Erdogan akan Kunjungi Indonesia Tahun Depan

272

 

ANKARA, LENTERASULTRA.COM – Setelah sempat tertunda, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan mengunjungi Indonesia tahun depan. Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri (RI) Retno Marsudi saat bertemu dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu di Ankara, Selasa (12/10/2021).

“Kami membahas persiapan rencana kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia yang dijadwalkan pada 2022,” kata Menlu Retno dikutip dari asiatoday.id.

Pada Desember 2020, Erdogan sempat dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk membalas lawatan Presiden Joko Widodo, bertepatan dengan momentum peringatan 70 tahun hubungan Indonesia-Turki. Namun karena situasi pandemi, kunjungan Erdogan tertunda.

Indonesia dan Turki adalah dua negara yang telah menjalin hubungan erat dan hangat sejak lama. Kedua negara sama-sama memberikan kemudahan dalam berbagai hal, termasuk dalam hal visa. Urusan visa ini menjadi isu yang dibahas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu.

“Dalam pertemuan, Menteri Luar Negeri Turki menyampaikan kebijakan baru untuk pemberian bebas visa bagi Warga Negara Indonesia ke Turki,” kata Menlu Retno dalam keterangan pers virtual.

“Kebijakan ini akan berlaku dalam waktu dekat. Jika sudah ada keputusan kapan akan mulai diberlakukan, kami akan sampaikan kepada publik,” sambungnya.

Selain soal visa, Menlu Retno juga mengatakan bahwa Indonesia dan Turki adalah dua negara yang memiliki pandangan serta perhatian sama terhadap berbagai isu di level regional dan global, termasuk mengenai Rohingya di Myanmar.

Sejak lama, Indonesia dan Turki sudah menaruh perhatian mendalam terhadap nasib etnis minoritas tersebut.

“Indonesia dan Turki adalah negara yang sangat aktif dalam mendorong penyelesaian isu Rohingya,” jelas Menlu Retno.

“Sangat disayangkan, krisis politik di Myanmar mebuat upaya menyelesakan isu Rohingya menjadi semakin sulit,” sambungnya.

Krisis politik yang dimaksud adalah seputar kudeta militer di Myanmar yang terjadi pada 1 Februari lalu. Tidak hanya soal Rohingya, masalah pandemi Covid-19 di Myanmar juga menjadi sulit ditangani sejak terjadinya kudeta.

Selain soal Myanmar, Menlu Retno dan Cavusoglu juga berbicara mengenai situasi terkini di Afghanistan. Sejak dikuasai kembali kelompok Taliban, Afghanistan mengalami krisis ekonomi dan kemanusiaan, yang dikhawatirkan dapat menjadi semakin buruk jika komunitas global tidak ikut membantu.

“Kami menggarisbawahi kebutuhan dan kepentingan untuk membantu mengatasi situasi politik dan aspek kemanusiaan di Afghanistan,” sebut Menlu Retno.

“Indonesia dan Turki akan terus melakukan komunikasi, cara terbaik bagi kedua negara, bersama degan negara-negara lain yang sehaluan, untuk membantu Afghanistan,” pungkasnya. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU