Keluarga Paksa Bawa Pulang Jenazah Polisi yang Positif Covid-19

1.924
ILustrasi. Ist.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Aksi pemulangan paksa jenazah positif Covid-19 oleh pihak keluarga kembali terjadi di Kendari pada Jumat (23/10/2020). Jenazah tersebut merupakan anggota polisi yang berdinas di Polsek Mandonga Polres Kendari. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 41 tahun sebelumnya dirujuk dari Rumah Sakit Bhayangkara pada 21 Oktober lalu. Hingga dinyatakan meninggal dunia di ruang isolasi RS Bahteramas pada Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 19.15 wita.

Usai dinyatakan meninggal, pihak keluarga kemudian membawa pulang jenazah dari ruang isolasi untuk dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menolak tim medis yang melakukan pemulasan sesuai standar protokol bagi jenazah yang positif Covid-19.

BACA JUGA:  Warga Bebas Berkerumun di Eks MTQ, Pemkot Kendari Dinilai Tidak Serius Berantas Covid-19

Menurut informasi yang dihimpun, keluarga pasien melakukan hal itu karena menginginkan jenazah dimakamkan di kampung halaman. Bukan di tempat pemakaman umum bagi jenazah positif Covid-19 yang disediakan pemerintah.

Jubir Satgas percepatan penanganan Covid-19 Sultra, dr Laode Rabiul Awal, membenarkan adanya pihak keluarga pasien yang membawa pulang jenazah positif Covid-19 tanpa seizin pihak RS Bahteramas.

“Menurut teman (tim medis) dari ruang isolasi seperti itu,” katanya melalui pesan WhatsApp, Jumat (23/10/2020).

-IKLAN-

Ia mengaku sangat menyayangkan atas tindakan keluarga pasien Covid yang membawa pulang tanpa terlebih dahulu mendapatkan penanganan protokol Covid-19 bagi jenazah yang dinyatakan positif.

BACA JUGA:  Pria di Kolut Tega Perkosa Adik Ipar yang Masih SMP Hingga Hamil

“Seharusnya tidak boleh,” lanjut pria yang akrab disapa dokter Wayong itu.

Menurutnya, tindakan pihak keluarga pasien justru akan merugikan bahkan sangat berbahaya. Karena virus tersebut bisa menular baik kepada keluarga pasien maupun orang lain.

Ia juga menjelaskan, sebelumnya pasien positif Covid itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara selama kurang lebih seminggu. Pasien emudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan intensif. Namun pasien menghembuskan nafas terakhir di ruang isolasi setelah beberapa hari dirawat. (Ads/Ari)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Komentar Facebook

-IKLAN-

Get real time updates directly on you device, subscribe now.