Indonesia Ekspor 265,77 Ton Produk Holtikultura Ditengah Pandemi Covid-19

433

 

Pelabuhan Pajang, salah satu pintu ekspor di Bandar Lampung

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Pandemi coronavirus (Covid-19) menjadi berkah tersendiri bagi sektor pertanian, khususnya produk Hortikultura. Pasalnya, permintaan pasar global meningkat signifikan.

Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat adanya peningkatan sertifikasi ekspor pada produk samping Nanas berupa Ampas Kulit Nanas.

Sejak 2018, sertifikat ekspor Ampas Kulit Nanas asal Lampung sebanyak 15,59 ton dan meningkat 3 kali lipat menjadi 503,33 ton di 2019.

Bahkan, di tengah wabah virus corona (COVID-19), permintaan fasilitasi ini tidak berhenti. Periode Januari hingga Maret 2020, berhasil membukukan 265,77 ton, dengan 12 kali pengiriman.

“Alhamdulilah, ditengah kelesuan saat ini, komoditas Pertanian asal Lampung tetap melaju di pasar ekspor,” terang Kepala Barantan, Ali Jamil melalui keterangan tertulisnya yang diterima Minggu (19/4/2020).

BACA JUGA:  Kaktus Indonesia Laku Keras di Pasar AS, Kanada, Taiwan dan Korsel

Menurut Jamil, Ampas Kulit Nanas juga dimanfaatkan dalam negeri untuk campuran bahan pakan ternak.

“Karena jumlahnya yang berlimpah dan juga mampu memenuhi persyaratan teknis kesehatan tumbuhan, maka dapat tembus pasar Jepang sebagai negara terbanyak yang mengimpor,” jelas Jamil sebagaimana dikutip Asiatoday.id.

Selain komoditas sub sektor hortikultura, Kopi dan Palm Kernel asal Lampung juga termasuk komoditas yang tetap melaju di pasar ekspor ditengah kondisi saat ini.

Kepala Karantina Pertanian Lampung, Jumadh menyebutkan sebanyak 16 negara yang terus memasok kopi khas asal wilayahnya. Negara itu, diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Algeria, Georgia, Kanada dan lainnya.

BACA JUGA:  Indonesia Ekspor 3,6 Ribu Ton Komoditi Pertanian Tujuan 21 Negara di Asia, Eropa dan AS

“Terhitung sebanyak 112,9 ton biji kopi dipastikan pihaknya sehat, aman dan sesuai persyaratan di pasar global,” jelas Jumadh.

Sementara untuk bungkil kelapa sawit, sebanyak 44,6 ribu ton masih dikirimkan ke pasar Selandia Baru saja.

Di berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo selalu mengingatkan jajarannya meningkatkan produktivitas setiap komoditas untuk kebutuhan dalam negeri dan untuk ekspor.

Ia mengatakan, ekspor sektor pertanian dapat membantu perekonomian nasional dapat tetap bertahan ditengah resiko resesi ekonomi global. (AT Network)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU