16 Pasien Covid Tanpa Gejala di Bombana, Sembuh Setelah Jalani Karantina Mandiri

200
Heryanto, juru bicara satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Bombana. Foto-Istimewa

BOMBANA, LENTERASULTRA- Banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) melakukan isolasi mandiri di rumahnya ketika dinyatakan positif Covid-19. Di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) misalnya, dalam kurun waktu kurang lebih sebulan, hampir 20 orang penduduknya terkonfirmasi Covid-19 dan tanpa gejala. Namun setelah melakukan isolasi mandiri selama dua pekan, mereka dinyatakan sembuh alias negatif dari Covid-19.

Perempuan SR salah satunya. Pejabat eselon tiga di salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bombana ini pun berbagi pengalamannya sehingga terbebas dari Covid-19. Kata SR,  selama menjalani karantina mandiri, yang pertama dilakukan adalah banyak istrahat dan olahraga. Selain itu, harus selalu berpikir positif karena itu dapat memberi pengaruh psikologi kepada tubuh.

“Saya isolasi mandiri selama 14 hari di rumah. Alhamdulillah sembuh,” kata SR kepada wartawan lenterasultra.com, hari ini, Sabtu (31/10/2020). Pejabat eselon tiga di salah satu SKPD di Kabupaten Bombana ini menambahkan, selama proses karantina mandiri, dia juga rajin mengkonsumsi vitamin yang diberikan dokter spesialis paru dari rumah sakit umum daerah (RSUD) Bombana. Dia juga banyak makan buah-buahan serta berzikir dan berserah diri kepada Allah SWT.

BACA JUGA:  Diduga Tenggelam, Tim Sar Gabungan Temukan Karyawan PT VDNI Meninggal Dunia

Selama dua pekan menjalankan proses karantina, SR juga rutin membalurkan obat minyak kayu putih di leher, dada dan beberapa bagian tubuh. Bahkan dia sering menghirup minyak kayu putih. “Minyak kayu putih saya simpan di kapas, kemudian saya hirup. Alhamdulillah bisa sembuh,” katanya.

SR bilang, dirinya tidak tahu, jika terpapar Covid-19. Sebab, dia tidak merasakan gejala apapun di tubuhnya. Namun, usai menghadiri pesta kerabatnya yang positif Covid-19, SR harus mengikuti rapid test dan pengambilan sampel swab. “Tanggal 14 September di swab, hasilnya saya terima 27 September dan dinyatakan positif. Mulai saat itu, saya lakukan isolasi mandiri dan akhirnya sembuh,” sambungnya.

-IKLAN-

SR bercerita mengapa sehingga dia harus diswab. Katanya, swab test harus dilakukan karena dirinya sempat menghadiri acara pesta kerabatnya yang positif Covid-19. Selain SR, sekitar seratusan rekan-rekannya yang hadir diacara yang sama juga ikut swab test. Hasilnya, dia bersama tujuh rekannya positif Covid-19 dan diharuskan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

BACA JUGA:  Penyemprotan Ruas Jalan Kota Kendari Gunakan Dua Mobil Pemadam

Juru bicara satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto mengatakan, dalam tempo kurang lebih satu bulan, sekitar 16 orang penduduk Bombana dinyatakan positif Covid-19. Rata-rata mereka tidak merasakan gejala apapun. Setelah dikarantina, semua pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

“Sejak pandemi Covid-19 ditemukan di Bombana, tercatat 111 orang penduduk sudah terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut, 110 diantaranya sembuh. Sisanya satu orang masih menjalani karantina mandiri. Ini data pertanggal hari ini (Sabtu, 31/10/2020),” ungkap Heryanto.

Meski Covid-19 mengalami penurunan di Bombana, Heryanto meminta kepada penduduk setempat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M. Mulai memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. (Ads/Adhi)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Lenterasultra.com mengajak seluruh pembaca ikut mengkampanyekan protocol kesehatan di setiap aktifitas sehari-hari. Ingat pesan ibu, pakai masker, selalu mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.

 

 

Komentar Facebook

-IKLAN-

Get real time updates directly on you device, subscribe now.