Bertani Cabai Rawit jadi Pilihan Kreatif di Tengah Pandemi

151
Berkebun cabai dengan memanfaatkan pekaragan rumah. Ist.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Penyebaran Covid-19 di dunia, termasuk di Indonesia berdampak bagi sejumlah sektor usaha di tanah air, seperti pariwisata dan perdagangan. Namun tidak dengan sektor pertanian. Sektor pertanian justru menjadi pengaman dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Sektor ini tidak bisa dianggap remeh karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Pertanian memiliki nilai ekonomi yang mampu membuat Indonesia bertahan dari ancaman krisis global, termasuk krisis yang diakibatkan wabah Covid-19 saat ini.

Maka dari itu sektor pertanian menjadi kebutuhan prioritas. Kegiatan produksi pertanian di masa pandemi Covid-19 ini harus tetap berjalan. Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar untuk sektor pertanian, salah satunya ada pada komoditas hortikultura yaitu cabai merah.

Petani cabai rawit, M. Andri Herdiatma salah satunya. Ia mengaku terus berinovasi untuk tetap menstabilkan hasil cabainya di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pria muda ini menekuni usaha d ibidang pertanian cabai merah sejak tahun 2019 lalu dan usaha tersebut diberi nama Wanara Garden. Kini ia mulai menikmati hasil cabainya.

BACA JUGA:  Covid-19 jadi Moment Persiapan Menghadapi Abad ke-21

“Kami tetap bekerja, dan terus berinovasi untuk selalu menstabilkan hasil panen cabai di tengah wabah virus corona ini. Walaupun bekerja di tengah teriknya matahari kami tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan,” terang Andri, Kamis (19/11/2020).

Ia menjelaskan, bahwa sebenarnya di tahun 2018 ia mulai mengarap lahan miliknya untuk ditanami cabai hingga ribuan pohon. Namun hasilnya kurang memuaskan, karena pengetahuan yang masih kurang di saat itu maka produksinya tidak maksial. Di Tahun 2019, ia terus belajar serta melakukan inovasi-inovasi dalam pemeliharaan kebun cabai, dan kini ia berhasil memanen dengan hasil yang maksimal.

Sebelum memantapkan usaha pertanian cabai rawit indofood terlebih dahulu telah dilakukan uji coba tanam sekitar 15 jenis bibit cabai. Hasilnya, jenis cabai indofood yang berhasil mendapatkan pasaran terbaik di pasaran.

-IKLAN-

“Cabai jenis indofood ini rasanya beda, lebih pedas dari cabai jenis lainnya. Sebelumnya kami sudah mencoba 15 bibit cabe namun pilihan kami jatuh ke jenis cabe indofood ini,“ katanya.

Kebun cabai tersebut memanfaatkan lokasi pekarangan rumah miliknya. Setiap petak lahan, ia menanam sekitar 20 hingga 30 pohon cabai. Petak yang berukuran panjang bisa mencapai 80 pohon dan totalnya kini 500 hingga 800 pohon cabai.

BACA JUGA:  Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sultra Berbagi Paket Sembako

”Cabai memang tanaman yang cepat menghasilkan buah. Hanya butuh tiga bulan untuk panen. Apalagi dengan perlakuan yang baik terhadap tanaman seperti memberikan pupuk dan menyemprot hama dengan baik bisa seminggu sekali dipanen,” ungkapnya.

Untuk pemasaran, ia telah menggandeng beberapa usaha yang bergerak di bidang penjualan online seperti sayur box, rumah makan, dan kedai sayur.

” untuk pemasaran cabai Indofood ini, kami melayani juga melalui online agar memudahkan konsumen memperoleh kebutuhan pangan walau tetap di rumah,” jelasnya.

Tidak hanya mendapatkan keuntungan dengan bercocok tanam cabai rawit, kini Wanara Garden juga telah masuk dalam daftar penilaian Kota Sehat Indikator Pemanfaatan Pekarangan Rumah dan telah mendapatkan kunjungan dari Kementerian Kesehatan dan  Dinas Kesehatan Kota Kendari. ( Ads/ Sri Ariani).

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Komentar Facebook

-IKLAN-

Get real time updates directly on you device, subscribe now.