Dokter, Bidan dan Perawat di Bombana Test Swab Massal

367
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Andi Ira Anggraeny Rahman SKM.,M.Kes. Foto : Adhi

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM– Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak hanya menutup sementara puskesmas Poleang Utara dan Lombakasih, pasca terkonfirmasi positif Covid-19 tenaga medis dan tenaga kesehatan di wilayahnya. Instansi pimpinan dokter Haji Sunandar itu, juga menggelar test swab massal bagi 92 dokter, bidan, perawat dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya yang bekerja di dua puskesmas tersebut.

Rest swab massal dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di kalangan tenaga medis dan kesehatan di Kabupaten Bombana. Tercatat 92 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang mengikuti test swab massal.  Rincianya, 42 dokter, bidan, perawat dan nakes lainnya berasal dari Puskesmas Poleang Utara, Kecamatan Poleang Utara serta 50 lainnya bekerja di Puskesmas Lombakasih, Kecamatan Rarowatu Utara.

Test swab massal di dua puskesmas tersebut dilakukan di waktu yang berbeda. Khusus di Puskesmas Poleang Utara, test swab massal sudah dilakukan sejak dua pekan lalu. Sementara di puskesmas Lomba Kasih, Rarowatu Utara digelar Jumat, 27 November 2020. Puluhan dokter, bidan, perawat dan tenaga medis ini menjalani test swab massal karena rekan kerja mereka terkonfirmasi positif Covid-19, berdasarkan hasil test swab PCR.

BACA JUGA:  Satu Personel Polda Sultra Positif Covid-19 saat Jalani Pendidikan Perwira

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Andi Ira Anggraeny Rahman SKM.,M.Kes mengatakan, 92 tenaga kesehatan dan tenaga medis menjalani test swab massal untuk menjaga kemungkinan penyebaran Covid-19 di kalangan tenaga kesehatan dan medis.

Sampel test swab massal ini, akan dikirim di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Jika nanti ditemukan tenaga kesehatan dan medis yang positif Covid-19 dari test massal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim satuan tugas percepatan dan penanganan Covid-19 untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Andi Ira mengaku sejak Covid-19 ditemukan di Bombana April 2020 lalu tercatat sudah 140-an penduduk Bombana yang terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut, hampir semuanya sembuh dan dua orang meninggal. Hingga akhir November ini, masih ada 20-an penduduk Bombana terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan baik di rumah sakit serta menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

BACA JUGA:  Dua Jenderal Kawal Autopsi Anggota TNI  yang Tewas Tergantung di Bombana

Masih terus ditemukannya kasus Covid-19 di Kabupaten Bombana, Andi Ira kembali mengingatkan dan menegaskan kepada seluruh warga Bombana agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M. Jika hendak beraktifitas di luar rumah, penduduk Bombana tetap wajib memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta selalu menjaga jarak. (Ads/Adhi)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Lenterasultra.com mengajak seluruh pembaca ikut mengkampanyekan protocol kesehatan di setiap aktifitas sehari-hari. Ingat pesan ibu, pakai masker, selalu mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.

 

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU