Berkarya di Tengah Pandemi, Honorer Ini Mampu Raup Omset Rp50 Juta Per Bulan

4.987
Dwi  saat menunjukkan butik miliknya. Foto : Nurhayatul Islamia.

KONSEL, LENTERASULTRA.COM – Meski tengah dihadang pandemi yang berimbas pada sektor ekonomi, namun hal ini tidak berlaku bagi Septriana Dwi Pangestu. Gadis muda ini mampu menunjukkan kemandiriannya secara finansial. Meski ia hanya bekerja sebagai operator komputer di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Andoolo dengan status tenaga honorer yang bergaji tak seberapa, namun nyatanya ia mampu menghasilkan omset hingga Rp50 juta per bulan.

Tentu saja, hal ini berkat usaha butik yang ditekuninya sembari bekerja. “Awalnya banyak yang suka nanyain pakaian yang sering saya gunakan. Banyak yang suka dengan model yang saya pilih, yah jadi kepikiran untuk jualan pakaian deh, tapi mulai dari jilbab dulu, nda banyak awalnya main 10 pis saja,” ujar Dwi,Sabtu (21/11/2020).

Dengan kemauan yang kuat, Dwi kemudian mulai menawarkan jualannya melalui media sosial. Hasilnya pun sangat memuaskan karena respon masyarakat sangat baik.

“Yang paling utama itu saya jaga kualitasnya, sama harganya itu terjangkau,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Yudhianto Mahardika Berikan Bantuan APD ke RS Rujukan Covid-19

Setelah melihat perkembangan usahanya yang makin meningkat, akhirnya ia pun yakin untuk mendirikan butik pribadinya tepat di samping rumahnya. Butik yang yang didominasi warna pink itu ia beri nama Ar_Razzaqu, yang akhirnya ia buka untuk pertama kali saat pandemi Covid-19 tengah melanda.

“Buka pertama saat lebaran, itu sudah ada wabah Covid-19, jadi khawatir tidak akan ada pelanggan, tapi saya yakin pasti setiap rezeki Allah siapkan jalannya,” terangnya.

Sebagai alumni jurusan ekonomi, Dwi pun tidak kehilangan cara untuk mencari strategi dalam penjualan sekalipun di tengah pandemi Covid-19. Dengan memanfaatkan sosial media, ia menjelaskan secara rinci kelebihan barang yang dijualnya kepada calon pembeli.

-IKLAN-

“Dulu itu Covid-19 sangat mengerikan orang keluar rumah saja takut, akhirnya saya manfaatkan media sosial, tiap hari di butik buat video review dari semua barang sekaligus jelasin bahan dan kelebihannya, bahkan dulu saya sendiri jadi kurirnya,” ucapnya.

BACA JUGA:  Olahraga jadi Benteng Setelah Protokol Kesehatan

Mendapatkan respon memuaskan dari para pengguna media sosial terutama pengguna instagram, orderannya langsung meningkat dan tidak sedikit yang ingin langsung berkunjung ke tempatnya.

“Banyak orang yang liat video saya di medsos dan tertarik langsung datang ke butik, yang tadinya mungkin cuma mau beli satu tapi pas liat langsung barangnya malah jadi beli banyak,” ungkapnya senang.

Tidak tanggung-tanggung kini dari usahanya itu dia bisa meraup pendapatan bersih minimal sebanyak Rp20 juta per bulan.

“Kalau pendapatan kotor sih sampe Rp50 juta, tapi kan mesti di putar lagi, sama bayar gaji satu orang karyawan, bayar listrik juga, jadi bersihnya itu Rp20 juta per bulan,” terangnya.

Dan kini, pendapatannya itu ia manfaatkan untuk melanjutkan kembali pendidikannya di Pascasarjana Universitas Halu Oleo pada Program Studi Ilmu Ekonomi.(Ads/Nurhayatul Islamia)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Komentar Facebook

-IKLAN-

Get real time updates directly on you device, subscribe now.