Arab Saudi Belum Umumkan Pelaksanaan Ibadah Haji 2020

918

 

Jutaan umat Islam dari seluruh dunia melaksanakan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. —ist–

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi, pandemi covid-19 mencoba ketatnya penjagaan di Dua Masjid Suci, Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

“Perihal dibuka kembali Dua Masjid Suci, Kami terus membuka perkembangan informasi dari Lembaga Tinggi Urusan Dua Masjid Suci, dan semoga dalam waktu dekat kabar ini benar-benar terealisasi,” kata Dubes Esam Abid Althagafi, dalam keterangan yang dilaporkan Kedubes Arab Saudi, yang diterima Jumat (1/4/2020).

“Langkah ini dilakukan secara bertahap agar dapat kembali menyambut para jamaah untuk beribadah di Masjdil Haram dan Masjid Nabawi, dengan tetap mengatur prosedur yang ketat guna memastikan para jamaah benar-benar terbebas dari virus corona,” terangnya seperti dikutip Asiatoday.id.

Sementara terkait ibadah haji tahun ini, Dubes Althagafi juga memberikan persetujuan saat ini belum ada yang resmi terkait pelaksanaan ibadah rukun Islam.

“Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji. Jika ada yang terkait dengan hal tersebut, pasti Kami akan segera mengirimnya kepada semua pihak, ”tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Agama terus menyelesaikan persidangan menunggu keputusan Arab Saudi terkait dengan pelaksanaan Haji 2020. Keputusan otoritas Saudi terkait Haji 2020 keluar pada 12 Mei 2020 atau 19 Ramadhan 1441 Hijiriah.

Indonesia diberikan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah dari pemerintah Arab Saudi. Kepada seluruh jemaah haji sesuai kuota, lebih lanjut lanjut usia yang rentan terpapar covid-19, diterima oleh pemerintah Arab Saudi.

Buka Puasa Bersama

Pada kesempatan yang sama, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui perwakilan diplomatiknya di Jakarta kembali menyelenggarakan Program Buka Puasa Pelayan Dua Kota Suci 1441 H.

Dubes Esam Abid Althagafi menyampaikan program ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia, yaitu pembagian Kurma untuk masyarakat muslim agar dapat dibuat kompilasi berbuka puasa.

“Dikarenakan kondisi berbeda dengan pandemi covid-19 maka tahun ini sedikit berbeda,” kata Dubes Althagafi.

“Bentuk bantuan yang disampaikan pada tahun ini terdiri dari paket sembako, karena bantuan tersebutlah yang sangat dibutuhkan untuk masa-masa sulit seperti saat ini,” katanya.

Jumlah paket sembako yang akan dibagikan adalah 4.000 paket, termasuk di dalamnya; beras, gula, minyak, tepung, dan kebutuhan pokok lainnya dan tak lupa pula kurma.

Bantuan tersebut akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan khusus yang terdampak langsung oleh pandemi korona. Sebagai bagian dari ormas-ormas Islam di Indonesia. (AT Network)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU