Rektor IAIN Kendari Janji Usut Tuntas Oknum Dosen “Tak Senonoh”

290
Massa aksi bersama pimpinan kampus IAIN Kendari saat melakukan diskusi. Foto: Herlis

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Pasca menggelar aksi unjuk rasa sejak pagi hingga menjelang sore hari, Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd, akhirnya menemui massa dan melakukan hearing di gedung auditorium, Senin (23/11/2020). Dalam pertemuan yang dilakukan pada pukul 17.09 Wita itu, Prof. Faizah Binti Awad menegaskan kepada seluruh mahasiswa bahwa pencopotan terhadap dosen yang diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadap mahasiswa tidak dilakukan begitu saja. Ada prosedur dan kode etik yang harus dipenuhi jika pelaku terbukti melanggar aturan.

“Saya paham tuntutan kalian anak-anak tapi kita harus ikuti prosedurnya. Jangan sampai kita dibaleki kalau langsung mengambil keputusan sepihak,” ucapnya.

Prof. Faizah Binti Awad menegaskan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk memproses hukum dosen tersebut. Mahasiswa yang menjadi korban perbuatan tidak menyenangkan itu telah diperiksa dan dimintai keterangannya. Tapi, pihaknya belum mendapat klarifikasi dari si oknum tersebut.

BACA JUGA:  Hasil Survei THI, Rusman Emba Unggul di Pilkada Muna

Di hadapan massa aksi, ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengusut tuntas kasus tersebut dalam jangka waktu 30 hari ke depan.

“Saya justru berharap sebelum 30 hari ke depan kasus ini segera diselesaikan,” ujarnya.

Salah seorang mahasiswa inisial ADS dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengaku menjadi korban bersama beberapa rekannya. Mereka juga mempunyai bukti terkait perbuatan dosen yang melakukan tindakan tidak menyenangkan itu.

“Kami hanya butuh keadilan hukum. Kami juga tidak mau kampus IAIN Kendari yang identik Islami tercontreng oleh dosen itu,” katanya.

BACA JUGA:  Pasien Baru Covid-19 di Sultra Bertambah 46 Kasus, Sembuh 35 Orang

Dalam pertemuan tersebut, Ketua SEMA IAIN Kendari, Sarman mengatakan, bahwa pihaknya bakal membantu dewan kode etik IAIN Kendari untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi yang dibutuhkan demi melancarkan proses hukum ke depan.

“Kami punya rekaman suara, bukti chating juga sudah ada. Mahasiswa ditekan dan diintimidasi oleh dosen tersebut,” ujarnya.

Untuk diketahui, meski diskusi telah dilakukan namun saat ini mahasiswa yang menggelar aksi masih menduduki gedung rektorat IAIN Kendari dan membawa sebuah tenda yang bakal dijadikan tempat beralas. Mereka berencana akan bermalam di tempat itu sampai kasus tersebut diusut tuntas. (B)

Reporter: Herlis Omputo Sangia

Editor: Wulan

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU