Dipimpin Tafdil, Bombana Masuk Kabupaten Sangat Inovatif di Indonesia

1.441
Bupati Bombana, Haji Tafdil

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM– Bupati Bombana Haji Tafdil mempersembahkan kado terindah di awal tahun 2021. Memasuki tahun kesembilan kepemimpinannya, Tafdil membawa daerah otoritanya diakui negara. Kabupaten Bombana masuk sebagai salah satu Kabupaten sangat inovatif di Indonesia.

Kabupaten Bombana berada diperingkat pertama di Sulawesi Tenggara serta masuk dalam peringkat 100 besar dari 415 Kabupaten yang ada di Indonesia. Pengakuan ini, dibukukan dengan surat keputusan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian nomor 100 – 4672 tentang indeks inovasi daerah, Provinsi, Kabupaten dan Kota tahun 2020. Dalam lampiran lembaran negara itu, daerah eks pemekaran Kabupaten Buton itu meraih skor indeks 2.343.

Sertifikat pengakuan daerah sangat inovatif dari Kemenristek. Foto : Ist

“Alhamdulillah, diawal tahun 2021 ini, Kabupaten Bombana kembali mendapat penghargaan dari Kemendagri dan Kemenristek. Bombana diakui sebagai Kabupaten sangat inovatif di Indonesia. Bombana berada diperingkat ke-72 dari seluruh Kabupaten yang ada di Indonesia,” kata Haji Tafdil, Bupati Bombana. Prestasi ini sambung Tafdil merupakan keberhasilan seluruh lapisan masyarakat, organisasi perangkat daerah serta dukungan dari jajaran forum komunikasi pimpinan daerah lainnya.

Tafdil patut berbangga dengan prestasi yang dikeluarkan dua Kementrian itu. Sebab, Kabupaten dengan peringkat sangat inovatif hanya diberikan kepada 131 Kabupaten dari 415 Kabupaten yang ada di Indonesia. Bahkan Kabupaten Bombana meraih peringkat pertama di Sulawesi Tenggara (Sultra) karena menjadi satu-satunya Kabupaten di Bumi Anoa yang masuk sebagai daerah sangat inovatif. Bombana selevel dengan Kabupaten Situbondo yang berada di peringkat pertama dengan skor indeks 24,011 serta Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Bogor yang berada diposisi kedua dan ketiga.

BACA JUGA:  Syarifuddin Udu, Pria Kelahiran Muna, Pejabat Eselon 1 di Kemendagri

Tidak hanya itu, daerah pimpinan Haji Tafdil ini, justru mengalahkan
Kota Kendari, Kota Baubau dan Pemprov Sultra. Kota Baubau dan Kendari bahkan mendapat predikat sebagai kota yang kurang inovatif dari Kemendagri. Sementara pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kemendagri memberikan predikat sebagai provinsi inovatif di pemerintahan Ali Maxi dan Lukman Abunawas.

BACA JUGA:  Ini Komposisi Alat Kelengkapan Dewan di DPRD Bombana
Lampiran keputusan Kemendagri terkait penghargaan indeks inofatif daerah. Foto : Ist

Lantas bagaimana dengan 300-an Kabupaten lain di Indonesia. Berdasarkan SK Mendagri itu, ratusan Kabupaten lain di Indonesia hanya mendapatkan penilaian sebagai Kabupaten inovatif, kurang inovatif dan tidak dapat dinilai.

Kepala badan penelitian dan pengembangan Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin mengatakan, ada tiga kategori dalam penilaian pengukuran indeks inovasi daerah ini. Pertama, kategori tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota. Sementara penilaian indek inovasi ini dilakukan dua kementrian yakni, Kementrian Riset dan Teknologi serta Kementrian Dalam Negeri. “Hampir seratus persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa memenuhi penilaian ini. Dan hampir seluruh aspek dalam pemerintahan dinilai. Mulai pendidikan, kesehatan, hingga pengakuan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Penilaian ini sangat komprehensif,” ungkap Anisa. (ADV/Adhi)

 

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU