Indonesia dan Republik Korea Jajaki Kolaborasi di Sektor Transportasi

150
Related Posts

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi dan Minister for Land, Infrastructure, and Transport (MOLIT) Korea Noh Hyeong Ouk membahas kerjasama bidang transportasi pada pertemuan bilateral Global Infrastructure Corporate Conference 2021.

Budi Karya mengatakan, kedua negara akan menjajaki peluang kerjasama pembangunan infrastruktur transportasi maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Pemerintah Indonesia memiliki sejumlah proyek pembangunan infrastruktur transportasi yang dapat dikembangkan melalui skema public private partnership (PPP) yang meliputi proyek pelabuhan, bandara, peningkatan transportasi darat, transportasi perkotaan, dan transportasi massal cepat,” kata Budi Karya dalam keterangan resmi, Senin (15/11/2021).

Menhub menyampaikan, saat ini pemerintah dalam proses mengembangkan terminal multifungsi sebagai bagian dari simpul transportasi untuk membentuk sistem transportasi jalan yang efektif. Sementara, pada transportasi perkotaan, Kemenhub sedang mengembangkan konsep pembangunan berorientasi transit (TOD) untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi dan mengintegrasikan antara jaringan transportasi umum massal.

Selain itu, Menhub menyambut baik hibah yang diberikan oleh Korea International Coorperation Agency (KOIC) kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk meningkatkan kemampuan kapasitas atau capacity building di Light Rail Transit (LRT) Jakarta.

“Kami juga menawarkan partisipasi dan kerjasama pengembangan infrastruktur transportasi perkeretaapian lainnya, seperti di wilayah Sumatera Utara, Bali, Surabaya,” jelas Menhub dikutip dari asiatoday.id.

Budi Karya menyambut baik partisipasi Republik Korea dalam pengembangan Bandara Singkawang di Kalimantan Barat untuk mendukung transportasi udara di daerah sekitarnya.

Selanjutnya, guna mengembangkan kemampuan sumber daya manusia pada politeknik dan akademi yang berada di bawah naungan Kemenhub, Menhub menyampaikan keinginan untuk menjalin kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) dengan MOLIT Korea berupa program magang bagi dosen untuk meningkatkan keterampilan mengajar serta mencari peluang beasiswa, kursus singkat, dan benchmarking untuk para siswa atau taruna.

“Kami terbuka untuk mencari peluang seperti pelatihan untuk pelatih, penelitian bersama, dan peluang kerja dan karier bagi lulusan,” lanjut Menhub.

Menhub Budi menambahkan, dalam kerangka kerjasama ASEAN, Indonesia telah mengusulkan pelatihan kerja maupun pertukaran pelajar sebagai salah satu kegiatan kategori program pengembangan sumber daya manusia dalam roadmap kerja sama transportasi ASEAN-ROK 2021-2025.

Pada pertemuan ini, Menhub Budi juga menyampaikan permohonan dukungan Pemerintah Republik Korea dalam pencalonan Indonesia sebagai dewan International Maritime Organization (IMO) kategori C mendatang dan anggota dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) kategori III untuk periode tahun 2022-2025.

“Sebagai negara maritim terbesar di dunia Indonesia berperan aktif dalam keanggotaan IMO dengan mengembangkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan di laut secara internasional. Di sektor penerbangan, Indonesia juga melakukan upaya aktif melalui pencalonan sebagai anggota dewan ICAO,” pungkas Menhub. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU