Hearing SD Kuncup Pertiwi, Ketua Komisi III DPRD Minta Usut Oknum Penjual Buku Paket

521
RDP DPRD Ke dari bersama Dikmudora dan pihak SDN 84 Kendari aduan penjualan buku di sekolah. Foto: Nanan/Lenterasultra.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Ketua Komisi Ill DPRD  Kota Kendari, LM Rajab Jinik, meminta SD Kuncup Pertiwi dan Dinas Pendidikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) untuk mengusut oknum penjual buku di sekolah. Hal ini diungkapkan usai melakukan rapat dengar pendapat (hearing) pada Selasa (14/07/2020).

“Kami minta agar persoalan ini bisa diselesaikan, dan tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Dalam hearing ini Kepala Dikmudora Kota Kendari, Sartini Sarita menegaskan, tidak ada jual beli buku di sekolah dan tidak diwajibkan orang tua membeli buku. Kalaupun ada, berarti ada oknum yang memanfaatkannya.

BACA JUGA:  Bupati Tafdil Ubah Peringkat SAKIP Bombana dari CC Menjadi B

“Jadi saya rasa ada oknum yang coba-coba bermain, karena memang sekarang tidak ada lagi  penjualan buku di sekolah, termasuk foto copy. Seharusnya siswa memiliki satu buku. Kalau tidak cukup maka di adakan kembali oleh pihak sekolah,” terangnya.

Ia pun menjelaskan bahwa 20 persen dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperuntukkan pengadaan buku paket yang dapat dipinjam oleh para siswa.

“Sekolah penerima dana BOS wajib membeli buku untuk anak-anak. Kalau masih kurang di tahun berikutnya dapat dibelikan lagi buku paket hingga semua peserta didik bisa pinjam buku,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Geger Virus Corona, Pengiriman TKA ke Sultra Dihentikan

Senada dengan itu, Kepala SDN 84 Kendari, Asfitria mengungkapkan, bahwa pihaknya tidak pernah membebankan atau pun meminta orang tua siswa untuk membeli buku.

“Terkait info itu kita sendiri baru tahu dan itu membuat kita kaget. Karena selama ini kalau memang buku tidak cukup untuk setiap siswa, maka kami akan pinjamkan kepada siswa melalui gurunya langsung,” terangnya (B)

Reporter: Nanan

Editor: Wulan

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU