Profil Musrif, SH, Anggota DPRD Bombana -Lompatan Sukses Sang Penakluk Samudera-

227
Musrif, SH, anggota DPRD Bombana dari Dapil Kabaena

Pernah di suatu masa, ada sebuah kapal ekspedisi yang merangkai samudera dari dermaga ke dermaga di berbagai pulau di Timur Indonesia. KM Berkah namanya. Bobotnya 25 gross ton, dengan spesifikasi muatannya adalah bahan kebutuhan pokok. Dari sekian banyak Anak Buah Kapal (ABK) di dalam bahtera itu, ada satu sosok anak muda bernama Musrif. Usianya kala itu sekira 22 tahunan.

Musrif, lelaki dari pesisir Pulau Kabaena ini bekerja di kapal tersebut sejak tahun 1995. Ia ikut berlayar menaklukan samudera bersama KM Berkah yang melayari rute Kabaena, Bajoe (Sulawesi Selatan), Ereke (kini Buton Utara), serta Wanci (Wakatobi). Di setiap persinggahan, kapal ini menurunkan berton-ton beras dan aneka kebutuhan lain. Mereka berdagang. Musrif baru memutuskan tinggal di darat alias berhenti jadi ABK, di tahun 2003.

“Delapan tahun saya kerja di kapal itu. Masih bujang saya waktu itu. Namanya cari kehidupan, bekerja jadi ABK di kapal bagi saya tidak masalah,” Musrif, menukil sepenggal kisah hidupnya di masa lalu sebelum akhirnya kini ia bergelut di dunia politik, sebagai seorang aktivis partai. Lelaki yang dulu berteman dengan terik matahari dan aroma laut itu kini telah menjadi seorang anggota DPRD di Kabupaten Bombana.

Lelaki kelahiran tahun 1973 tersebut kini telah tujuh tahun duduk di gedung dewan, sebagai salah seorang legislator. Dua edisi Pemilu, tahun 2014 dan 2019, ia sukses memenangkan hati rakyat dan diberi amanah menjadi anggota DPRD. Periode pertama di tahun 2014-2019 lalu berlanjut ke 2019-2024 untuk edisi kedua. Bila dulu ia menaklukan samudera, kini ia juga sukses menaklukan hati rakyat.

Untuk sampai ke tahap ini, tentu tidaklah mudah buatnya. Ada rangkaian getir yang harus dilaluinya. Setelah melakoni kehidupan muda sebagai seorang ABK, Musrif memutuskan banting setir. Ia lalu merantau ke Maluku, tepatnya di Pulau Ternate. Harapan awalnya ia ingin membangun satu usaha baru, namun ini tak bisa terwujud. “Terpaksa saya turun ke laut lagi. Saya jadi nelayan di Desa Akelamo, Kecamatan Kao,” kenangnya.

Nasibnya yang tak jua membaik meski sudah bekerja apapun, membuat Musrif memilih balik kampung. Ia kembali ke Kabaena. Peruntungan dimulainya dengan berbisnis kayu tapi ini juga setali tiga uang, gagal. Ia sempat mencoba merambah dunia politik dengan menjadi calon anggota legislatif di Pemilu 2009, dengan Partai Repubikan sebagai kendaraannya. “Gagal total. Hanya 189 suara saya saat itu,” katanya mengingat segala rupa upaya memperbaiki taraf hidupnya di masa lalu.

Musrif, SH bersama keluarga

Setahun setelahnya atau 2010, Musrif memutuskan masuk Rumbia, Ibukota Bombana. Di tempat ini, ia belajar jadi seorang kontraktor dari proyek-proyek pemerintah. Ia memulainya dari yang kecil-kecil. Nasib kemudian membawanya berkenalan dengan seorang bernama Ambo Sakka, tokoh masyarakat Bombana yang mengajarinya banyak hal soal politik hingga ia bertemu dan mengenal Haji Tafdil, Ketua DPD PAN Bombana yang kini jadi Bupati Bombana. “Semuanya berawal dari sana,” tukasnya.

Proses kemudian berjalan alamiah baginya. Musrif yang makin membaik di dunia kontraktor kemudian mendaftarkan diri jadi Caleg DPRD Bombana di tahun 2014. Ia memilih Dapil Pulau Kabaena yang menyediakan 5 kursi. Di pulau ini, Populasi pemilih terbesar terkonsentrasi di Kecamatan Kabaena Barat, daerah tempat Musrif bermukim. Saat itu, pemilihnya lebih dari 8000 ribu. Jumlah itu hampir setengah dari pemilih di Kabaena.

Maka, bila ada sosok politisi yang muncul dari wilayah itu, maka peluangnya untuk memenangi electoral sangatlah besar. Syaratnya, ia dikenal masyarakat di kawasan tersebut, punya latar belakang yang tidak mengecewakan dan tentu saja dukungan logistik yang kuat. Pra syarat itu sudah melekat pada sosok Musrif, lelaki yang lahir di Baliara,  15 April 1973 lalu.

Dengan sedikit polesan citra, tidak sulit bagi Musrif meyakinkan masyarakat untuk menyalurkan suara kepada kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Tidak tanggung-tanggung, meski didapuk diurutan 6 dalam Daftar Caleg Tetap (DCT) saat itu, perolehan suara seorang Musrif melompat berkali-kali lipat dibanding saat 2009 lalu. Di PAN, nasibnya bersinar terang.

