Abu Hasan Tak Tergiur Tambang, Pilih Kembangkan Pertanian dan Perkebunan

680

 

Abu Hasan, Bupati Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara. —dok–
Kendati potensi tambang di Kabupaten Utara (Butur) melimpah, namun Pemerintah setempat tidak tergiur namun memilih fokus mengembangkan potensi ekonomi berbasis masyarakat.
“Untuk saat ini kita fokus kembangkan potensi pertanian, perkebunan dan perikanan. Kita perkuat dulu ekonomi masyarakat bawah,”ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kota Kendari, Sabtu (06/06/2020).
Diakui Abu Hasan, potensi sumber daya alam (SDA) pertambangan di wilayahnya sangat besar, namun potensi konflik pun kerap mewarnai dengan hadirnya investor di bidang tersebut.
“Kalau ekonomi masyarakat kuat dan maju, tambang tidak masalah. Tapi saat ini jangan dululah,”katanya.
Keberpihakan Pemda Butur terhadap pengembangan lahan pertanian milik masyarakat sudah diwujudkan dengan mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk memperluas areal pertanian organik. Salah satunya memberikan subsidi kepada setiap pemilik lahan sebesar Rp 2,5 juta/hektar sebagai biaya menggarap lahan.
“Ini khusus diperuntukan bagi petani yang akan membuka lahan baru untuk padi organik,”akunya.
Setahun hasilnya sudah mulai kelihatan. Pihak Departemen Pertanian mendorong Pemkab Butur mengembangkan lahan pertanian lebih luas lagi, dari semula 500 hektar menjadi 1.000 hektar. Dukungan alat pertanian seperti hand traktor hingga fasilitas Rice Milling Unit (RMU) diberikan ke sejumlah petani.
“Tanaman padi yang kami kembangkan adalah padi organik. Itu ciri khas dari Buton Utara saat ini,”tambah Abu Hasan.
Selain lahan pertanian, lahan perkebunan juga di kembangkan. Jambu mete misalnya seluas 7.000 hektar, kelapa 6.500 hektar untuk produk turunannya seperti industri coconut oil, VCO dan kopra. Sementara rumput laut seluas 1.000 hektar eksisting berikut tambahan perluasan potensial 7.000 hektar.
“Semua potensi itu berbasis industri dan korporasi desa,”jelasnya.
Bahkan di tengah-tengah pandemi Covid-19, tepatnya 10 Mei 2020, Buton Utara di fasilitasi PT Inacom yang digandeng Kementrian Desa PDT melakukan ekspor perdana sebanyak 12 ton kopra putih ke China. Ekspor dilakukan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma).
“Ekspor perdana 12 ton kopra ini akan diikuti ekspor berikutnya minimal 100 ton perbulan. Nilai ekspor saat ini berkisar di posisi 110 juta. Namun pada bulan-bulan berikutnya ditargetkan meningkat di atas1,2 miliar per bulan,”ujar Menteri PDT Abdul Halim Iskandar saat melepas ekspor perdana kopra putih ke China seperti dikutip Asiatoday.id.
Laporan: M.Lukman
Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.