500 TKA China Ditolak Masuk Indonesia, Kedubes China Buka Suara

34819

 

Minister Counselor Bidang Ekonomi dan Perdagangan Kedubes China Wang Liping. —ist–

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM

Di tengah masifnya gelombang penolakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Sulawesi Tenggara (Sultra), Kedutaan Besar China untuk Indonesia akhirnya buka suara.

Minister-Counsellor Bidang Ekonomi dan Perdagangan dari Kedutaaan Besar China untuk Indonesia Wang Liping memastikan bahwa, TKA China yang masuk ke Indonesia telah menjalani tes virus corona. Hal itu menanggapi kekhawatiran masyarakat Indonesia terhadap sejumlah tenaga kerja China yang akan masuk ke Tanah Air.

“Berbagai perusahaan China telah menyerap pengalaman sukses melawan pandemi. Maka perusahaan meminta para tenaga kerja itu menjalani tes Covid-19 sebelum berangkat. Mereka juga diminta melindungi diri sendiri selama perjalanan supaya bebas dari virus,” teran Wang Liping dalam konferensi pers virtual dikutip Asiatoday.id, Rabu, (24/6/2020)

Wang mengungkapkan, pementah pusat dan pemerintah daerah telah menyetujui pekerja asal China masuk ke Konawe, Sulawesi Tenggara, secara bertahap. Dalam waktu dekat, kelompok pertama akan tiba di Indonesia didampingi empat staf medis.

“Sebelum keberangkatan, mereka telah menjalani tes Covid-19 dan mendapat sertifikat kesehatan sesuai protokol kesehatan Indonesia,” jelasnya.

Menurut Wang Liping, kelompok pekerja yang datang kali ini merupakan tenaga di bidang teknik, berjangka waktu setengah tahun. Perusahaan China, bersungguh-sungguh mematuhi undang-undang dan peraturan terkait di Indonesia serta secara aktif melakukan transfer teknologi.

Perusahaan China, kata Wang Liping, melakukan pelatihan pekerjaan kepada pekerja Indonesia setiap pekan dan secara berkala mengirimkan pekerja Indonesia yang unggul ke China guna mengikuti kursus pelatihan.

Menurutnya, masyarakat Indonesia bisa berlega hati terhadap keamanan jalur cepat.

Ia menegaskan, jika tenaga kerja China masuk, pembangunan proyek lancar dan berjalan normal, barulah para pekerja Indonesia juga bisa bekerja.

“Jadi pemulihan aliran personel (tenaga kerja) ini memiliki banyak keuntungan bagi Indonesia dalam penerapan normal baru. Ini untuk membuka kembali kegiatan ekonomi dan mempercepat pemulihan ekonomi,” paparnya.

BACA JUGA:  Kontroversi 49 TKA China Kian Menajam, Pengawasan Pemerintah Indonesia Dipertanyakan

Pada era normal baru kata dia, pemerintah dan perusahaan dari China maupun Indonesia menahan diri melakukan eksplorasi dan inovasi. Dengan begitu, hubungan kedua negara pun memasuki tahapan normal baru.

Diketahui 500 TKA China akan masuk ke Konawe, Sultra secara bertahap untuk bekerja di perusahaan smelter nikel, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). (ATN)

Komentar Facebook




BERITA TERBARU

China Butuh Serabut Kelapa dari Sultra untuk Bahan Jok Mobil Mewah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Satu lagi komoditas asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memiliki nilai jual hingga ke manca negara. Barang tersebut adalah serabut kelapa. Sumberdaya alam...

Dua Hari Lagi, Mendagri Kunker ke Sultra Bahas Dua Agenda Penting

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dijadwalkan bakal  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, (09/07/ 2020). Bertandang...

Hari ini Lima Kasus Baru Positif Covid-19 di Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sultra merilis data terbaru konfirmasi positif Covid-19. Ada lima kasus baru Konfirmasi Positif. Lima kasus...

Jelang Pilkada, Pimpinan DPD PDIP Sultra Diganti

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Posisi Ketua Pimpinan DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Hasan,...

Balita Dua Tahun Tenggelam di Sungai Angkona Luwu Timur

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Bocah berusia dua tahun bernama Habil Malik  tenggelam di Sungai Angkona, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (07/07/2020)....

Laode Abdul Kadir Jabat Kadis Dukcapil Muna

MUNA, LENTERASULTRA.COM - Bupati Muna LM Rusman Emba melantik Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Laode Abdul Kadir, di aula Kantor Bupati Muna, Selasa...

56 Pelaku Usaha di Kendari Dapat Suntikan Dana dari Baznas

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendari memberikan bantuan dana kepada 56 pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Pendopo Rumah Jabatan...

BERITA TERBARU

China Butuh Serabut Kelapa dari Sultra untuk Bahan Jok Mobil Mewah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Satu lagi komoditas asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memiliki nilai jual hingga ke manca negara. Barang tersebut adalah serabut kelapa. Sumberdaya alam...

Dua Hari Lagi, Mendagri Kunker ke Sultra Bahas Dua Agenda Penting

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dijadwalkan bakal  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, (09/07/ 2020). Bertandang...

Hari ini Lima Kasus Baru Positif Covid-19 di Sultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sultra merilis data terbaru konfirmasi positif Covid-19. Ada lima kasus baru Konfirmasi Positif. Lima kasus...

Jelang Pilkada, Pimpinan DPD PDIP Sultra Diganti

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Posisi Ketua Pimpinan DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Hasan,...

Balita Dua Tahun Tenggelam di Sungai Angkona Luwu Timur

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Bocah berusia dua tahun bernama Habil Malik  tenggelam di Sungai Angkona, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (07/07/2020)....