Pria yang sudah lama akrab dengan ranah politik lokal ini sukses membekukan 1800-an suara, jumlah yang sangat banyak, bahkan terbanyak dari semua Caleg yang ada di Pulau Kabaena saat itu. Berkat raihan suaranya, termasuk suara signifikan dari Caleg PAN lainnya, partai yang dipimpin H Tafdil di Bombana ini, bisa mencapai Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) di Pulau Kabaena yang harganya lebih dari 3000.

Musrif, anggota DPRD Bombana

Lompatan sukses Musrif memang tergolong luar biasa. Sinarnya di politik bersinar terang ketika Pemilu 2014. Masyarakat di Sikeli dan Baliara, dominan menyalurkan hak suaranya kepada suami Fatmawati ini. Suara juga bisa ia raih dari beberapa wilayah lain di Kabaena, meski memang tidak sesignifikan raihannya di dua daerah yang selama ini sangat ia akrabi lingkungannya.

Ditanya apa resepnya sehingga dia bisa terpilih saat itu, dengan tegas Musrif punya jawaban menarik. “Yang terpenting ulet dan berada di tengahtengah masyarakat,” katanya. Dengan pendekatan itulah, maka ayah tiga anak ini ini mendapat simpati dari masyarakat. Dengan model pemilihan langsung, serta menjadikan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai tunggangan politiknya, Musrif mampu memperoleh suara 1.800-an dan menasbihkan diri sebagai peraih suara terbanyak dan meraih kursi pertama dari dapil tersebut.

Sebagai incumbent, Musrif kembali berlaga di Pemilu 2019 lalu. Kali ini, ia mendapat nomor urut 1 di PAN dengan Pulau Kabaena tetap sebagai Dapilnya. Kisah kemudian berulang. Pria yang baru menyandang gelar Sarjana Hukum, akhir November 2021 ini duduk kembali di periode kedua, setelah 1.229 warga dari Dapil 5 Pulau Kabaena, meliputi Kecamatan Kabaena, Kabaena Barat, Kabaena Selatan, Kabaena Tengah dan Kabaena Timur, mencoblos namanya.

Meski terpilih kembali  sebagai anggota DPRD Bombana di periode kedua, perolehan suara yang didapat tidak sesuai dengan target yang diharapkan. Perolehan suaranya di periode kedua menurun sekitar 30 persen jika di bandingkan periode 2014-2019. Saat tampil di Pilcaleg 2014 periode pertama, Musrif meraih 1.812 suara.

-IKLAN-

Menurutnya, ini karena basis konstituen incaranya beririsan dengan kandidat lain termasuk keluarganya, yang juga tampil di Dapil tersebut melalui partai lain. Namun dia bersukur karena, basis masa yang diperlihara selama ini, masih banyak yang memilihnya. “Intinya kita konsisten menjaga basis masa di daerah konstituen, memperlihatkan kinerja dan siap menjadi jembatan aspirasi masyarakat yang diwakili,” jawab Musrif saat ditanya sehingga dia terpilih kembali di DPRD Bombana.

Menjelang akhir tahun 2021 ini, Musrif sudah dua tahun duduk di periode kedua dan sudah tujuh tahun berlembaga di DPRD Bombana. Selama itu pula dia sudah banyak memberi kontribusi di Dapilnya. Berbagai bantuan dan infrastruktur dia perjuangkan. Diantaranya, bantu pembangunan jalan perkerasan di jalur Kampung Baru, Baliara Selatan menuju Sikeli. Panjangnya sekitar 700 meter. Pembangunan jembatan Kabaena, Desa Lamongi dan Desa Lengora, pembuatan talud penahanan gelombang di Kelurahan Lambale, Kabarna Timur, rehabilitasi jalan Tedubara serta aneka pekerjaan fisik dan non fisik lainnya.

Suami dari Fatmawati, SKM.,M.Kes, pejabat eselon tiga di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana ini mengaku, selama tujuh tahun berlembaga di DPRD Bombana, apa yang diberikan kepada masyarakat Kabaena, masih sangat jauh dari harapan. Di sisa tiga tahun keberadaannya di periode kedua, Musrif akan terus berupaya memperjuangkan apa yang mejadi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Alasanya ini pulalah, yang menjadi motivasi bagi Anak pasangan suami istri almarhum Abdul Halim dan almarhumah Sitti Nuhaerah ini saat memutuskan tampil lagi di DPRD Bombana periode kedua, hingga kemudian ia kembali terpilih. “Masih ada harapan masyarakat Kabaena yang harus saya wujudkan sebelum periode kedua saya ini berakhir. Soal setelah 2024, itu nanti kita pikirkan lagi,” pungkasnya saat lenterasultra.com, menemuinya di DPRD Bombana, Senin (30/11) lalu.

Nama : Musrif

Tempat lahir : Baliara, 15 april 1973

Istri :

Fatmawati, SKM.,M.Kes

Anak :

Muh. Akil Halim (6)

Muh Iradat Halim (4)

Muh. Faqih Halim (3)

Alamat, Lrg Pondok Bendi Il, Kelurahan Lauru, Rumbia, Bombana

Pendidikan :

SDN 1 Baliara

SMPN 1 Teomokole

SMAN 1 Baubau 1993

S1 Fakultas Hukum Perdata, Unsultra 2021

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU