Dicengkram Covid-19, Ekonomi Indonesia Terpuruk

426

 

Kantor Kementerian Keuangan RI. —ist—

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Pandemi coronavirus (Covid-19) yang mencengkram Indonesia membuat ekonomi terpuruk.Ekonomi Indonesia dinilai menuju skenario sangat berat dan diprediksi minus 0,4 persen.

Menurut Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, pelemahan ekonomi Indonesia sudah terlihat pada kuartal I-2020 yang hanya mencapai 2,97 persen. Artinya perekonomian sudah mengalami kontraksi cukup dalam imbas pandemi covid-19.

“Hal ini mengindikasikan tekanan lebih berat akan dialami sepanjang 2020, artinya kita belum selesai. Pertumbuhan ekonomi terancam bergerak dari skenario berat yang tadi 2,3 persen menuju skenario sangat berat minus 0,4 persen,” jelasnya melalui siaran virtual di Jakarta dikutip Asiatoday.id, Rabu (17/6/2020).

Pemerintah akan berupaya melakukan penanganan covid-19 secara efektif agar pemulihan ekonomi secara bertahap bisa dicapai. Pemerintah juga mengambil langkah luar biasa (extraordinary) agar terhindar dari kondisi ekonomi di skenario sangat berat.

“Untuk itu langkah kebijakan penanganan covid-19 dan dampak sosial ekonomi harus diperkuat dan dilaksanakan efektif agar pemburukan lebih lanjut dapat diminimalkan,” terangnya.

Saat ini prioritas utama pemerintah yakni melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk menangani bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, dan insentif bagi dunia usaha. Ketiganya menjadi syarat agar ekonomi bisa kembali pulih.

“Pemulihan sosial ekonomi membutuhkan respon kebijakan yang cepat, dengan biaya yang besar dan dipastikan membutuhkan waktu yang panjang,” tandasnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin mengalami kontraksi imbas pandemi covid-19. Bahkan pertumbuhan ekonomi diprediksi akan minus 3,1 persen pada kuartal II-2020.

Menurutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini. Apalagi kebijakan PSBB diberlakukan di sejumlah daerah yang memiliki kontribusi ekonomi cukup besar.

“Seperti DKI Jakarta, Jabodetabek atau Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat dengan pembatasan sosial yang cukup restricted, ini akan mempengaruhi kinerja ekonomi di kuartal II yang kita perkirakan ada di negatif territory yaitu minus 3,1 persen,” jelas Sri. (ATN)

BACA JUGA:  Tambah Satu, Total Warga Buton Reaktif jadi Enam
Komentar Facebook




BERITA TERBARU

China Butuh Serabut Kelapa dari Sultra untuk Bahan Jok Mobil Mewah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Satu lagi komoditas asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memiliki nilai jual hingga ke manca negara. Barang tersebut adalah serabut kelapa. Sumberdaya alam...

Dua Hari Lagi, Mendagri Kunker ke Sultra Bahas Dua Agenda Penting

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dijadwalkan bakal  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, (09/07/ 2020). Bertandang...

Hari ini Lima Kasus Baru Positif Covid-19 di Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sultra merilis data terbaru konfirmasi positif Covid-19. Ada lima kasus baru Konfirmasi Positif. Lima kasus...

Jelang Pilkada, Pimpinan DPD PDIP Sultra Diganti

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Posisi Ketua Pimpinan DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Hasan,...

Balita Dua Tahun Tenggelam di Sungai Angkona Luwu Timur

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Bocah berusia dua tahun bernama Habil Malik  tenggelam di Sungai Angkona, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (07/07/2020)....

Laode Abdul Kadir Jabat Kadis Dukcapil Muna

MUNA, LENTERASULTRA.COM - Bupati Muna LM Rusman Emba melantik Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Laode Abdul Kadir, di aula Kantor Bupati Muna, Selasa...

56 Pelaku Usaha di Kendari Dapat Suntikan Dana dari Baznas

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendari memberikan bantuan dana kepada 56 pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Pendopo Rumah Jabatan...

BERITA TERBARU

China Butuh Serabut Kelapa dari Sultra untuk Bahan Jok Mobil Mewah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Satu lagi komoditas asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memiliki nilai jual hingga ke manca negara. Barang tersebut adalah serabut kelapa. Sumberdaya alam...

Dua Hari Lagi, Mendagri Kunker ke Sultra Bahas Dua Agenda Penting

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dijadwalkan bakal  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, (09/07/ 2020). Bertandang...

Hari ini Lima Kasus Baru Positif Covid-19 di Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sultra merilis data terbaru konfirmasi positif Covid-19. Ada lima kasus baru Konfirmasi Positif. Lima kasus...

Jelang Pilkada, Pimpinan DPD PDIP Sultra Diganti

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Posisi Ketua Pimpinan DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Hasan,...

Balita Dua Tahun Tenggelam di Sungai Angkona Luwu Timur

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Bocah berusia dua tahun bernama Habil Malik  tenggelam di Sungai Angkona, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (07/07/2020)....