Disnakertrans Nilai Mega Proyek Smelter PT VDNI dan PT OSS Bisa Serap Ribuan Pekerja Lokal

1.037
PT Virtue Dragon Nickel Industry. Foto: Istimewa.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Kelapa Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Saemu Alwi mengatakan, kedatangan 500 TKA China untuk pengerjaan proyek smelter di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obisidian Steinless Steel (OSS), bisa berdampak pada terbukanya lapangan kerja bagi pekerja lokal di Morosi. Ia menilai, dengan adanya para TKA yang keseluruhan merupakan tenaga ahli bisa menyerap tenaga lokal hingga mencapai ribuan pekerja. Mengingat satu tenaga ahli TKA asing bisa membawahi kira-kira lima sampai tujuh pekerja lokal.

“Tentu ada perbedaannya. Sebelum ada industri ini jelas tidak ada serapan yang 11 ribu itu. Kalau kita bicara tentang serapan yang ada sekarang pasti besar lah manfaatnya,” ungkapnya, Selasa (16/6/2020).

Selain itu, Saemu Alwi menambahkan, selama adanya pengerjaan di dua perusahaan yang beroperasi itu, maka dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selain itu juga peningkatan pengetahuan bagi para pekerja lokal.

Karena para pekerja akan mendapatkan pengetahuan dalam pengoperasian alat dan mesin. Sehingga kemampuan SDM juga dipastikan ikut berkembang. Terlebih ada pula program pelatihan yang dibuat untuk pekerja local hingga sampai ke China.

BACA JUGA:  Pemda Mubar Mulai Jadwalkan Pelaksanaan SKB CPNS

“Di sana ada ahli teknologi, dan setiap TKA itu didampingi dengan tenaga kerja Indonesia. Sehingga pada saatnya nanti pekerjaan-pekerjaan itu bisa dilimpahkan pada pekerja Indonesia. Kemudian yang kedua itu ada juga yang disekolahkan sampai ke China untuk jenis jabatan pekerjaan tertentu,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, Pemprov Sultra sudah menerima surat dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada tanggal 7 April 2020 lalu.

Isi surat tersebut menyetujui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) untuk bekerja di Wilayah Konawe. Sehingga dipastikan dua perusahaan itu sudah memenuhi persyaratan dan prosedur dalam mendatangkan para TKA tersebut.

“Itu surat kami sudah terima beberapa bulan lalu. Intinya adalah menyampaikan ke pemerintah daerah Sulawesi Tenggara bahwa Kementerian Ketenagakerjaan itu telah mengeluarkan RPTKA untuk kedatangan kurang lebih 500 TKA. Rinciannya 200  untuk VDNI dan 300 untuk OSS,” terangnya.

BACA JUGA:  Komunitas Hand For Help Sumbang Enam Keluarga Terdampak Covid-19 

Sebelumnya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra telah menyetujui rencana kedatangan 500 TKA untuk bekerja di Morosi, Konawe. Kesepakatan itu saat Forkopimda bersama beberapa tokoh pemuda, melakukan rapat koordinasi yang bertempat di Rujab Gubernur Sultra.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, dari data yang yang diperoleh tercatat sebanyak 11.227 orang tenaga kerja lokal yang telah bekerja di kawasan industri tersebut. 92 persen merupakan tenaga kerja asal Sultra, dan 8 persen dari luar Sultra atau TKA. Nantinya, dengan adanya para TKA itu dipastikan membutuh penambahan jumlah pekerja lokal.

“Kawasan industri Morosi saat ini sendiri masih dalam tahap pembangunan, sehingga peluang adanya lapangan kerja baru yang dapat menampung hingga puluhan ribu tenaga kerja sangat terbuka,” pungkas Ali Mazi. (B)

Reporter: Laode Ari

Editor: Wulan

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU