India Blokir 59 Aplikasi China, ini Daftarnya

266

 

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi —ist—

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Pemerintah India memblokir layanan video pendek TikTok milik ByteDance Ltd. dan 58 aplikasi China lainnya karena dinilai mengancam kedaulatan dan keamanan nasional.

Moratorium itu diumumkan beberapa hari setelah meningkatnya ketegangan di perbatasan Himalaya yang menewaskan 20 tentara India. Layanan yang diblokir termasuk e-commerce raksasa UC Group Alibaba Group Holding Ltd., WeChat dan Baidu Inc. dan platform terjemahan Tencent Holdings Ltd.

Langkah ini menandai upaya lain dari India untuk mengurangi ketergantungan pada produk-produk negara tetangganya itu dan menghambat upaya perusahaan-perusahaan terbesar China untuk melakukan ekspansi di luar perbatasan mereka sendiri.

Menanggapi kebijakan itu, TikTok merespons dengan mengatakan ingin bekerja dengan pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi untuk meningkatkan keamanan bagi ratusan juta pengguna domestiknya.

“Membangun tim manajemen lokal yang diberdayakan di negara-negara tempat TikTok beroperasi, termasuk India, sangat penting bagi keberhasilan global kami,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg sebagaimana dikutip Asiatoday.id, Selasa (30/6/2020).

Bagi ByteDance yang menganggap India sebagai pasar terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna TikTok, langkah ini adalah sebuah pukulan. ByteDance menghadapi larangan singkat di India tahun lalu dan sedang diawasi di Eropa. Perusahaan ini juga menghadapi kecurigaan dari pembuat kebijakan AS mengenai apakah aplikasi itu membahayakan keamanan nasional.

Larangan itu berpotensi meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di Asia itu. Ketika konflik di perbatasan yang telah membara selama hampir dua bulan memburuk, pejabat bea cukai mulai menghentikan izin pengiriman industri yang datang dari China di pelabuhan dan bandara utama India.

Namun, tidak jelas bagaimana larangan akan diterapkan karena sebagian besar aplikasi ini sudah ada di ponsel pengguna. Pemerintah mungkin perlu memblokir server aplikasi dan mencegah pengguna baru mengunduhnya.

Associate Director dengan Counterpoint Technology Tarun Pathak mengatakan satu dari tiga pengguna smartphone di India akan terkena dampak larangan ini. Sementara itu, keputusan pemerintah untuk melarang aplikasi mulai mendapat dukungan di media sosial.

“Sudah waktunya untuk mengambil beberapa keputusan sulit untuk keluar dari cengkeraman dunia maya China,” kata Nirmal Jain, ketua konglomerat jasa keuangan IIFL Group.

Sementara pelarangan produk dan perangkat keras buatan China lain merupakan tantangan di India, mulai dari konten game dan berita hingga streaming musik dan ritel online.

India dengan setengah miliar pengguna internetnya adalah pasar bagi perusahaan teknologi global dari AS hingga China. Ratusan juta pengguna internet pertama di India menggunakan perangkat dari China untuk mengakses jaringan.

BACA JUGA:  India Dilanda Gelombang Panas Disaat Hadapi Covid-19 dan Serangan Belalang

“Beberapa aplikasi China ini tidak hanya untuk perdagangan tetapi telah sangat mengakar dalam tatanan sosial kehidupan kita. Dalam konteks saat ini, mereka dapat dipandang sebagai ancaman bagi keamanan nasional kita,” kata Anil Kumar, kepala eksekutif peneliti teknologi RedSeer Consulting.

Mengutip Hindustan Times, ini daftar 59 aplikasi yang diblokir pemerintah India:

TikTok, Shareit, Kwai

UC Browser, Baidu map

Shein, Clash of Kings

DU battery saver, Helo

Likee, YouCam makeup, QQ Newsfeed

Mi Community, CM Browsers

Virus Cleaner, APUS Browser

ROMWE, Club Factory, Newsdog

Beauty Plus, WeChat, UC News,

QQ Mail, Weibo, Xender, QQ Music

Bigo Live, SelfieCity, Mail Master

Parallel Space, Mi Video Call – Xiaomi

WeSync, ES File Explorer

Viva Video – QU Video Inc

Meitu, Vigo Video, New Video Status

DU Recorder, Vault- Hide

Cache Cleaner DU App studio

DU Cleaner, DU Browser

Hago Play With New Friends

Cam Scanner, Clean Master – Cheetah Mobile

Wonder Camera, Photo Wonder

QQ Player, We Meet, Sweet Selfie

Baidu Translate, Vmate, QQ International

QQ Security Center, QQ Launcher

U Video, V fly Status Video

Mobile Legends, DU Privacy
(ATN)

Komentar Facebook




BERITA TERBARU

China Butuh Serabut Kelapa dari Sultra untuk Bahan Jok Mobil Mewah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Satu lagi komoditas asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memiliki nilai jual hingga ke manca negara. Barang tersebut adalah serabut kelapa. Sumberdaya alam...

Dua Hari Lagi, Mendagri Kunker ke Sultra Bahas Dua Agenda Penting

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dijadwalkan bakal  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, (09/07/ 2020). Bertandang...

Hari ini Lima Kasus Baru Positif Covid-19 di Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sultra merilis data terbaru konfirmasi positif Covid-19. Ada lima kasus baru Konfirmasi Positif. Lima kasus...

Jelang Pilkada, Pimpinan DPD PDIP Sultra Diganti

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Posisi Ketua Pimpinan DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Hasan,...

Balita Dua Tahun Tenggelam di Sungai Angkona Luwu Timur

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Bocah berusia dua tahun bernama Habil Malik  tenggelam di Sungai Angkona, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (07/07/2020)....

Laode Abdul Kadir Jabat Kadis Dukcapil Muna

MUNA, LENTERASULTRA.COM - Bupati Muna LM Rusman Emba melantik Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Laode Abdul Kadir, di aula Kantor Bupati Muna, Selasa...

56 Pelaku Usaha di Kendari Dapat Suntikan Dana dari Baznas

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendari memberikan bantuan dana kepada 56 pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Pendopo Rumah Jabatan...

BERITA TERBARU

China Butuh Serabut Kelapa dari Sultra untuk Bahan Jok Mobil Mewah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Satu lagi komoditas asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memiliki nilai jual hingga ke manca negara. Barang tersebut adalah serabut kelapa. Sumberdaya alam...

Dua Hari Lagi, Mendagri Kunker ke Sultra Bahas Dua Agenda Penting

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dijadwalkan bakal  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, (09/07/ 2020). Bertandang...

Hari ini Lima Kasus Baru Positif Covid-19 di Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sultra merilis data terbaru konfirmasi positif Covid-19. Ada lima kasus baru Konfirmasi Positif. Lima kasus...

Jelang Pilkada, Pimpinan DPD PDIP Sultra Diganti

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Posisi Ketua Pimpinan DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Hasan,...

Balita Dua Tahun Tenggelam di Sungai Angkona Luwu Timur

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Bocah berusia dua tahun bernama Habil Malik  tenggelam di Sungai Angkona, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (07/07/2020)....