Pentagon: China Intimidasi Negara-negara Asia Tenggara Melalui Militerisasi

2.644

 

Latihan tempur pasukan China di Laut China Selatan —ist–

WASHINGTON, LENTERASULTRA.COM – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinan mereka terkait aksi China yang mengadakan latihan militer di Laut China Selatan (LCS). Departemen Pertahanan AS mengatakan, langkah itu akan semakin mengguncang situasi di perairan yang disengketakan.

“Melakukan latihan militer atas wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan kontraproduktif dengan upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Kamis (2/7/2020).

Pada pekan lalu, China mengumumkan bahwa mereka telah merencanakan latihan selama lima hari mulai 1 Juli di dekat Kepulauan Paracel, yang diklaim oleh Vietnam dan China.

“Latihan militer adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan RRC untuk menegaskan klaim-klaim maritim yang melanggar hukum dan merugikan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya di Laut China Selatan,” kata pernyataan itu, merujuk pada Republik Rakyat China.

Amerika Serikat menuduh China melakukan militerisasi Laut China Selatan dan berusaha mengintimidasi tetangga-tetangga Asia yang mungkin ingin mengeksploitasi cadangan minyak dan gasnya yang luas.

China mengklaim 90 persen dari Laut China Selatan yang berpotensi kaya energi. Akan tetapi, baik Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim sebagian wilayah tersebut, di mana sekitar USD3 triliun perdagangan melewati wilayah ini setiap tahunnya.

Sementara itu, Vietnam dan Filipina mengecam diadakannya latihan militer China di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan. Kedua negara memperingatkan bahwa hal itu dapat menciptakan ketegangan di wilayah tersebut dan berdampak pada hubungan Beijing dengan negara tetangganya.

BACA JUGA:  China Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Covid-19, Kota Jia Lockdown Total

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan latihan militer China di perairan dekat Kepulauan Paracel merupakan aksi yang “sangat provokatif”. Sementara, Kementerian Luar Negeri Vietnam menyebut kegiatan China melanggar kedaulatan yang dapat “merusak” hubungan Beijing dengan Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) .

Melansir Reuters sebagaimana dikutip Asiatoday.id, menurut pengumuman 27 Juni yang dirilis oleh Administrasi Keselamatan Maritim Hainan, China menjadwalkan lima hari latihan dari hari Rabu di dekat Paracels. Vietnam memiliki klaim yang tumpang tindih dengan China atas Paracels.

Vietnam dan Filipina telah menjadi penentang China di kawasan regional yang paling vokal terhadap apa yang mereka lihat sebagai aksi yang melampaui batas di Laut China Selatan dan mengabaikan batas-batas yang digariskan dalam hukum maritim internasional.

BACA JUGA:  Kota Wuhan Diisolasi, China Tempuh Segala Cara Redam Wabah Virus Korona

China mengklaim yurisdiksi historis lebih dari 80 persen wilayah laut tersebut.

Hanoi dan Manila memperingatkan akan meningkatnya rasa tidak aman di Asia Tenggara pada pertemuan puncak ASEAN Jumat lalu, di tengah kekhawatiran, termasuk dari Amerika Serikat, bahwa China menggunakan kedok pandemi coronavirus untuk meningkatkan kegiatan angkatan laut dan meningkatkan klaim teritorialnya.

Meskipun Filipina tidak memiliki klaim atas Paracels, Lorenzana mengatakan China mengadakan latihan di luar perairannya sendiri tidak dapat diterima.

“Itu sangat memprihatinkan, kami sangat khawatir,” kata Lorenzana.

“Melakukannya di daerah yang diperebutkan maka itu akan Anda tahu, membunyikan lonceng alarm untuk semua negara terkait. Itu sangat provokatif,” tambahnya.

Menurut juru bicara Vietnam Le Thi Thu Hang, Kementerian Luar Negeri Vietnam mengirim nota diplomatik ke China untuk menentang latihan-latihan yang secara serius melanggar kedaulatan Vietnam.

“Latihan itu semakin memperumit situasi, dan merusak hubungan antara China dan ASEAN,” tegasnya.

Vietnam mengatakan pada bulan April bahwa salah satu kapal penangkap ikannya ditenggelamkan oleh kapal pengawas maritim China. Namun China menyebut klaim maritim Vietnam ilegal dan ditakdirkan untuk gagal. (ATN)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Ruangan komen telah ditutup.

error: Content is protected !!