Anggota TNI yang Tewas di Bombana, Baru Enam Bulan Bertugas, Malamnya Sempat Mengamankan Acara di Desa Binaannya

32,357
Tampak Personel TNI bersama pihak keluarga Saat membawa Jenazah Serda Rusdi ke RS Bhayangkara Kendari. Foto: Laode Ari.

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM- Tentara Nasional Indonesia (TNI) di jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1413 Buton berduka. Salah satu personilnya bernama Sersan dua (Serda) Rusdi meregang nyawa dengan tidak lazim. Personil TNI yang baru enam bulan bertugas di Komando Rayon Militer (Koramil) 1413-05 Kabaena ini, ditemukan tewas tergantung di pohon jambu mete dengan mengenakan seragam dinas TNI.

Anehnya, saat ditemukan dengan tali melilit lehernya, kedua tangan Serda Rusdi terikat ke belakang. Meski tubuhnya tergantung, kedua kakinya terlihat menyentuh tanah. Meninggalnya personil TNI asal Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan ini, membawa duka bagi institusi TNI, tak terkecuali ditempat tugasnya, Koramil 1413-05 Kabaena, Kabupaten Bombana.

Sebab, ayah satu anak ini dikenal sebagai sosok yang pendiam dan baik hati. Saat peristiwa tragis tersebut, istri Serda Rusdi tengah berada di Sulawesi Selatan. Selain itu, keberadaan Serda Rusdi di Koramil Kabaena ternyata baru berjalan setengah tahun. Dia sebelumnya ditempatkan di Kodim 1413 Buton, setelah selesai mengikuti pendidikan sekolah calon bintara. Serda Rusdi sebelumnya bertugas di wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) IV Diponegoro, Jawa Tengah. “Baru sekitar lima bulan jalan enam bulan disini (Koramil 1414-05 Kabaena). Dia (Rusdi) sebelumnya dari Kodam empat,” kata Kapten Inf TNI Harlin, Komandan Koramil (Danramil) 1413-05 Kabaena saat dihubungi via ponselnya, Rabu malam (19/8/2020).

Kepergian Serda Rusdi yang cukup mendadak,  tidak memperlihatkan tanda atau firasat apapun dari rekan-rekannya. Bahkan, sebelum dia ditemukan tewas dengan tali melilit lehernya, Rabu (19/8) 2020 sekitar pukul 06.00 Wita, malam harinya, bintara pembina desa (Babinsa) di Desa Rahantari dan Desa Eemokolo, Kecamatan Kabaena Barat ini,  sempat menghadiri undangan pesta di Eemokolo, salah satu desa binaannya.

“Namanya babinsa, malamnya (malam Rabu,19/8), Dia dapat undangan pesta di Eemokolo. Paginya, kami sudah dapat kabar dia meninggal dunia,” sambung Harlin. Mantan Danramil Rumbia ini berharap, agar penyebab atau motif kematian personilnya tersebut segera terungkap. Saat mendapat kabar kematian salah satu personilnya itu, Dia bersama anggotanya sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Saat berada di TKP, pihaknya mendapatkan motor yang digunakan Serda Rusdi sehari-hari, tengah terparkir di pinggir jalan utama dengan kondisi mesin mati dan posisi motor  standar dua. Lokasi parkir motor, tidak jauh dengan posisi pohon jambu mete, tempat korban tergantung. Namun yang mencurigakan, hand phone (HP) milik Serda Rusdi hilang, karena saat di periksa di TKP gadget tersebut tidak ditemukan di kantung baju dan celana yang dikenakan Serda Rusdi.

Rabu (19/8/2020) sekitar pukul 16.00 wita, jenazah Serda Rusdi terliha tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Jenazah dibawa dari Bombana dengan menggunakan Mobil Ambulance BLUD Bombana dengan pengawalan personil kepolisian dan TNI untuk diautopsi. Hasilnya, sudah dikantongi personil polisi dan Polisi Militer Angkatan Darat.

Sesuai rencana, hari ini Kamis (20/8/2020), jenazah Serda Rusdi akan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kabupaten Pangkep,  Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk dikebumikan.

Penulis : Adhi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU