Ini Perbedaan Rapid Test Antibodi dan Rapid Test Antigen

352

Angka kasus COVID-19 di Indonesia masih terus meningkat dari hari ke hari. Tidak hanya mengancam kesehatan banyak orang, dengan status Pandemi yang terjadi sekarang ini juga melumpuhkan ekonomi. Melihat kondisi yang seperti ini, tentunya membutuhkan langkah untuk menurunkan tingkat penyebaran virus yang terjadi saat ini, dengan cara menjaga jarak kurang lebih 1 meter, mencuci tangan setelah bepergian, dan memakai masker saat keluar rumah.

Untuk mendeteksi apakah seseorang reaktif atau non-reaktif terhadap covid-19, kita kenal dengan cara Rapid Test yang menjadi anjuran ketika ingin bepergian ke luar kota. Namun ternyata Rapid Test tersebut juga masih terbagi dua yakni Rapid Test Antibodi, dan Rapid Test Antigen. Sebenarnya apa bedanya?

Dicky Budiman, seorang Epidemiolog dari Griffith University Australia memberikan penjelasan bahwa ada perbedaan antara Rapid Test Antibodi dengan Rapid Test Antigen. Hal tersebut ia pertegas dengan adanya persetujuan dari WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia yang telah menyetujui untuk mengganti rapid test antibodi yang selama ini dijalankan di Indonesia dengan antigen.

Dengan menggunakan rapid test antigen seseorang yang terinfeksi virus corona dapat dideteksi dengan cepat. Cara atau metode yang digunakan tes antigen sama seperti dengan cara swab atau memasukkan alat ke dalam rongga hidung dan tenggorokan, beda dengan antibodi hanya melalui sampel darah.

BACA JUGA:  Dijemput Petugas Untuk Rapid Test, Warga Mubar Menghilang dan Matikan Hp

Perbedaan Rapid Test Antibodi dan Rapid Test Antigen

Meskipun sudah menjalankan protokol dengan sebaik mungkin, tetap dianjurkan untuk melakukan tes kesehatan agar dapat memastikan bahwa sudah benar-benar dalam kondisi sehat dan tidak terserang virus corona.

Untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 ada 3 cara, yakni TCM, PCR, dan rapid test. Namun untuk rapid test memiliki dua pemeriksaan yang berbeda, yaitu Rapid Test Antigen dan Rapid Test Antibodi, apa bedanya?

Rapid Test Antibodi

-IKLAN-

Merupakan rapid test yang paling banyak digunakan oleh nakes di Indonesia. Hasil tes yang cepat keluar merupakan keunggulan dari tes antibodi. Metode yang digunakan adalah untuk mendeteksi antibodi berupa IgM dan IgG. Keduanya adalah antibodi yang diproduksi tubuh saat melawan virus, dan akan terlihat saat tubuh mengalami paparan dari virus corona.

Namun ternyata Rapid Test Antibodi ini dianggap kurang efektif, karena waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tes termasuk lama, yakni hitungan hari sampai minggu. Oleh sebab itu, WHO tidak menyarankan bila rapid test antibodi digunakan untuk mendeteksi virus corona pada masyarakat.

BACA JUGA:  Mayat Ditemukan Dalam Kamar Kos, Rapid Test Menunjukkan Non Reaktif

 

Rapid Test Antibodi dianggap tidak efektif karena hasil tes yang terlalu dini dinilai dapat menghasilkan negatif palsu. Tentu ada penjelasannya, hal tersebut dikarenakan oleh sistem kekebalan pada tubuh memerlukan waktu 1 sampai 2 minggu agar antibodi terbentuk terhadap virus.

Rapid Test Antigen

Selanjutnya ada rapid test antigen. Proses yang digunakan adalah untuk mendeteksi antigen atau protein yang dapat membentuk badan virus penyebab dari corona. Bila dibandingkan dengan tes antibodi, tes antigen dianggap lebih akurat. Namun tes ini akan lebih akurat hasilnya bila digunakan oleh orang yang sebelumnya pernah terinfeksi.

Metode atau cara tes pada rapid test antigen sama seperti tes swab, yakni menggunakan cairan yang terdapat pada rongga hidung juga rongga tenggorokan. Untuk hasil dari pemeriksaan juga termasuk cepat, sama seperti rapid test antibodi.

Demikianlah perbedaan antara tes antibodi dengan rapid test antigen. Untuk melakukan rapid test virus corona, dapat mendaftar dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Anda dapat memilih klinik maupun rumah sakit mana yang ingin dituju untuk cek rapid test. Halodoc juga sudah ada di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

 

 

Komentar Facebook

-IKLAN-

Get real time updates directly on you device, subscribe now.