Optimalkan Pembelajaran, SLB BF Mandara Kombinasikan KBM Daring dan Luring

305
Kepsek SLB BF Mandara, Sunanto Wibowo. Foto: Isra.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Sekolah Luar Biasa (SLB) BF Mandara mengkombinasikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring dan luring. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran untuk sekolah berkebutuhan khusus di tengah pandemi Covid-19.

Kepsek SLB BF Mandara, Sunanto Wibowo mengatakan, seIain melakukan pembelajaran secara daring, pihaknya juga menerapkan pembelajaran secara luring untuk siswa tuna grahita dan autis.

“Karena mereka tidak tersentuh lewat daring. Mau tidak mau pembelajarannya itu secara luring, dengan catatan semua itu dibuat secara terjadwal, tetap mematuhi protokol kesehatan dan paling utama atas persetujuan dari orang tua siswa”, ungkapnya saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2021).

BACA JUGA:  Randis di Buteng Dipakai Untuk Kepentingan Pribadi

Ia menjelaskan, proses KBM secara luring dengan cara mengunjungi ke rumah siswa untuk memberi materi secara langsung sekitar satu setengah jam yang terjadwal sekali dalam seminggu.

“Jadi, anak dan orang tuanya ikut mendampingi. Setelah itu mungkin bentuk tagihannya juga bisa dilakukan secara daring seperti tugas atau soal yang harus dikerjakan itu dikirim lewat grup WA,” ujarnya.

Sementara itu, untuk KBM secara daring pihaknya mengalami sedikit kendala terutama alat komunikasi dan kecepatan respon informasi yg diberikan

“Guru-guru itu buat grup WA tapi tidak semua orang tua punya itu. Kadang nanti dua hari baru dibalas. Jadi, sejauh ini kendalanya seperti itu. Akan tetapi secara umum bisa berjalan dengan baik”, ujarnya.

BACA JUGA:  Cegah Penularan Virus Corona, Dinkes Buteng Libatkan 14 Puskesmas

Kendati demikian, ia berharap agar situasi pandemi segera berakhir agar KBM normal kembali.

“Karena antara guru dan siswa itu sudah saling merindukan. Anak-anak normal saja dengan situasi begini demikian repot dan ribetnya apalagi anak-anak berkebutuhan khusus”, imbuhnya.

Diketahui, siswa SLB BF Mandara sebanyak 128 orang yang terdiri dari 5 ketunaan, yakni tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna dasa dan autis. (B)

Reporter: Wa Ode Israwati

Editor: Wulan

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU