Tak Mau Disanksi, Dua Pemuda Adu Mulut dengan Tim Operasi Yustisi

595
Tim Operasi Yustisi saat berusaha memberikan edukasi kepada warga yang melanggar prokes Covid-19. Foto: Ist.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Aksi tak terpuji pelanggar prokes Covid-19 diperlihatkan oleh dua pemuda di Taman Kali Kadia pada Minggu (29/11/2020). Keduanya tak terima di tegur, diberi sanksi. keduanya bahkan melakukan perlawanan dengan Tim Operasi Yustisi Pencegahan Covid-19. Untuk menghindari adanya gerakan tambahan dari kedua pihak, aparat yang bertugas membawa pemuda tersebut ke Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari untuk diberikan edukasi.

Peristiwa tak terpuji itu terjadi pada pukul 21.50 Wita. Seperti biasa, Tim Operasi Yustisi membagi tugas menyusuri tempat keramain. Warga yang melanggar prokes dilakukan pendataan, diberi sanksi dan diedukasi agar tak mengulangi kesalahan yang sama. Ironisnya, dua pemuda berbaju putih dan hitam itu justru melakukan perlawanan.

“Saya tidak bawa masker, nanti saya beli masker. Saya hanya singgah beli minuman untuk anakku,” ucapnya di hadapan petugas.

Aparat gabungan pun berusaha memberi sanksi agar tidak ada pilih kasih bagi pelanggar. Sayangnya pemuda berjenggot itu bersikeras dan membandingkan dengan warga lain. Sembari menunjuk salah satu warkop, ia mengatakan masih banyak yang melanggar dan tidak memakai masker.

“Kalau saya tidak turun dalam mobil bagaimana. Masih banyak yang di dalam sana tidak pakai masker. Saya malu dikasih begini. Hanya singgah sebentar kemudian mau balik di rumah,” katanya.

Rekannya, pemuda berbaju putih juga memperlihatkan aksi yang membuat geram petugas. Saat aparat memberikan pilihan sanksi yakni membersihkan, menghafal Pancasila, menyanyi atau push up, ia seolah meledek petugas. Ia mengambil bungkusan rokok kosong disampingnya sambil mengatakan bahwa ia telah membersihkan.

“Ini (bungkusan rokok) membersihkan namanya to,” ucapnya sambil menertawakan petugas yang bakal memberi sanksi.

Tanpa merasa bersalah, kedua pemuda yang mengendarai mobil bernomor polisi DT 1957 BA itu menuju salah satu warkop untuk membeli masker. Tetapi, sebagai bentuk ketegasan dan didapati mengabaikan prokes Covid-19, aparat mengikuti dan tetap memberi edukasi serta sanksi. Sayangnya, saat aparat kembali mengedukasi, pemuda berbaju putih kembali melakukan perlawanan.

“Bapak juga kalau bicara pakai masker,” kata remaja itu dihadapan aparat.

Guna menghindari perdebatan lebih jauh, keduanya dibawa di posko untuk di mintai keterangan. Di tempat itu, Bhabinkamtibmas Polsek Baruga, AIPDA Madukala Kundoro, mengatakan bahwa kondisi itu seharusnya tidak terjadi. Tim Operasi Yustisi menjalankan tugas dan aturan yang berlaku tanpa pandang bulu.

“Kita dapat dia tidak pakai masker. Tapi ngotot melawan sama petugas. Padahal baik-baik kita datang seperti yang lain, kita data, berikan sanksi sama edukasi,” pungkasnya. (Ads/Ilma).

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibubapakpakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU