Exim Bank AS Siap Kucurkan Rp 11,02 Triliun untuk Indonesia

162

 

Pertemuan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan dengan CEO IDFC Amerika Serikat, Adam Boehler, Jumat (23/10/2020) —ist—

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Bank Ekspor Impor (Exim) Amerika Serikat (AS) siap mengucurkan anggaran senilai USD750 juta atau setara Rp11,02 triliun untuk mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia.

Presiden dan Kepala Bank Ekspor Impor Amerika Serikat (EXIM) Kimberly A. Reed mengungkapkan hal itu saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Minggu (25/10/2020) di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut mengutip Asiatoday.id, keduanya menyepakati kerja sama peningkatan investasi di Indonesia. Selain itu, kedua negara pun berkomitmen untuk mempererat aliansi dan hubungan perdagangan yang kuat.

Menurut Reed, pihaknya dan pemerintah Indonesia sepakat untuk menjajaki dan mengenali berbagai peluang potensi pendanaan EXIM dengan jumlah total mencapai USD750 juta.

Rencananya, penandatanganan memorandum of understanding (MoU) secara resmi antar Exim Bank dengan pemerintah Indonesia akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

-IKLAN-

“MoU ini akan menegaskan komitmen kami terhadap berbagai potensi proyek di Indonesia–mulai dari energi hingga teknologi komunikasi nirkabel (4G dan/atau 5G) hingga layanan kesehatan, penyiaran–dengan dukungan barang dan jasa dari Amerika Serikat,” kata Reed pada Minggu (25/10/2020).

Reed mengungkapkan, EXIM ingin menjalin kerja sama untuk mendorong kesempatan investasi dan peluang mengembangkan bisnis di Indonesia. Hal tersebut dinilai dapat memberikan potensi keuntungan bagi para pekerja dan pelaku bisnis, baik dari Amerika Serikat maupun Indonesia.

Luhut menyambut positif perjanjian tersebut. Dia menilai bahwa kerja sama dengan Negeri Paman Sam akan membantu peningkatan investasi di Indonesia.

“Kami berharap ada lebih banyak investasi dan partisipasi bisnis Amerika Serikat di proyek-proyek infrastruktur, energi, transportasi dan telekomunikasi kami,” kata Luhut.

Perjanjian tersebut merupakan bagian dari kunjungan delegasi Amerika Serikat ke Indonesia, Vietnam dan Myanmar, yang dipimpin oleh CEO International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler.

Adam ditemani Reed selaku pejabat tinggi pemerintah Amerika Serikat serta pejabat Departemen Keuangan, Perdagangan, Energi, dan Luar Negeri Amerika Serikat. (AT Network)

Komentar Facebook

-IKLAN-

Get real time updates directly on you device, subscribe now.