana di wilayahnya hanya terdiri dari empat kecamatan. Jadinya bisa ia jangkau dengan mudah.

Dunia konstruksi bagi Askhar bukan hal baru baginya. Setelah menamatkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi tahun 2002, kakak kandung dari Asriani Anwar, salah satu dokter spesialis radiologi di RSUD Bombana ini, sudah terlibat di dunia yang memang menjadi bidang keilmuannya. Askhar mengawali kerjanya sebagai konsultan pengawas lapangan pembangunan gedung Politeknik Makassar, Sulawesi Selatan. 

Setelah itu ia bekerja sebagai tenaga yang sama di CV. Anugerah Jaya, salah satu perusahaan di Makassar, Sulawesi Selatan. Setahun kemudian, Askhar hijrah di Kepulauan Selayar. Disini dia tetap menggeluti profesi yang sama untuk menerapkan ilmunya. Ia bahkan mendirikan perusahaan sendiri yakni CV Perdana Teknik. 

“Di Selayar itu, ada teman konsultan yang mengajak sekaligus meminta penjelasan pekerjaan lewat Aanwijzing terkait proyek pelataran parkir di daerah itu,” katanya. Selama di Selayar, Askhar merencanakan pembangunan pasar Batang Mata,  pembangunan areal parkir pasar ibukota Selayar serta berbagai pekerjaan konstruksi lainnya. Ia benar-benar khatam untuk urusan dunia konsultan. 

Bila kemudian saat ini ia merambah jalur politik, dan menangguk sukses, itu karena deretan pengalaman hidup yang telah menempanya menjadi orang kuat. Tugasnya kini sebagai seorang wakil rakyat butuh kecermatannya dalam menghitung segala hal yang dibutuhkan rakyat, seperti ia menghitung dan mengawasi dengan baik pekerjaannya di dunia konstruksi.  

Sudah dua tahun terakhir, Askhar jadi anggota DPRD Bombana. Selama itu, Askhar mengaku telah menjembatani apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Diantaranya, pembangunan jembatan di lingkungan Bajo Barat, jalan usaha tani di Kelurahan Kastarib, jalan usaha tani di Desa Pokorumba. Ia juga telah memberikan bantuan mesin jahit kepada warga di wilayah itu.

“Kawan-kawan yang fokus usahanya di perbengkelan juga sudah kita bantu alat perbengkelan dan pertukangan,” imbuhnya. Pembangunan lapangan sepak bola di Kelurahan Kastarib sudah pula ia tunaikan seperti janjinya saat maju sebagai Caleg. Meski begitu, apa yang sudah diperjuangkan ini, belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat yang diwakilinya. 

Olehnya itu, Askhar berdoa agar masih diberi umur panjang dan kesehatan untuk melanjutkan sisa kerjanya selama tiga tahun untuk berlembaga di DPRD Bombana. Semoga di sisa akhir jabatannya itu, Askhar masih bisa menjembatani apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan masyarakat terutama dari Dapil Poleang dan pemekarannya.(***)

 

Profil, Ir Askar, ST

Nama : Ir Askhar, ST

Tempat Tanggal lahir :  Bone 24 September 1978

Alamat : Kelurahan Kastarib, Kecamatan Poleang

Anak :

  1. Muh. Miqdad Mo’adz (15)
  2. Syauqiya Ramadhani Askhar (11)

Nama Orang Tua

Almarhum H. Muh Anwar

Ibu, Hj Nursiah Bade

Anak ke 2 dari 5 bersaudara  

Pendikan : 

SD Inpres 12/79 Biru 1 Bone 1991

SMP N 2 Watampone 1994

SMKN 2 Makasar 1997

S1. UMI Fakultas Tehnik jurusan sipil 2002

Pendidikan Profesi 2001

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU