Tak Usung Kadernya, Gerindra Andalkan Kader Nasdem dan PDIP Dalam Pilwali Kendari Mendatang

3.410
Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra, Lukman Abunawas. Foto: Herlis.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Masa jabatan Wali Kota Kendari bakal berakhir pada tahun 2022 mendatang. Sejumlah partai politik mulai mempersiapkan kader unggulan untuk memimpin Kota Lulo tersebut selama kurun waktu 2022-2027 nantinya. Sayangnya, salah satu partai ternama sepertinya tak ingin tampil penuh dalam Pilwali Kendari itu. Sebut saja, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Meskipun memiliki 4 kursi di parlemen dan tinggal mencari 3 kursi dalam pencalonan nantinya, partai besutan Prabowo Subianto itu justru berencana mengusung figur yang bukan merupakan kader Partai Gerindra.

Sekertaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra Sultra, Safarullah mengatakan, pihaknya melirik kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Abdul Razak dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Andi Sulollipu.

“Elektabilitas keduanya sangat kuat untuk menahkodai Kota Kendari ke depanya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Hasil Swab Negatif, 6 PDP Asal Kendari Dipulangkan

Kendati demikian, Safarullah tak membeberkan alasan sehingga tak ada figur Gerindra yang diusung dalam Pilwali Kendari 2022 mendatang. Usulan partai berlambang Garuda Pancasila tersebut sepertinya mendapat angin segar dari Partai NasDem. Pasalnya, Sekretaris Dewan Perwakilan Wilayah (DPD) NasDem Sultra, Ld. Ikhsanuddin Saafi mengatakan, pihaknya membuka koalisi dengan partai manapun selagi memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Saat ini, kedua paslon itu terus bergerilya dan memiliki popularitas serta elektabilitas yang tinggi di mata masyarakat.

“Ini langkah tepat untuk mengokohkan elaktabilitasnya,” ucapnya.

Ikhsanuddin menilai langkah-langkah yang dilakukan oleh kader partai besutan Surya Paloh untuk menyerap aspirasi masyarakat sangatlah gemilang.

Berbeda halnya dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Ketua DPD PDI Perjuangan Sultra, Lukman Abunawas, justru memberi peringatan kepada kadernya yang mencoba mengambil keputusan sendiri.

BACA JUGA:  Pejabat Eselon Dua yang Dilantik Ali Mazi, 11 Orang Peraih Peringkat Pertama Seleksi JPTP, Satunya Peringkat Tiga

“Silahkan saja kalau mau diusung partai lain tapi dia harus keluar dan berhenti dari PDIP,” katanya saat ditemui awak Lenterasultra, Jumat (15/01/2021).

Wakil Gubernur Sultra tak ingin menghalangi kadernya untuk berkompetisi dalam pesta demokrasi. Tapi ia juga tak ingin citra partai besutan Megawati itu tercoreng akibat adanya kader bandel.

LA lebih fokus mengevaluasi nama-nama kadernya untuk dipersiapkan memperebutkan orang nomor satu selama lima tahun ke depan di Kota Kendari. (A)

Reporter: Herlis Omputo Sangia

Editor: Wulan

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU