Enam Bulan, Polisi dari Polda Sultra Makamkan 53 Pasien Covid-19

167
Tim pemakaman, pengamanan dan pengawalan jenazah Covid-19 Polda Sultra saat mengamankan salah satu pasien Covid-19 pada malam hari. Foto-Dok Ditsamapta Polda Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM– Kasus Covid-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra) pertama kali ditemukan pada 19 Maret 2020. Sejak saat itu virus corona terus menyebar di belasan Kabupaten dan Kota di Bumi Anoa. Hingga Kamis (13/11/2020), tercatat 5.529 orang terkonfirmasi positif.

Dari jumlah itu, 4.373 dinyatakan sembuh serta 1.068 dalam perawatan. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 88 orang, dimana 53 diantaranya dimakamkan oleh tim pemakaman, pengamanan dan pengawalan jenazah Covid-19, dari Polda Sultra.

“Selama enam bulan kami bekerja, sudah lebih 50 pasien kami makamkan dengan protokol kesehatan,” kata Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Amirullah, perwira pengendali (Pamdal) tim pemakaman, pengamanan dan pengawalan jenazah Covid-19 Polda Sultra.

Kabag Binops Ditsamapta Polda Sultra ini menambahkan, lima puluhan pasien yang sudah dimakamkan personilnya itu, merupakan pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia sejak April 2020. Hampir seluruh pasien yang dimakamkan, menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Bahteramas, Kendari.

BACA JUGA:  Mahalnya Tarif Internet Hambat Aktivitas Belajar Daring di Tengah Pandemi Covid-19

Amirullah menambahkan, tim pemakaman, pengamanan dan pengawalan jenazah Covid-19 terbentuk sejak akhir Maret 2020.
Pertengahan April, tepatnya 18 April  mereka pertama kali melakukan pemakaman pasien Covid. 10 hari kemudian di bulan yang sama, menyusul satu pasien lagi yang di kuburkan. Dua hari berikutnya, ada satu pasien Covid-19 yang dimakamkan.

-IKLAN-

“Selama 12 hari di bulan pertama kami bertugas, ada tiga pasien Covid-19 yang kami makamkan,” sambungnya. Sementara bulan Mei tercatat 3 pasien, Juli 1 pasien serta Agustus 6 orang yang dimakamkan.

Pasien terbanyak yang dimakamkan personilnya, terjadi dalam dua bulan terakhir. Yakni bulan September 14 orang serta di bulan Oktober sebanyak 18 orang. Sedangkan di bulan November, sudah 8 orang yang dikuburkan.

Masih terus bertambahnya pasien Covid-19 meninggal dunia, tidak luput dari perhatian Amirullah. Untuk mengurangi kerja personilnya menguburkan pasien Covid-19, mantan Kapolsek Soropia, Polresta Kendari ini, mengingatkan seluruh warga Sultra untuk tetap menerapkan protokol kesehatan setiap beraktifitas di luar rumah.

BACA JUGA:  Sembilan Kasus Baru Baru Positif Covid-19 di Sultra, Lima Kasus Sembuh

Mulai dari wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta hindari keramaian dan selalu menjaga jarak minimal satu meter. “Sudah banyak warga yang kami makamkan karena Covid-19 ini. Jika tidak ingin korban meninggal dunia terus bertambah, bantu ringankan tugas kami dengan terapkan protokol kesehatan. Ini obat yang ampuh untuk saat ini,” ungkap Amirullah. (Ads/Adhi)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Lenterasultra.com mengajak seluruh pembaca ikut mengkampanyekan protocol kesehatan di setiap aktifitas sehari-hari. Ingat pesan ibu, pakai masker, selalu mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.

 

 

Komentar Facebook

-IKLAN-

Get real time updates directly on you device, subscribe now.