DPRD dan Pedagang Sepakat Tolak Alfamidi Beroperasi di Bombana

397
Ketua DPRD Bombana, Arsyad (kiri) saat menerima demonstran dari Pedagang lokal Bombana yang menuntut penolakan Alfamidi beroperasi di Bombana. Foto Adhi

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM– Rencana manajemen Alfamidi melakukan ekspansi  dengan membuka gerai di Kabupaten Bombana tidak hanya mendapat penolakan dari pedagang lokal di daerah itu. Perwakilan mereka di gedung DPRD Bombana, juga menyuarakan hal yang sama. Lembaga legislatif itu, kukuh menolak kehadiran Alfamidi di eks otorita Kabupaten Buton itu.

Kesepahaman pedagang lokal dan DPRD Bombana menolak retail modern itu masuk di Wonua Bombana disepakati, Senin (29/6/2020) lalu. Ini setelah, seratusan pedagang yang tergabung dalam Solidaritas Anak Negeri (SOPAN), kembali menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD. Tuntutan mereka sama dari aksi demo sebelumnya yakni, menolak Alfa Midi dan Alfa Mart beroperasi di Bombana.

“Hasil kesepakatan kami dalam rapat bersama pedagang lokal, kami menolak Alfa Midi dan Alfa Mart untuk membuka gerai gerai baru di Bombana sebelum ada Perda (Peraturan daerah),” kata ketua DPRD Bombana, Arsyad. Perda tersebut lanjut politisi Partai Nasdem ini adalah Perda tentang penataan toko modern. Produk hukum daerah ini sementara digodok dan akan segera dibahas bersama pihak eksekutif.

BACA JUGA:  Listrik Sering Padam, Petinggi PLN dan Kelompok Massa Bertemu di Ruang Paripurna Dewan

“Sebelum ada Perda tersebut,  Alfa Midi tidak boleh masuk di Bombana,” sambung Arsyad. Keputusan ini harus dilaksanakan dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah daerah Bombana dalam hal ini Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PMPTSP) Bombana selaku instansi tehnis yang mengeluarkan izin. “Apalagi saat pertemuan dengan pedagang di DPRD, kadis PMPTSP (Pajawa Tarika), hadir dan mendengarkan langsung tuntutan pedagang dan keputusan yang dihasilkan,” kata Arsyad.

Perwakilan pedagang membawa poster penolakan Alfa Midi di gedung DPRD Bombana. Foto-Adhi

Sementara Basri, salah satu perwakilan pedagang mengatakan, dengan keluarnya kesepakatan bersama antara pedagang dan DPRD, Dinas PMPTSP Bombana agar tidak lagi memberi ruang dan harapan bagi manajemen Alfa Midi. “Kita sudah sepekati tolak. Jadi PTSP jangan lagi berikan ruang, karena itu akan menghabiskan banyak biaya lagi bagi Alfa Midi. Tidak usah neko-neko, karena kalau mereka mau pasti memenuhi syarat,” tegas Arsyad.

BACA JUGA:  Jalan Poros Tinabite-Matausu Dianggarkan Rp 23 Miliar

Sementara Yunus Masse, perwakilan dari SOPAN mengatakan,  penolakan terhadap Alfa Midi dan Alfa Mart disuarakan pedagang lokal karena kehadiran retail modern itu sangat merugikan dan menurunkan pendapatan pedagang. Selain itu, sudah banyak toko-toko kecil yang tutup akibat keberadaan retail modern ini. Dan ini, dirasakan sejak masuknya retail modern bernama Indomaret. “Kalau masuk lagi Alfa Midi, pasti makin banyak pedagang kecil yang tutup,” ungkap Yunus Masse.

Pajawa Tarika, Kadis PMPTSP Bombana yang hadir dalam rapat bersama pedagang di DPRD Bombana mengaku, belum menerima permohonan izin usaha dari pihak Alfamart dan Alfamidi di kantornya. Tapi jawaban itu, langsung disambut kritikan dari para pedagang. Sebab, saat sosialisasi Alfamart dan Alfamidi di Kasipute,  27 Juni 2020, Pajawa Tarika ternyata hadir dalam acara tersebut.

Penulis : Adhi

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU