Dua Tambahan Kasus Baru Covid-19 Kendari dari Klaster Sukabumi dan Makassar

1,204
Update rilis data kasus Covid-19 Kota Kendari,30 April 2020. Foto: Istimewa.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Di penghujung April 2020, Tim Gugus Tugas Pencegahan Penanganan Covid-19 Kota Kendari kembali mengupdate data terbaru. Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Kendari, dr. Alghazali Amirullah menyampaikan, pasien positif Covid-19 di Kota Kendari bertambah 2 orang.

Mereka diantaranya perempuan berusia 31 tahun dari Kecamatan Baruga, memiliki riwayat perjalanan dari Kota Makassar, dan laki-laki berusia 41 tahun dari  Kecamatan Baruga, yang merupakan klaster Sukabumi.

Dengan adanya tambahan dua kasus ini, maka total kasus positif sebanyak 29 orang, 5 orang dinyatakan sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan masih dalam proses perawatan 22 kasus.

“Jadi dengan adanya penambahan 3 orang kasus corona dalam dua hari berturut-turut ini berarti kita harus benar-benar saling mengingatkan, menjaga, melindungi, mendoakan dan jangan lupa selalu meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Untuk pasien dalam perawatan (PDP) terdapat tambahan 1 kasus baru dari Kecamatan Kambu jenis kelamin perempuan usia 20 tahun. Sehingga totoal PDP 31 orang, selesai pengawasan 28 orang, masih proses pengawasan 3 orang.

Related Posts

“PDP tersebut memiliki gejala medis batuk dan nyeri ulu hati dan tidak ada riwayat luar daerah maupun kontak dengan pasien positif sebelumnya,” jelasnya.

Sementata orang dalam pemantauan  (ODP) total 134 orang, selesai pemantauan 131 orang dan masih dalam proses pemantauan 3 orang. Kemudian orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 209 orang, selesai pemantauan 114 orang dan masih dalam proses pemantauan 95 orang.

“ODP tidak ada tambahan, sementara OTG ada tambahan 10 orang masuk dalam OTG,” jelasnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari ini mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul, tidak ke tempat-tempat keramaian, menjaga jarak dengan orang lain, menggunakan masker, sering cuci tangan dengan sabun, dan tidak mudik.

“Tidak ada henti-hentinya kami menyampaikan tetap mengikuti imbauan-imbauan pemerintah dalam memutus penyebaran mata rantai Covid-19,” pungkasnya. (B)

Reporter: Nanan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU